Auditorium FISIP, BERITA UIN Online—Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UIN Jakarta menggelar seminar dengan mengusung tema Membangun Bisnis Ekonomi Kreatif yang Tangguh Sampai Bertaraf Nasional Hingga Internasional, Selasa (10/04) lalu. Acara yang dimulai pukul 09.00 sampai 12.00 Wib tersebut, bertempat di Auditorium FISIP UIN Jakarta.

Workshop yang didesain dalam bentuk diskusi panel itu, dimoderatori oleh Abdul Aziz serta menghadirkan tiga pembicara yang merupakan pengusaha muda sukses yang tergabung dalam HIPMI-PT Banten. Mereka antara lain, Faizal Hermiansyah SKom (Pemilik Eight Code Indonesia), Amar Hertanto MM (Pemilik Transporindo Lima Perkasa, Truckindo Jaya Bersama dan perusahaan logistik lainnya), dan Maheksa Akni S (Pemilik Ayam Geprek Bensu, Kuenya Ayu).

Acara yang dibuka oleh Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan Dr Agus Nugraha MA dilanjutkan dengan penandatanganan MoU (Memorandum of Undestanding) antara FISIP dan HIPMI PT Banten. Dari FISIP UIN Jakarta, diwakili oleh Dr Agus Nugraha MA sedang dari HIPMI Banten diwakili oleh Faizal Hermiansyah SKom selaku ketua HIPMI-PT Banten.

Workshop yang terbuka untuk umum ini, dihadiri sedikitnya 350 orang peserta yang berasal dari mahasiswa UIN Jakarta dari berbagai fakultas, juga mahasiswa dari berbagai universitas yang ada di Jabodetabek. Selain itu, hadir pula para pegawai swasta, guru dan tamu undangan lainnya.

Salah satu panitia acara, kepada BERITA UIN Online mengatakan, bahwa kegiatan tersebut diharapkan mampu memberikan pencerahan kepada mahasiswa untuk mau berwirausaha ketika lulus nanti. Pasalnya, dunia kerja khususya untuk lowongan PNS akan semakin berkurang. Salah satunya dengan kebijakan Presiden Jokowi melakukan moratorium penerimaan CPNS di masa kepemimpinannya. Tak hanya itu, berpolitik di masa sekarang pun membutuhkan modal tak sedikit untuk bisa mencalonkan diri sebagai calon legislatif ataupun eksekutif.

Atas dasar tersebut, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik bekerjasama dengan HIPMI PT Banten mengadakan acara workshop ini untuk mendorong keinginan mahasiswa dalam berbisnis. (lrf/Alphy)