FEB Diharapkan Ikut Kelola Perekonomian Nasional

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Auditorium NICT, BERITA UIN Online–Rektor UIN Jakarta Prof. Dr. Komaruddin Hidayat menyatakan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UIN Jakarta harus dapat ikut serta mengelola dan mengembangkan perekonomian nasional. Hal tersebut perlu dilakukan agar perekonomian Indonesia tidak dikuasai oleh asing.

“Kekayaan dan aset bangsa Indonesia itu luar biasa. Tapi, sayangnya sebagian besar kekayaan itu dikuasai oleh pihak asing. Kita berharap ke depan FEB bisa ikut mengelola kekayaan negara itu,”ujar Prof. Komaruddin dalam sambutannya pada seminar bertajuk “The Spirit of Islamic Entrepeneur for Better Indonesia” di Aula NICT, Kampus 2 UIN Jakarta, Jl. Kertamukti No. 10, Ciputat, Tangerang Selatan, Rabu (30/5).

Menurutnya, Indonesia sebenarnya mempunyai banyak ilmuan yang mumpuni untuk mengelola perekonomian dan bisnis di Tanah Air. Namun,  kekayaan tersebut tidak dikelola dengan baik, sehingga banyak ilmuan dan kaum profesional yang lebih memilih bekerja di luar negeri.

“Ilmuan kita kalau dijejer jumlahnya melebihi ilmuan Korea atau lainnya. Tapi kenapa kita tertinggal dengan Korea dan sebagainya?  Ini karena tidak bekerja untuk Indonesia. Mereka bekerja di luar negari, karena di dalam negeri kurang diapresiasi,” papar dia.

Dalam ksempatan yang sama, Direktur Pendidikan Tinggi Islam Prof. Dr. Dede Rosyada mengungkapkan, Kemenetrian Agama (Kemenag) saat ini sedang menyiapkan kurikulum entrepeneur untuk Perguruan Tinggi Islam.

“Kita sudah mendiskusikan hal itu dengan pihak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), dan mereka mendukung. Jadi ada sekitar 34 SKS mata kuliah enterpreneur yang bisa diambil oleh mahaisiswa untuk menambah wawasan dan skill,”papar mantan dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan itu.

Kurikulum tersebut, katanya, telah disampaikan ke sejumlah Perguruan Tinggi Islam untuk direspon, sehingga ke depan alumni kampus Islam tidak hanya berkiprah dalam dakwah, guru, dan semacamnya, tetapi juga bisa membuka dunia usaha.

Prof. Dede menambahkan, jumlah entrepreneur di Indonesia sangat sedikit. Jumlah tersebut  masih kalah jauh dengan Jepang, Amerika Serikat, China, termasuk kalah dengan Malaysia. “Entrepeneur kita baru mencapai angka sekitar 3,7 juta. Dengan jumlah penduduk di atas 200 juta lebih kita masih kalah dengan Amerika Serikat yang mencapai 10 persen dari jumlah penduduknya. Jepanag mencapai 10 persen. Malaysia 2 persen dari jumlah penduduknya,”sambung dia.

Seminar yang dihelat oleh FEB ini, selain dihadiri para dosen, tamu undangan, juga dihadiri ratusan mahaiswa FEB dan fakultas-fakultas lain.

Acara tersebut menjadi meriah dan seru ketika Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan menjadi pembicara kunci. Seperti biasanya, dengan sigap dan santai penjabat negara yang senantiasa tampil bersaja menjawab semua pertanyaan dari peserta seminar, terutama dari mahasiswa. (Arif S/Saifudin)