FISIP, Berita UIN Online – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta bekerjasama dengan Rajaratnam School of International Studies (RSIS), NTU Singapore menggelar workshop International di gedung FISIP Kampus II UIN Jakarta. Bertemakan Understanding the Rise of Islamism in Indonesia, workshop yang didanai langsung oleh RSIS ini, menghadirkan 11 pembicara dan dua pembicara kunci.

Dekan FISIP UIN Jakarta, Prof Dr Zulkifli MA menjelaskan, acara ini digelar untuk mendapatkan suatu pemahaman secara utuh tentang kebangkitan islamisme di Indonesia.

“Tujuannya adalah mendapatkan pemahaman yang utuh tentang kebangkitan islamisme di indonesia. Kegiatan juga ini dilatarbelakangi oleh aksi bela islam yang dilakukan pada tahun lalu,” jelasnya.

Menurutnya, Aksi Bela Islam yang dilakukan pada tahun lalu sangat berdampak besar bagi politik di Indonesia, sehingga perlu adanya pembahasan yang dikaji secara lebih mendalam. Selain berpengaruh pada politik Indonesia juga menghasilkan dampak yang cukup besar juga pada masyarakat.

“Pengaruhnya begitu besar sehingga berdampak pada kondisi politik di indonesia,” kata Zulkifli.

Zulkifli pun sedikit mengartikan arti dari Islamisme yang menurut pandangannya merupakan suatu gerakan islam politik yang membawa isu ideologi islam dan prinsip-prinsip islam kedalam politik. ” misalnya ketika memilih apakah agama menjadi pertimbangan,” tandas Zulkifli.

Ia pun berharap dengan adanya workshop International ini, para peserta mendapatkan pemahaman secara utuh tentang bangkitnya islamisme di Indonesia.

“Dari kegiatan ini berharap kita mendapatkan pemahaman yang utuh tentang kebangkitan islamisme di indonesia. Selain itu juga ada topik yang banyak, seperti bagaimana kaitan mui dengan gerakan itu lalu ada tentang hizbuttahrir. Jadi ada 11 topik yang dibicarakan dalam kegiatan ini,” pungkas Zulkifli. (ns/adit)