Auditorium, BERITA UIN Online – Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) genap berusia 59 tahun. Puncak perayaan fakultas tertua di UIN Jakarta itu digelar di Auditorium Prof Dr Harun Nasution, Jumat (3/6) malam. Acara perayaan ditandai dengan pemotongan kue tar oleh pimpinan FITK.

Namun, lazimnya perayaan ulang tahun, kue tar dengan lilin menyala yang biasanya ditiup kali ini justru tidak. Pimpinan FITK malah membiarkan lilin tersebut menyala dan hanya memotong kue.

“Biarkan lilin tetap menyala. Hal itu menandakan bahwa FITK akan terus berkembang dan maju,” kata Dekan FITK Prof Dr Ahmad Thib Raya yang hadir malam itu. “Jika lilin ditiup dan padam, itu artinya FITK tidak berkembang,” lanjutnya.

Perayaan puncak ulang tahun atau milad ke-59 FITK malam itu berlangsung semarak. Selain diisi dengan beragam penampilan kesenian oleh mahasiswa aktifis Pojok Seni Tarbiyah (Postar), juga pembagian hadiah dan piala dari hasil berbagai perlombaan yang diadakan sebelumnya. FITK juga memberikan piagam penghargaan kepada sejumlah pegawai dan dosen teladan yang telah berdedikasi, termasuk para mahasiswa yang berprestasi.

“Kami ingin mengapresiasi mereka. Sebab tanpa mereka FITK tidak akan jadi apa-apa,” kata Ahmad Thib Raya.

FITK lahir pada 1 Juni 1959. Lahirnya FITK menjadi embrio berdirinya kampus UIN Jakarta. Karena itu pula saat ada perayaan milad UIN Jakarta juga sekaligus merayakan lahirnya FITK.

Turut hadir pada perayaan tersebut para wakil dekan, ketua jurusan, dosen serta sejumlah mahasiswa. Tampak pula mantan Dekan FITK Prof Dr Salman Harun serta sesepuh FITK lain. (NS)

Share This