FISIP Luncurkan Buku “Dilema PKS: Suara dan Syari’ah”

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Auditorium TIK, BERITA UIN OnlineFakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UIN Jakarta meluncurkan dan membahas buku berjudul “Dilema PKS: Suara dan Syariah” di Auditorium Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Nasional UIN Jakarta Jl.Kertamukti,Cirendeu,Ciputat, Selasa, (10/4).

Buku karya pengajar FISIP UIN Jakarta Burhanuddin Muhtadi  itu merupakan olahan dari tesis magister Ilmu Politik penulisnya di Australian National University (ANU).  Buku setebal 335 halaman ini memotret fenomena Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dari sudut pandang keilmuan, mulai dari asal-usulnya sebagai Jamaah Tarbiyah pada masa Orde Baru, pengaruh ideologis dari Ikhwanul Muslimin Mesir, pendirian Partai Keadilan pada awal Reformasi, sampai dinamika internal antara berbagai aspirasi dalam PKS. “Dilema politik PKS adalah berusaha menggeser ke posisi ‘tengah’ bukan lagi sebagai ‘kanan’,”ujar Burhanuddin.

Saat ini, sambung Burhanuddin, PKS berusaha sebagai partai electoralis dibanding partai ideologis. PKS berusaha menjadi partai terbuka dan meraup sebesar-besarnya simpati pemilih tidak hanya mereka yang ideologis. Namun juga masyarakat umum, bahkan yang non muslim sekalipun.

Atas peluncuran buku tersebut, Rektor Prof Dr Komaruddin Hidayat menyatakan, buku karya Buhanuddin itu layak diapresiasi. Selain pendekatan penulisannya menggunakan metodologi ilmu-ilmu sosial kontemporer, juga kajiannya  cukup  mendalam.

“Sejauh pengamatan saya, belum ada satu pun buku yang membahas kemunculan dan perkembangan PKS secara serius dengan metode protest-event analysis untuk mengkaji aksi-aksi demonstrasi PKS. Buku Burhanuddin Muhtadi ini dapat menutup kekurangan tersebut. Baik dari sisi metodologi maupun sintesa pendekatan dengan menggunakan teori gerakan sosial, buku ini merupakan terobosan penting dalam diskursus akademik tentang PKS dan gerakan Islamis di Indonesia.” ujar Rektor.

Sejumlah pakar dan pengamat politik hadir menjadi pembicara pada acara tersebut, yaitu, Ketua Umum PP Muhammadiyah yang juga Guru Besar Ilmu Politik Prof Dr Din Syamsuddin, pengamat politik Fachry Ali, dan Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) Tifatul Sembiring, yang juga mantan Presiden PKS. (Zaenal m)