FST Terbanyak Kirim Proposal Penelitian 2012

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Kantor Lemlit, BERITA UIN Online–Lembaga Penelitian (Lemlit) UIN Jakarta menyatakan, pada tahun 2012 ini terdapat 241 proposal penelitian yang diajukan oleh para peneliti dan dosen UIN Jakarta. Dari jumlah tersebut, pengirim proposal terbanyak berasal dari Fakultas Sains dan Teknologi (FST).

“Secara umum, tren penelitian terbanyak berasal dari fakultas-fakultas umum seperti Fakultas Sains dan Teknologi dan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan,” papar Sekretaris Lemlit Amelia Fauzia, Ph.D., di Kantor Lemlit, Gedung Rektorat Lt.3, Jum’at (20/4).

Berdasarkan data yang dihimpun Lemlit, FST pada tahun ini mengirimkan proposal sebanyak 46 buah (19.1%) dari jumlah keseluruhan. Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) menempati posisi kedua dengan jumlah 33 proposal (13.7%).

Urutan ketiga ditempati Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan. Fakultas yang dipimpin mantan Rektor UI Prof dr MK Tadjuddin ini mengirimkan 32 proposal penelitian (13.3 %). Dan, Fakultas Syari’ah dan Hukum (FSH) mengirimkan 28 proposal peneltian (11.6%).

Sementara fakultas-fakultas lain selain empat fakultas di atas, mengirimkan proposal di bawah 10 %. Secara umum, proposal yang dikimkan ke panitia seleksi lebih banyak  berasal dari fakultas-fakultas nonkeagamaan.

Menurut Amelia, terdapat sejumlah faktor yang melatarbelakangi kuantitas kegiatan penelitian di fakultas umum lebih tinggi dibanding fakultas agama. Selain kebijakan di tingkat fakultas yang mendorong kegiatan penelitian para dosennya seperti dukungan pembiayaan penelitian dosennya, komposisi dosen yang di suatu fakultas juga menjadi faktor seberapa banyak jumlah penelitian yang masuk ke Lemlit.

Untuk kepentingan penelitian ini, UIN Jakarta mengalokasikan anggaran hingga Rp 2,93 miliar yang bersumber dari DIPA APBN maupun dana BLU UIN Jakarta untuk pembiayaan 91 judul penelitian yang lulus seleksi.

Rinciannya adalah Rp 370 juta untuk 37 judul penelitian atau Rp 10 juta per judul penelitian individu, Rp 575 juta untuk 23 judul penelitian kolektif atau Rp 25 juta per judul penelitian, Rp 1,05 Miliar untuk 14 judul penelitian kompetetif atau Rp 75 juta per judul penelitian, dan Rp 935 juta untuk 17 penelitian institusional atau Rp 55 juta per judul penelitian. (Zaenal M)