Filsafat Tak Sesatkan Umat

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter : Dwita Yuswandari

Auditorium Utama, UINJKT Online – Berkembangnya anggapan di masyarakat bahwa mempelajari filsafat akan membawa kesesatan dibantah melalui kesaksian alumni Fakultas Ushuluddin dan Filsafat (FUF), Muhammad Albar. Menurut Albar tidak ada kurikulum FUF yang menunjang untuk menjadikan mahasiswanya sesat, bahkan dengan mempelajari filsafat, pemikiran seseorang akan semakin terbuka.

Kesaksian tersebut terlontar dalam acara seminar “Pesan Sufistik dalam Tari Sufi”. Acara yang diselenggarakan Laboratorium Filsafat Islam dan Tasawuf (LABFIT), yang juga menggelar tarian Darwis dari kelompok Kafe Rumi, Rabu (03/06) di Auditorium Utama. Di depan sivitas akademika FUF, dan undangan dari majelis taklim sekitar UIN Jakarta serta masyarakat umum, Albar menguraikan kisahnya setelah lulus dari FUF tahun 2009.

Selain seminar, kegiatan ini juga dijadikan sebagai ajang promosi program studi FUF khususnya Aqidah Filsafat. Sebab, selama ini jurusan tersebut kurang diminati masyarakat umum akibat banyaknya orang tua yang termakan berita bahwa banyak mahasiswa yang murtad setelah kuliah di UIN Jakarta.

Diakui Albar, memang di tengah masyarakat ada saja penceramah yang ketika berceramah menakut-nakuti jamaah untuk tidak menyekolahkan anaknya di UIN Jakarta atau Lembaga Agama. Karena menurutnya pemahaman agama yang berlebihan akan menyebabkan kebingungan sehingga murtad. Anggapan ini jelas tidak berdasar.

“Jika seluruh penceramah menganjurkan umatnya tidak belajar agama di lembaga agama, maka Islam akan runtuh,” ujar finalis Da’i TPI tahun 2005. Diuraikan pula bagaimana Islam mencapai kejayaannya dalam bidang ilmu pengetahuan dan itu menjadi ketakutan bagi musuh umat Islam jika terulang kembali.

Filsafat Tak Sesatkan Umat

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter : Dwita Yuswandari

Auditorium Utama, UINJKT Online – Berkembangnya anggapan di masyarakat bahwa mempelajari filsafat akan membawa kesesatan dibantah melalui kesaksian alumni Fakultas Ushuluddin dan Filsafat (FUF), Muhammad Albar. Menurut Albar tidak ada kurikulum FUF yang menunjang untuk menjadikan mahasiswanya sesat, bahkan dengan mempelajari filsafat, pemikiran seseorang akan semakin terbuka.

Kesaksian tersebut terlontar dalam acara seminar “Pesan Sufistik dalam Tari Sufi”. Acara yang diselenggarakan Laboratorium Filsafat Islam dan Tasawuf (LABFIT), yang juga menggelar tarian Darwis dari kelompok Kafe Rumi, Rabu (03/06) di Auditorium Utama. Di depan sivitas akademika FUF, dan undangan dari majelis taklim sekitar UIN Jakarta serta masyarakat umum, Albar menguraikan kisahnya setelah lulus dari FUF tahun 2009.

Selain seminar, kegiatan ini juga dijadikan sebagai ajang promosi program studi FUF khususnya Aqidah Filsafat. Sebab, selama ini jurusan tersebut kurang diminati masyarakat umum akibat banyaknya orang tua yang termakan berita bahwa banyak mahasiswa yang murtad setelah kuliah di UIN Jakarta.

Diakui Albar, memang di tengah masyarakat ada saja penceramah yang ketika berceramah menakut-nakuti jamaah untuk tidak menyekolahkan anaknya di UIN Jakarta atau Lembaga Agama. Karena menurutnya pemahaman agama yang berlebihan akan menyebabkan kebingungan sehingga murtad. Anggapan ini jelas tidak berdasar.

“Jika seluruh penceramah menganjurkan umatnya tidak belajar agama di lembaga agama, maka Islam akan runtuh,” ujar finalis Da’i TPI tahun 2005. Diuraikan pula bagaimana Islam mencapai kejayaannya dalam bidang ilmu pengetahuan dan itu menjadi ketakutan bagi musuh umat Islam jika terulang kembali.