Fidikom Selenggarakan Mozaik Kebudayaan

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Apristia Krisna Dewi

Gedung Fidikom, BERITA UIN Online - Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang kaya akan budayanya. Budaya tersebut sangat beragam dan tersebar dari Sabang hingga Merauke. Namun, ketika  globalisasi yang merupakan budaya Barat menyerang  dan bangsa ini tak mampu membendungnya hal itu jelas menimbulkan dampak negatif bagi Indonesia, salah satunya adalah pengikisian budaya. Padahal, budaya merupakan warisan bangsa yang harus dijaga.

Hal itulah yang mendorong Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi( BEM Fidikom) menyelenggarakan even “Mozaik Kebudayan Nusantara, Merajut  Jati Diri dan Karakter Bangsa” . Even ini berlangsung selama empat pekan (20 April- 12 Mei).

Acara Mozaik Kebudayaan Nusantara dibuka  oleh Dekan Fidikom UIN Jakarta, Dr Arief Subhan, MA dan Pembantu Dekan Bidang Kemahasiswaan, Dr Study Rizal, Lk di Taman Fidikom, Rabu (20/4). Dalam sambutannya, dekan mengatakan Indonesia yang merupakan negara multikulturalisme harus dijunjung tinggi nilai multikulturalisme tersebut salah satunya adalah melalui even Mozaik Kebudayaan Nusantara yang dipelopori oleh BEM Fidikom

“Mozaik Kebudayaan merupakan wadah kreativitas dan apresiasif serta sebagai penghargaan keanekaragaman kebudayaan Indonesia. Dan saya harap tidak hanya Fidikom yang turut berpartisipasi dalam melestarikan budaya namun juga masyarakat Indonesia,” ujar Arief.

Even Mozaik Kebudayaan Nusantara ini dimeriahkan oleh berbagai acara diantaranya Lomba Permainan Tradisional yakni Engrang, Engklek, dan Congklak, Lomba Fotografi Kebudayaan, Lomba Tari Saman Tingkat SMA Se-Jabotabek, Seminar Nasional Kebudayaan, Kampanye Pencegahan Global Warming, dan Festival Kuliner Nusantara.

Ketua Panitia Mozaik Kebudayaan Nusantara, Sabir Laluhu mengungkapkan kondisi budaya Indonesia yang kini cukup kritis akibat globalisasi mendorong dirinya dan kawan-kawan di BEM Fidikom untuk menyelenggarakan even tersebut. Kebetulan even ini merupakan yang pertama kali di lingkungan kampus UIN Jakarta.

“Di UIN sendiri belum pernah menyelenggrkan even berkaitan dengan kebudayaan oleh karena itu kami tergerak untuk mempersiapkan dan menyelenggarakan acara ini dengan baik,” ungkap Sabir.

Dia juga menuturkan di UIN Jakarta, khusunya Fidikom banyak yang terdiri dari keanekaragaman komunitas, primordial dan latar belakang budaya daerah yang berbeda. Oleh karena itu, Sabir yang juga Presidem BEM Fidikom periode 2010-2011 ini berinisiatif untuk mengapresiasi keanekaragaman tersebut dalam acara Mozaik Kebudayaan Nusantara sekaligus bertujuan untuk menemukan jati diri dan karakter sebagai bangsa Indonesia.

“Jangan pernah mengaku sebagai bangsa Indonesia kalau tidak paham akan kebudayaannya. Budaya adalah jati diri dan karakter bangsa serta warisan leluhur yang harus dilestarikan. Oleh karena itu, saya harap acara ini dapat mendorong masyarakat untuk menjaga budaya tanpa melupakan nilai-nilai kemanusiaan,” tandas Sabir.