Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) UIN Jakarta menggelar stadium general yang mengangkat tema Islam, Kemanusiaan dan Perdamaian Dunia: Refleksi dan Aksi Krisis Kemanusiaan Muslim Rohingya. Acara yang digelar pada, Selasa (26/09) tersebut, dilaksanakan di Ruang Teater FSH lantai 2.

Ruang Teater, BERITA UIN Online—Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) UIN Jakarta menggelar stadium general yang mengangkat tema Islam, Kemanusiaan dan Perdamaian Dunia: Refleksi dan Aksi Krisis Kemanusiaan Muslim Rohingya. Acara yang digelar pada, Selasa (26/09) tersebut, dilaksanakan di Ruang Teater FSH lantai 2.

Kepada BERITA UIN Online, panitia acara mengatakan, bahwa tujuan dilaksanakannya acara tersebut adalah untuk Mengetahui dan memahami latar belakang kekerasan di  Rohingya.

“Terpenting, kita dapat melakukan tindakan yang tepat untuk membantu Rohingya, dan mampu memberikan pandangan terhadap kasus pembantaian Rohingya,” tandasnya.

Acara yang dibuka secara resmi oleh Dekan FSH Dr Asep Saepudin Jahar MA tersebut, menghadirkan beberapa narasumber, diantaranya Minako Sakai PhD (Koordnator Penyelidik Sosial Asia Tenggara), Dr Amelia Fauziyah (Direktur Social Trust Fund UIN Jakarta), dan Dr Irfan Sauqi Beik (Direktur CIBEST).

Dekan, dalam sambutannya mengapresiasi terselenggaranya acara tersebut. Dirinya berharap semoga apa yang menjadi tujuan bersama dapat tercapai dengan baik. Selain itu, kegiatan ini menurut Asep, merupakan manifestasi kepedulian kita terhadap sesama.

Di tempat yang sama, Minako dalam penyampaiannya mengatakan bahwa perlu adanya pengawasan terhadap kegiatan penyaluran bantuan ke daerah-daerah bencana maupun konflik.

“Agar terjadi hubungan yang harmonis antara si pemberi bantuan dan yang menerimanya. Dengan demikian, maka akan membantu menciptakan perdamaian dunia,” tandas Minako.

Hal tersebut diperkuat oleh pemaparan Amalia Fauziah, dirinya menegaskan bahwa bantuan yang diterima oleh pihak yang salah, justru akan menimbulkan bencana dan konflik baru.

Peserta antusias mengikuti Studium General FSH UIN Jakarta

“Maka, untuk memberikan bantuan, perlu diadakan observasi terlebih dahulu serta pengkajian secara mendalam agar bantuan tersebut diterima oleh pihak yang membutuhkannya,” jelas Amalia.

Irfan Sauqi, selaku narasumber yang mewakili Baznas mengatakan, bahwa untuk program kemanusiaan, baznas memiliki instansi khusus, yakni Baznas Tanggap Bencana (BTB).

“BTB sebagai perpanjangan tangan Baznas, sampai saat ini telah menyalurkan bantuan kemanusiaan ke Myanmar,” tandas Sauqi.

Hasil pantauan BERITA UIN Online di lokasi terlihat, acara tersebut berlangsung khidmat dan diikuti segenap sivitas akademika FSH UIN Jakarta, yang sedikitnya tidak kurang dari 300 peserta. Tidak hanya menghadiri, mahasiswa pun antusias melontarkan beberapa pertanyaan kepada narasumber. (lrf)

 

Share This