Gd. FU, Berita UIN Online— Fakultas Ushuluddin (FU) menggelar Konsorium Prodi dengan tema Implementasi Kurikulum Berbasis KKNI Dalam Menghadapi Masyarakat Ekonomi Asia (MEA), Sabtu (07/11).

Hadir sebagai narasumber Dekan FU Prof Dr Masri Mansoer M.Ag, dan Wakil Dekan Bidang Administrasi Umum Prof Dr M Ikhsan Tanggok M. Si serta segenap sivitas akademik Fakultas Ushuluddin (FU) UIN Jakarta.

Dekan FU dalam sambutannya “Workshop ini bertujuan untuk memperbaiki sistem kurikulum yang selama ini dianggap tumpang tindih, dan terlalu meluasnya matakuliah yang tidak sinkron dengan masing-masing program studi di Fakultas Ushuluddin,” paparnya.

Ditambahkannya, dengan adanya workshop ini para dosen bisa bersama-sama memberi rumusan dalam perbaikan kurikum untuk masa depan FU yang lebih baik.

Di tempat yang sama, Wakil Dekan Bidang Akademik  Prof Dr M Ikhsan Tanggok, M.Si menjelaskan tentang aturan sesuai dengan keputusan Rektor UIN bahwa jumlah Sistem Kredit Semester (SKS) untuk program Strata Satu (S1) minimal 144 SKS, sedangkan untuk  program Magister (S2) 36 SKS. Selain itu,  Guru Besar Antropologi ini menjelaskan tentang tata cara membuat Rencana Acara Perkuliahan (RAP) sebagai penganti Satuan Acara Perkuliahan (SAP), dan akan diadakan pelatihan khusus RAP di bulan Februari 2016.

Worksop ini menghasilkan keputusan perubahan kurikulum di seluruh Prodi S1 : Perbandingan Agama, Ilmu Aqidah dan Filsafat Islam (AFI), Ilmu Tasawuf (IT), Ilmu Qur’an dan Tafsir (IQT) dan Ilmu Hadis (IH), mulai tahun ajaran 2016/2017 akan diberlakukan, matakuliah yang semula berbobot 3 SKS,  diubah menjadi 2 sks yang mengambil beban kurikulum minimal 144 SKS dan maksimal 150 SKS.

Demikian halnya kelas bilingual yang rencana akan dilaksanakan di semester genap ini. Selain itu, workshop ini menghasilkan keputusan tentang homebase dosen sesuai dengan keahlian.  (Laporan Munawir Sanily)

Share This