Aula Madya, BERITA UIN Online – Menyusul disahkannya Program Studi (Prodi) Jurnalistik, Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIK) UIN Jakarta menggelar acara tasyakuran di Aula Madya, Kamis (26/4/2018). Acara tasyakuran dihadiri pimpinan FDIK, Ketua dan Sekretaris Prodi Jurnalistik, serta sejumlah dosen dan mahasiswa.

Tasyakuran dilakukan secara sederhana dengan ditandai pemotongan tumpeng oleh Dekan FDIK Arief Subhan. Pemotongan tumpeng juga dilakukan pimpinan lain, seperti Wakil Dekan Bidang Administrasi Umum Raudlanah, dan Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan Suhaimi.

Hajat tasyakuran berlangsung di sela-sela gelaran pameran foto karya para mahasiswa Prodi Jurnalistik. Terdapat sedikitnya 39 foto tematik dari 39 pameris yang terpajang di tempat itu.

“Saya bersyukur Jurnalistik akhirnya menjadi sebuah prodi di FDIK. Ini berarti memberi kekuatan kita untuk melangkah, menjadi fakultas unggulan di UIN Jakarta,” kata Arief Subhan, saat memberi kata sambutan.

Menurut dia, bersama KPI dan prodi-prodi lain di FDIK, Jurnalistik harus menjadi prodi terdepan dan unggulan. Hal itu mengingat Jurnalistik termasuk salah satu prodi yang banyak diminati masyarakat. Selain lapangan kerja yang terbuka, lulusan Prodi Jurnalistik juga tidak diragukan lagi dari segi keilmuan dan keahliannya.

“Buktinya, sudah banyak lulusan Jurnalistik yang terserap di pasar kerja,” ujarnya.

Ungkapan rasa syukur juga disampaikan Ketua Prodi Jurnalistik, Kholis Ridho. Ia mengatakan, Jurnalistik menjalani sejarah panjang untuk menjadi sebuah prodi dan melepaskan diri dari Prodi Komunikasi Penyiaran Islam (KPI). Namun, berkat kesabaran dan optimistis tinggi, Jurnalistik akhirnya menjadi prodi.

Kholis juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat, terutama kepada tim panitia yang telah menyiapkan proposal pengajuan pembukaan prodi tersebut ke Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti).

Alhamdulillah, kita harus bersyukur bahwa Jurnalistik telah menjadi prodi. Kini tinggal membenahi di sana-sini,” ujarnya.

Bagi Kholis, dengan perubahan status dari konsentrasi menjadi prodi, tingkat kepercayaan masyarakat diharapkan akan semakin tinggi. Hal ini juga sekaligus untuk menghilangkan kegalauan mahasiswa selama bertahun-tahun lantaran jurusan yang diminatinya masih bestatus konsentrasi.

“Mahasiswa kini setidaknya bergembira, bahkan semakin bangga dan lebih percaya diri,” cetusnya.

Seperti diberitakan, Jurnalistik belum lama ini telah beralih status dari konsentrasi menjadi prodi di FDIK berdasarkan Keputusan Menristek Dikti Nomor 287/KPT/1/2018. Dengan beralihnya status ini, maka Jurnalistik yang semula berada di bawah KPI sejak 2004 itu kini telah resmi berdiri sendiri. (ns)