FDI: Inilah Metode Cepat Hafal al-Qur’an

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Gedung FDI, BERITA UIN Online Untuk meringankan hafalan al-Qur’an sebanyak 8 juz bagi mahasiswa, Fakultas Dirasat Islamiyah (FDI) UIN Jakarta menggelar stadium general “Metode Cepat Menghafal al-Quran” pada Kamis, (12/9/2013) di Aula FDI.

“Banyak mahasiswa FDI yang menumpuk hafalannya di akhir semester, sehingga menghambat proses kelulusan,” ujar Dekan FDI, Prof Dr Abuddin Nata MA dalam sambutannya.

Untuk mensiasati hal tersebut, lanjutnya, setoran hafalan al-Quran dijadwalkan setiap semester, bahkan sekarang dijadwalkan setiap hari Jum’at.

“Mahasiswa kami berikan kebebasan untuk menggunakan metode masing-masing, yang terpenting mereka mampu menghafal minimal 8 juz al-Qur’an yang menjadi syarat kelulusannya sekaligus menjadi pembeda dengan fakultas lain,” katanya.

Abuddin berharap, dengan adanya stadium general ini, mahasiswa FDI dapat termotivasi untuk menghafal al-Qur’an dengan metode yang sudah teruji.

Sementara itu, Sobari Sutarip, Lc, MA, yang menjadi nara sumber dalam acara tersebut menegaskan, bahwa menghafal al-Qur’an itu mudah dan bisa dilakukan oleh siapapun, baik tua maupun muda sebagaimana firman Allah dalam surat al-Qomar ayat 17.

“Syarat utamanya harus ada azzam (niat yang kuat) dan meminta kepada yang menurunkan al-Qur’an supaya dipantaskan menjadi penghafal al-Qur’an,” ujar pria yang sudah hafal al-Qur’an sebelum melanjutkan studinya ke Universitas Al-Azhar Mesir.

Niatnya juga harus ikhlas dan tulus karena Allah, sambungnya, jangan karena hanya sekedar memenuhi syarat kelulusan saja. “Kalau niatnya ikhlas tulus karena Allah, pasti diberikan kemudahan dan kenikmatan ketika menghafalnya,” jelasnya.

Beberapa metode yang dapat digunakan menghafal al-Qur’an dengan cepat dan tepat, antara lain, metode tadabbur (merenungi isi ayat), istima’ (mendengarkan dengan sungguh-sungguh) dan muraja’ah (mengulang hafalan).

Ia menambahkan, pemuda yang hafal al-Qur’an darahnya akan tercampur dengan al-Qur’an dan kecerdasannya akan melejit melebihi kecerdasan yang tidak menghafal al-Qur’an.

“Penghafal al-Qur’an itu hidupnya akan sukses dunia akhirat dan ini bisa dibuktikan secara ilmiah dan naqliyah,” tandasnya sembari menyebutkan saintis Muslim al-Khowarizmi yang hafal al-Qur’an dan juga ahli di bidang matematika.

Semakin baik interaksi seseorang dengan al-Qur’an, sambungnya, maka akan semakin baik pula kualitas hidupnya.

Acara yang berlangsung selama 2 jam dan dikemas dalam bentuk dialog tersebut, dihadiri ratusan mahasiswa, sejumlah pejabat dan dosen FDI. (MF).