FKIK UIN Jakarta Gelar Sumpah Ners ke-7

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone
Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Jakarta menggelar sumper Ners bagi 32 mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan di Auditorium Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (16/03/2016). Dari total 32 mahasiswa tersebut terdiri dari 29 perempuan dan 3 laki-laki. Ke-32 ners tersebut sebelumnya dinyatakan lulus Uji Kompetensi Ners Indonesia (UKNI).

Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Jakarta menggelar sumper Ners bagi 32 mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan di Auditorium Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (16/03/2016). Dari total 32 mahasiswa tersebut terdiri dari 29 perempuan dan 3 laki-laki. Ke-32 ners tersebut sebelumnya dinyatakan lulus Uji Kompetensi Ners Indonesia (UKNI).

Auditorium FKIK, BERITA UIN Online— Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Jakarta menggelar sumper Ners bagi 32 mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan di Auditorium Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (16/03/2016). Dari total 32 mahasiswa tersebut terdiri dari 29 perempuan dan 3 laki-laki. Ke-32 ners tersebut sebelumnya dinyatakan lulus Uji Kompetensi Ners Indonesia (UKNI).

Kegiatan ini dihadiri oleh Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Prof. Dr. Dede Rosyada, MA, Dekan FKIK Prof. Dr. Arif Sumantri, MKes, perwakilan Direktur RSUP Fatmawati, Ketua PPNI (Persatuan Perawat Nasional Indonesia) Harif Fadhillah, S.Kp., SH dan Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (Ditpdpontren) Kementrian Agama yang diwakili oleh Dr. Ainur Rofiq, MA.

Dalam sambutanya, Prof. Dr. Dede Rosyada, MA berpesan kepada peserta sumpah ners bahwa nerssebagai garda terdepan dalam pelayanan kepada pasien baik di rumah sakit atau dilingkungan sekitar. Beliau pun berpesan agar lulusan ners FKIK UIN dimohon tetap menjaga citra almamater UIN Jakarta. “Dan jangan lupa, selalu ikut berkontribusi  memberikan dan mengabdikan dirinya di pesantren, mengingat selama ini pengelolaan kesehatan di Pesantren belum optimal sehingga banyak para santri yang kurang sehat,” harapnya.

Senada dengan rektor, Ditpdpontren yang diwakili oleh Dr. Ainur Rofiq MA mengaku bersyukur dari peserta sumpah ners, 11orangdiantaranya merupakan santri yang mendapatkan beasiswa dari Kementrian Agama. Dalam sambutannya, Ainur juga mengingatkan para ners  menjadikan nilai-nilai Islam sebagai sumber spirit mereka dalam berkarya bagi umat.

Ditambahkan Ainur, Islam dan keperawatan kesehatan tidak bisa dipisahkan. Dalam sejarah Islam, misalnya, salah seorang perempuan yang hidup pada masa Rasulullah SAW yakni Rufaidah al Aslamiyah merupakan perawat pertama di dunia Islam. Dia membangun tenda (untuk perawatan prajurit terluka) di setiap peperangan yang berlangsung pada masa Rasulullah SAW.

“Dan pada perang Khaibar, ia meminta untuk ikut di belakang para mujahid yang sedang berperang untuk membantu yang terluka. “tandasnya.

Pelaksanaan kegiatan angkat janji sumpah ners sendiri dimaksudkan untukmemberikan perlindungan legal etik  dan keabsahan sebagai  lulusan ners. Tujuan dari kegiatan angkat janji sumpah ners adalah untuk mensahkan dan meluluskan  profesi ners di  Program Studi Ilmu Keperawatan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. (Masduki)