Auditorium FISIPBERITA UIN Online—Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UIN Jakarta bekerjasama dengan Rajaratnam School of International Studies (RSHS) Singapore, menggelar diskusi internasional di ruang pertemuan FISIP UIN Jakarta, Rabu (31/02) lalu.

Acara yang mengusung tema Understanding the Rise of Islamism in Indonesia,  disponsori langsung oleh RSHS, serta menghadirkan 11 pembicara dan dua keynote speakers.

Dekan FISIP UIN Jakarta, Prof Dr Zulkifli MA kepada BERITA UIN Online menjelaskan, acara ini digelar untuk mendapatkan sebuah yang pemahaman utuh tentang kebangkitan Islamisme di Indonesia.

“Kami bertujuan bagaimana mendapatkan pemahaman yang utuh tentang kebangkitan Islamisme di indonesia. Kegiatan juga ini dilatarbelakangi oleh aksi bela Islam yang dilakukan pada tahun lalu,” jelasnya.

Masih menurutnya, aksi bela Islam yang dilakukan pada tahun lalu sangat berdampak besar bagi politik di Indonesia, sehingga perlu adanya pembahasan lebih mendalam. Selain berpengaruh pada politik Indonesia, juga menghasilkan dampak yang cukup besar pada masyarakat.

“Pengaruhnya begitu besar sehingga berdampak pada politik di indonesia,” kata Zulkifli.

Pada kesempatan yang sama, Zulkifli sedikit mengartikan arti dari Islamisme yang menurut pandangannya merupakan suatu gerakan Islam politik yang membawa isu ideologi Islam dan prinsip-prinsip Islam kedalam politik.

“Misalnya ketika memilih pemimpin, apakah agama menjadi pertimbangan,” tandas Zulkifli.

Ia pun berharap, dengan adanya workshop ini, para peserta mendapatkan pemahaman secara utuh tentang bangkitnya Islamisme di Indonesia.

“Kami berharap, kita akan mendapatkan pemahaman yang utuh tentang kebangkitan Islamisme di indonesia. Selain itu banyak topic yang akan dibahas, seperti bagaimana kaitan MUI dengan gerakan itu, lalu ada tentang Hizbut Tahrir. Stidaknya, sebelas topik yang dibicarakan dalam kegiatan ini,” pungkas Zulkifli. (lrf/aw)