Mahasiswa UIN Jakarta meluncurkan laman http://uintransparan.com/ guna mendorong keterbukaan informasi publik di Ruang Diorama, Auditorium Utama, Selasa (10/10). Laman ini merupakan partisipasi mereka dalam ajang Festival Integritas Kampus 2017 yang digelar Komisi Pemberantasan Korupsi (Foto: Ika Puspita Sari).

Ruang Diorama, BERITA UIN Online— Mahasiswa UIN Jakarta yang tergabung dalam tim Jujur, Berintegritas, Berani Berantas Korupsi (Jeruji Besi) meluncurkan laman http://uintransparan.com/ guna mendorong keterbukaan informasi publik di lingkungan kampus di Ruang Diorama, Auditorium Utama, Selasa (10/10). Website ini merupakan laman yang mereka buat untuk meramaikan Festival Integritas Kampus 2017 yang digelar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Tim Jeruji Besi sendiri beranggotakan tiga mahasiswa UIN Jakarta. Ketiganya, Muhammad Nur Azami (mahasiswa Jurusan Sejarah Peradaban Islam, FAH), Selamet Widodo (mahasiswa Jurusan Tafsir Hadist, FU), dan Shofwatul Ummah (mahasiswa Jurusan Aqidah dan Filsafat Islam, FU). Tim ini mewakili UIN Jakarta mengikuti Festival Integritas Kampus 2017 yang mendorong mahasiswa membangun integritas dan sikap antikorupsi melalui pengembangan dan pemanfaatan media kampanye sosial.

Salah satu anggota tim, Azami kepada BERITA UIN Online mengatakan, ia bersama dua kawannya membuat website http://uintransparan.com/ sebagai media untuk mengimplementasikan Keterbukaan Informasi Publik untuk mahasiswa UIN Jakarta. Ini merujuk pada Undang-Undnag Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik yang bertujuan membentuk sistem good and clean governance.

Tak hanya itu, sambungnya, keterbukaan informasi publik di lingkungan perguruan tinggi juga diperkuat Permen No. 75 Tahun 2016 tentang Layanan Informasi Publik. “Dengan website, kami berharap mahasiswa non aktivis lembaga kemahasiswaan sekali pun dapat berperan aktif dalam penyelenggaraan lembaga kemahasiswaan, dari pengawasan, pelaksanaan penyelenggaraan kegiatan, sampai pada proses pengambilan keputusan publik,” paparnya.

Menanggapi itu, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UIN Jakarta Prof. Dr. Yuzran Razak mengapresiasi peluncuran website tersebut. Menurutnya, kehadiran website merupakan bukti tingginya idealism dan komitmen mahasiswa UIN Jakarta dalam mendorong keterbukaan dan transparansi publik. “Semoga mahasiswa tetap komitmen dengan transparansi dan akuntabilitas ini, dan terhindar dari Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme,” harapnya.

Diapresiasi KPK

Fungsional Direktorat Dikyanmas KPK Dotty Rahmatiasih yang turut hadir dalam peluncuran laman http://uintransparan.com/ mewakili pimpinan dan institusi KPK mengapresiasi inisiatif para mahasiswa. Menurutnya, ini menjadi optimisme bahwa generasi muda memiliki kepedulian besar atas persoalan korupsi di tanah air.

Korupsi di Indonesia sendiri, ungkap Dotty, sudah begitu masif dan parah, tidak hanya menyangkut pengelolaan keuangan Negara secara umum, melainkan sudah mengarah ke penyelenggaraan menyangkut aspek keagamaan seperti kasus pengadaan Alquran dan penyelenggaraan haji misalnya.

“Bahkan yang mengerikan, pelaku korupsi termasuk dalam usia yang masih muda, melibatkan anggota keluarga, padahal keluarga merupakan tempat di mana anak-anak mengajarkan nilai dan norma,” tuturnya.

KPK sebagai institusi anti rasuah, sambungnya, tidak bisa bekerja sendiri melainkan butuh keterlibatan pihak lain seperti mahasiswa untuk bersama-sama memberantas tindakan korupsi. “Karena yang kita lawan adalah sesuatu yang besar, serta masif, yaitu korupsi yang extraordinary. Tujuan kita untuk membangun budaya anti korupsi,” tambahnya. (ika puspitasari/zm)

Share This