Gedung FEB, BERITA UIN Online— Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) yang tergabung dalam Asosiasi Fakultas Ekonomi Bisnis Islam atau AFEBIS se-Indonesia harus bergerak lebih cepat dalam hal pengelolan dan pengembangan baik dari segi akademik, administrasi maupun sumber daya manusia.

AFEBIS yang menghimpun FEB-FEB Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) tidak boleh kalah saing dengan FEB yang ada di kampus lain. Pasalnya, keunggulan keilmuan Ekonomi Islam merupakan identitas yang penting yang tidak dimiliki oleh kampus lain.

Demikian dikatakan Ketua AFEBIS sekaligus Dekan FEB UIN Jakarta Dr Arief Mufraini dalam forum AFEBIS PTKIN se-Indonesia yang digelar di Teater Lantai 2 Gedung FEB, Rabu (10/5/2017). “Kalau PTKIN punya Fakultas Ushuluddin itu hal biasa, tapi kalau  punya FEB, ini hal yang menarik. Karena dari segi pengalaman, kampus-kampus lain selangkah lebih maju dari kita,” katanya

Merujuk catatan Berita UIN Online, hampir sebagian besar PTKIN sudah mulai mengembangkan FEB dengan nomenklatur Fakultas Ekonomi dan Bisnis atau Fakultas Ekonomi Islam. Fakultas-fakultas ini menawarkan prodi-prodi beragam seperti manajemen, akuntansi, ilmu ekonomi dan studi pembangunan, ekonomi syariah, dan perbankan syariah. Di UIN Jakarta, FEB bahkan sudah menawarkan pendidikan di jenjang magister dan doktoral perbankan syariah.

Kepada Berita UIN Online, Ketua AFEBIS mengungkapkan, pengelolaan FEB PTKIN harus dipikirkan secara cepat dan lompat baik dalam aspek akademik-keilmuan maupun sarana pendukung. “Artinya, speed-nya harus ditingkatkan untuk mengejar ketertinggalan dengan kampus-kampus lain,” kata Arif.

Untuk itu, sambung Arif, forum AFEBIS kali ini yang dihadiri 30 Dekan dan Wakil Dekan FEB PTKIN se-Indonesia bersiap menajamkan program-program pengembangan akademik FEB PTKIN ke depan.

Masih menurutnya, agenda forum kali ini dimaksudkan untuk menentukan Koordinator Wilayah (Korwil). Penentuan tersebut untuk memudahkan koordinasi terkait isu-isu yang menjadi fokus FEB. “Penentuan Korwil adalah upaya untuk mempercepat kerja kita. Dan kita akan diskusikan isu-isu yang penting dan tidak jauh dari hal Pengajaran, Penelitian dan Pengabdian,” tandasnya lagi. (Farah/Wisnu Dwi/ZM)

Share This