Film Juga Tentukan Kemajuan Bangsa

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Apristia Krisna Dewi

Aula Madya, BERITA UIN Online - Majunya suatu peradaban bangsa tidak hanya ditentukan faktor pendidikan, ekonomi, sosial, maupun politik. Tetapi juga faktor budaya yang salah satunya adalah seni film. Seni film merupakan sekian dari bentuk budaya modern yang harus dilestarikan di samping budaya tradisional. Sebab, jika budaya film berjaya akan menentukan kemajuan bangsa termasuk bangsa Indonesia.

Hal itu diungkap sutradara film Damian Dematra dalam Meet and Greet Bintang Film Layar Lebar Si Anak Kampoeng’ di Aula Madya, Kamis (14/4). Dalam acara tersebut, hadir para pemain film Si Anak Kampoeng seperti Radith Syam, Pong Hardjatmo, Maya Ayu, Lucky Moniaga, dan Vinda Anggareni.

Damian yang merupakan sutradara film ‘Si Anak Kampoeng’ mengatakan seharusnya bangsa Indonesia berkaca kepada Amerika Serikat (AS) yang maju karena industri film Hollywood-nya. Film-film yang disajikan dari Hollywood selalu bermutu dan diminati masyarakat dunia sehingga industri film di negeri Paman Sam tersebut selalu berkembang tiap tahunnya.

“Berbeda dengan Indonesia yang kini selalu menyajikan film bergenre horor, seks, dan komedi yang tidak bermutu, tidak mendidik bahkan dapat merusak moral bangsa sehingga bisa dipastikan seperti apa kondisi bangsa kelak jika disuguhi film tersebut,” ungkap Damian yang juga penulis novel ini

Ia juga menuturkan seharusnya Indonesia menyajikan film yang bermutu, mendidik, dan inspiratif bukan film yang dapat menghancurkan moral demi komersialitas semata. Oleh karena itu, Damian tergerak untuk memperbaiki kondisi perfilman Indonesia dengan memproduksi film-film bermutu salah satunya adalah film berjudul ‘Si Anak Kampoeng’ yang akan tayang serempak di bioskop tanah air mulai 21 April mendatang.

Film ‘Si Anak Kampoeng’ mengisahkan tentang kehidupan Buya Ahmad Syafii Maarif yang juga tokoh Muhammadiyah, tokoh nasionalis, dan pluralis serta mantan Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah periode 1998-2000 dan 2000-2005.

Film yang mengambil setting background Minangkabau ini menceritakan sosok anak kampung bernama Syafii Maarif yang penuh lika liku serta perjuangannya mencapai mimpi. Mimpinya adalah bagaimana Syafii dapat keluar dari kampungnya di pelosok Sumatera Barat yang jauh dari hingar bingar untuk meraih cita-cita setinggi-tingginya. Akhirnya dengan ditempuh berbagai upaya dan perjuangan yang gigih salah satunya melalui pendidikan, Syafii sukses meraih mimpinya yakni menjadi intelek yang sukses di bidang agama.

“Film ini sangat layak ditonton bagi masyarakat. Saya berharap agar film ini sukses dan dapat menginspirasi masyarakat betapa pentingnya pendidikan dan perjuangan yang gigih untuk meraih mimpi,” papar Damian yang juga sutradara film ‘Obama Anak Menteng’ tersebut. []