Fuad Bawazier: Kapitalisme Gagal Sejahterakan Rakyat

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Hamzah Farihin

 

Student Center, UINJKT Online - Ketua DPP Partai Hati Nurani Rakyat Dr  Fuad Bawazier menilai sistem ekonomi kapitalis tidak dapat mensejahterakan rakyat Indonesia. Buktinya, sejak kapitalisme diterapkan di Indonesia pada masa Orde Baru hingga kini di era Presiden SBY, sebagian besar rakyat Indonesia masih belum beranjak dari garis kemiskinan.

 

“Sudah saatnya kita tinggalkan kapitalisme, sehingga kita bisa mengelola sumber daya alam negeri ini untuk sebesar-besarnya kesejahteraan rakyat Indonesia. Kapitalisme harus ditinggalkan karena hanya menguntungkan segelintir orang,” kata Fuad dalam Dialog Kebangsaan bertema Indonesia 2009: Prospek Ekonomi, Politik, Sosial, dan Budaya yang diselenggarakan BEM UIN Syarif Hidayatullah di Aula Studen Center, Kamis (5/3).

 

Karena itu, menurut Bang Fuad, demikian lelaki ini biasa disapa, siapa pun yang terpilih sebagai presiden pada Pemilu 2009, harus mampu meninggalkan sistem ekonomi kapitalis. Sehingga, sumber daya alam yang melimpah di negeri ini dapat digunakan untuk mensejahterakan rakyat, bukan malah mensejahterakan negara lain.

 

Untuk mencapainya, mantan menteri keuangan di masa Orde Baru ini menghimbau agar pada Pemilu April dan Juni mendatang rakyat Indonesia memilih pemimpin yang berpihak kepada rakyat. “Jangan pilih pemimpin yang hanya mementingkan kepentingan pribadi dan golongannya,” sarannya.

 

Lebih lanjut Fuad menilai, para pemimpin yang selama ini menjabat lebih banyak mementingkan urusan pribadinya daripada mementingkan rakyat yang telah memilihnya. Bahkan, mereka menikmati kursi kekuasaannya dengan memanfaatkan jabatan untuk meraup keuntungan sebesar-besarnya. Mereka lupa terhadap tanggungjawabnya, yang mengakibatkan bangsa ini tidak mengalami perubahan yang berarti, walaupun pemimpin sudah silih berganti.

 

Selain Fuad Bawazier, hadir pula dalam Dialog Kebangsaan ini tokoh nasional  Prof Dharma Wishesa. Ia memotivasi mahasiswa UIN Jakarta agar bersemangat dalam memajukan negeri ini ke arah yang lebih baik. “Mari kita jadikan pengalaman masa lalu untuk membangun masa depan bangsa yang lebih baik. Manfaatkan pemilu 2009 ini dengan cerdas. Karena akan mempertaruhkan nasib negeri ini selama lima tahun ke depan,” kata Dharma.

 

Dharma juga mengingatkan agar mahasiswa jangan asal berdemonstrasi. Sebagai insan akademis, sebelum berdemonstrasi mahasiswa harus meneliti permasalahannya secara komprehensif. Sehingga tidak sekadar berdemonstrasi tapi juga bisa menawarkan solusi yang membangun. “Jangan coba-coba turun ke jalan kalau tidak tahu permasalahannya,” pungkasnya. [Nif/Ed]

Fuad Bawazier: Kapitalisme Gagal Sejahterakan Rakyat

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Hamzah Farihin

 

Student Center, UINJKT Online - Ketua DPP Partai Hati Nurani Rakyat Dr  Fuad Bawazier menilai sistem ekonomi kapitalis tidak dapat mensejahterakan rakyat Indonesia. Buktinya, sejak kapitalisme diterapkan di Indonesia pada masa Orde Baru hingga kini di era Presiden SBY, sebagian besar rakyat Indonesia masih belum beranjak dari garis kemiskinan.

 

“Sudah saatnya kita tinggalkan kapitalisme, sehingga kita bisa mengelola sumber daya alam negeri ini untuk sebesar-besarnya kesejahteraan rakyat Indonesia. Kapitalisme harus ditinggalkan karena hanya menguntungkan segelintir orang,” kata Fuad dalam Dialog Kebangsaan bertema Indonesia 2009: Prospek Ekonomi, Politik, Sosial, dan Budaya yang diselenggarakan BEM UIN Syarif Hidayatullah di Aula Studen Center, Kamis (5/3).

 

Karena itu, menurut Bang Fuad, demikian lelaki ini biasa disapa, siapa pun yang terpilih sebagai presiden pada Pemilu 2009, harus mampu meninggalkan sistem ekonomi kapitalis. Sehingga, sumber daya alam yang melimpah di negeri ini dapat digunakan untuk mensejahterakan rakyat, bukan malah mensejahterakan negara lain.

 

Untuk mencapainya, mantan menteri keuangan di masa Orde Baru ini menghimbau agar pada Pemilu April dan Juni mendatang rakyat Indonesia memilih pemimpin yang berpihak kepada rakyat. “Jangan pilih pemimpin yang hanya mementingkan kepentingan pribadi dan golongannya,” sarannya.

 

Lebih lanjut Fuad menilai, para pemimpin yang selama ini menjabat lebih banyak mementingkan urusan pribadinya daripada mementingkan rakyat yang telah memilihnya. Bahkan, mereka menikmati kursi kekuasaannya dengan memanfaatkan jabatan untuk meraup keuntungan sebesar-besarnya. Mereka lupa terhadap tanggungjawabnya, yang mengakibatkan bangsa ini tidak mengalami perubahan yang berarti, walaupun pemimpin sudah silih berganti.

 

Selain Fuad Bawazier, hadir pula dalam Dialog Kebangsaan ini tokoh nasional  Prof Dharma Wishesa. Ia memotivasi mahasiswa UIN Jakarta agar bersemangat dalam memajukan negeri ini ke arah yang lebih baik. “Mari kita jadikan pengalaman masa lalu untuk membangun masa depan bangsa yang lebih baik. Manfaatkan pemilu 2009 ini dengan cerdas. Karena akan mempertaruhkan nasib negeri ini selama lima tahun ke depan,” kata Dharma.

 

Dharma juga mengingatkan agar mahasiswa jangan asal berdemonstrasi. Sebagai insan akademis, sebelum berdemonstrasi mahasiswa harus meneliti permasalahannya secara komprehensif. Sehingga tidak sekadar berdemonstrasi tapi juga bisa menawarkan solusi yang membangun. “Jangan coba-coba turun ke jalan kalau tidak tahu permasalahannya,” pungkasnya. [Nif/Ed]