Auditorium FKIK, BERITA UIN Online— Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Jakarta memulai program matrikulasi bagi 64 mahasiswa baru asal pesantren untuk tahun akademik 2017/2018. Program matrikulasi diberikan agar peserta memiliki bekal sains dasar sekaligus mengenal suasana pembelajaran di FKIK UIN Jakarta.

Pembukaan dibuka langsung Rektor UIN Jakarta Prof. Dr. Dede Rosyada MA didampingi Dekan FKIK UIN Jakarta Prof. Dr. Arif Sumantri SKM M.Kes di sela-sela penandatanganan kerjasama FKIK UIN Jakarta, Kementerian Agama, Pemkab Musi Banyuasin, Pemprov Kepulauan Riau, dan Pemkot Palangkaraya di Ruang Auditorium FKIK, Senin (10/7/2017).

Turut hadir dalam pembukaan, Wakil Rektor Bidang Kerjasama Prof Dr Murodi MA, Kasubdit Pendidikan Diniyah mewakili Pendidikan Diniyah dan Pontren Kementerian Agama Dr Ahmad Zayadi M.Pd, Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Riau Dr Tengku Said Arif Fadillah M.Si, Walikota Palangkaraya Dr. H. M. Riban Satia S.Sos., M.Si, Kepala Bidang Perencanaan, Pembangunan, dan Subsidi Dinas Pendidikan Kabupaten Musi Banyuasin Fauzi Asran.

Menurut rektor, matrikulasi dibutuhkan karena mahasiswa tersebut merupakan snatri pondok pesantren yang lolos seleksi masuk melalui jalur kerjasama. Dengan begitu, melalui matrikulasi mahasiswa bisa mendapat penguatan sains dasar keilmuan masing-masing.

“Kedokteran, misalnya sains dasarnya biologi, terapannya dokter. Lalu farmasi sains dasarnya kimia, terapannya apoteker. Keperawatan juga biologi. Dengan matrikulasi, pemahaman sains mereka diharap memiliki modal kuat sebelum tahun pelajaran berjalan,” katanya.

Data kepesertaan program matrikulasi yang dikutip Berita UIN Online, ke 64 peserta program mamsing-masing berasal dari program beasiswa santri berprestasi Kementerian Agama RI 43, santri asal Provinsi Kepulauan Riau 7 orang, santri dari Kabupaten Musi Banyuasin 4 orang, dan santri asal Kota Palangkaraya 10 orang. Seluruhnya terdistribusi dalam prodi pendidikan dokter, prodi kesehatan masyarakat, prodi ilmu keperawatan, dan prodi farmasi.

Rektor berharap para peserta matrikulasi betul-betul mengikut proses matrikulasi dengan baik. “Berikan kemampuan terbaik Anda sehingga bisa mengikut kuliah di September nanti,” tambahnya.

Sementara dalam sambutannya, Arif mengatakan, diberikan selam hampir dua bulan sampai mereka memasuki masa belajar di semester ganjil tahun akademik 2017/2018. Selama matrikulasi, para mahasiswa santri ini diberikan penguatan pembelajaran sains sehingga mereka memiliki modal penting dalam mengikut kelas.

“Matrikulasi ini untuk menjawab keraguan kualitas santri pesantren bisa kuliah di FKIK. Kami ingin buktikan, bahwa insya Alloh dengan memenuhi passing grade yang ditentukan, santri pesantren bisa mengikuti perkuliahan bidang kedokteran dan kesehatan masyarakat,” paparnya. (farah/hermanuddin/zm)

Share This