Fuad Jabali: Islam Progresif Harus Pertahankan Tradisi Islam

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

 

Reporter: Irma wahyuni

 

Gedung Pasca Sarjana, UINJKT Online – Diputi Direktur Bidang Akademik dan Kerjasama Sekolah Pascasarjana UIN Jakarta Dr Fuad Jabali mengimbau generasi muslim untuk mempertahankan dan terus memperkaya dirinya dengan tradisi Islam dalam kondisi apapun.

 

“Apapun posisi dan bidang yang anda geluti, pertahankanlah tradisi-tradisi Islam dalam diri anda. Jangan lupakan identitas anda sebagai seorang muslim,” katanya saat ditemui UINJKT Online seusai acara International Conference, Debating Progressive Islam: a Global Perspective yang digelar UIN Jakarta-McGill University Canada di Gedung Syahida Inn, Senin (27/7).

 

Menurutnya, seorang muslim yang progresif meskipun dituntut kritis dan berpikiran terbuka dalam menerima gagasan-gagasan baru, harus tetap mempertahankan nilai-nilai Islam dalam dirinya, yakni dengan menjaga ahlak yang baik sebagai identitas seorang Muslim. “A progressive Muslim is A good Muslim,” tandasnya.

 

Selain itu, ia menjelaskan, realitas yang ada dalam masyarakat saat ini adalah terjadi dikotomi antara Islam dan Ilmu pengetahuan. Mengapa masih ada sebagian golongan masyarakat yang menganggap Ulama itu adalah orang-orang yang dianggap Kiayi besar salafi yang dikultuskan di masyarakat dengan atribut-atributnya sebagai seorang Kiai atau Ustadz.

 

Ia melanjutkan, di mata mereka, orang-orang yang tidak tinggal di pesantren atau yang tidak beratribut kiai itu bukanlah ulama, padahal banyak sekali para akademisi atau cendekiawan yang pengetahuan islamnya luas dan mereka juga sama-sama sebagai khalifah di muka bumi.

 

“Inilah dikotomi yang harus diluruskan dari paradigm masyarakat kita saat ini, untuk menuju Islam progresif,” katanya.

 

Ia menambahkan, jiwa progresif bisa ada pada setiap jiwa manusia, walaupun bukan orang Islam. Akan tetapi, Ia menyatakan, bukan alasan bagi seorang yang progresif untuk tidak berahlak baik dan mempertahankan nilai-nilai Islam.

 

 

 

Fuad Jabali: Islam Progresif Harus Pertahankan Tradisi Islam

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

 

Reporter: Irma wahyuni

 

Gedung Pasca Sarjana, UINJKT Online – Diputi Direktur Bidang Akademik dan Kerjasama Sekolah Pascasarjana UIN Jakarta Dr Fuad Jabali mengimbau generasi muslim untuk mempertahankan dan terus memperkaya dirinya dengan tradisi Islam dalam kondisi apapun.

 

“Apapun posisi dan bidang yang anda geluti, pertahankanlah tradisi-tradisi Islam dalam diri anda. Jangan lupakan identitas anda sebagai seorang muslim,” katanya saat ditemui UINJKT Online seusai acara International Conference, Debating Progressive Islam: a Global Perspective yang digelar UIN Jakarta-McGill University Canada di Gedung Syahida Inn, Senin (27/7).

 

Menurutnya, seorang muslim yang progresif meskipun dituntut kritis dan berpikiran terbuka dalam menerima gagasan-gagasan baru, harus tetap mempertahankan nilai-nilai Islam dalam dirinya, yakni dengan menjaga ahlak yang baik sebagai identitas seorang Muslim. “A progressive Muslim is A good Muslim,” tandasnya.

 

Selain itu, ia menjelaskan, realitas yang ada dalam masyarakat saat ini adalah terjadi dikotomi antara Islam dan Ilmu pengetahuan. Mengapa masih ada sebagian golongan masyarakat yang menganggap Ulama itu adalah orang-orang yang dianggap Kiayi besar salafi yang dikultuskan di masyarakat dengan atribut-atributnya sebagai seorang Kiai atau Ustadz.

 

Ia melanjutkan, di mata mereka, orang-orang yang tidak tinggal di pesantren atau yang tidak beratribut kiai itu bukanlah ulama, padahal banyak sekali para akademisi atau cendekiawan yang pengetahuan islamnya luas dan mereka juga sama-sama sebagai khalifah di muka bumi.

 

“Inilah dikotomi yang harus diluruskan dari paradigm masyarakat kita saat ini, untuk menuju Islam progresif,” katanya.

 

Ia menambahkan, jiwa progresif bisa ada pada setiap jiwa manusia, walaupun bukan orang Islam. Akan tetapi, Ia menyatakan, bukan alasan bagi seorang yang progresif untuk tidak berahlak baik dan mempertahankan nilai-nilai Islam.