Tangerang, BERITA UIN Online— Fakultas Dirasat Islamiyah (FDI) UIN Jakarta melaksanakan program pengabdian masyarakat dengan melakukan kegiatan sosial kebersihan di masjid-masjid wilayah Bumi Serpong Damai (BSD). Kegiatan yang bertujuan sebagai implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi tersebut, dilaksanakan pada, Sabtu (22/4).

Kegiatan hasil kerjasama antara FDI UIN Jakarta dan Pengurus Masjid Al-Ikhlas dan FMMB (Forum Masjid Musholla BSD) tersebut, diberi nama S3 (Safari Sabtu Subuh), dan mengusung tema Peran Masjid dalam Mewujudkan Indonesia yang Baldatun Thoyyibatun Warobbun Ghofur.

Sebelum dilaksanakan kegiatan baksos, didahului dengan kuliah subuh. Hadir sebagai narasumber pada kesempatan tersebut, Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), TGH M Zainul Majdi, Rektor UIN Jakarta Prof Dr Dede Rosyada MA, serta dihadiri oleh seluruh jamaah 57 masjid anggota FMMB, dan sivitas akademika FDI UIN Jakarta.

Rektor dalam sambutannya menuturkan, bahwa kampus UIN Jakarta secara kelembagaan akan mendampingi setiap kegiatan masjid di wilayah Tangsel, dan akan mengerahkan mahasiswa serta dosennya untuk terjun langsung dalam memakmurkan masjid.

“UIN Jakarta akan mendampingi setiap kegiatan di masjid-masjid, UIN mencintai masjid, UIN Back to Mosque. Dosen, mahasiswa harus terjun memakmurkan masjid dengan kegiatan-kegiatan positif seperti Safari Sabtu Shubuh ini,” tuturnya.

Ditambahkannya, jika melihat awal sejarah agama Islam, masjid selalu dijadikan sebagai sentra pergerakan umat, khususnya untuk syiar sebagaimana yang diajarkan oleh nabi Muhammad SAW.

“Masjid harus menjadi episentrum pemberdayaan umat, membahas ekonomi, sosial serta bidang-bidang yang bermanfaat bagi Islam dan masyarakat luas, sejarahnya seperti itu, dan UIN sebagai institusi pendidikan Islam mesti kembali mendampingi kegiatan seperti ini,”tandas Dede.

Di tempat sama, TGH M Zainul Majdi, dalam ceramahnya memaparkan tentang konsep membangun suatu negara dengan menghidupkan masjid-masjid. Konsep baldatun toyyibatun wa robbun ghofur adalah hasil akhir, tergantung dari apa yang dilakukan oleh masyarakat di suatu negeri.

“Kalau mau negaranya makmur, sejahtera dan dirahmati, membangunnya dari masjid-masjid yang ada. Kalau masjidnya penuh kegiatan, penuh jamaahnya, insya Allah Indonesia ini akan makmur,” ungkap Gubernur yang juga seorang hafizd Qur’an itu.

Sebagai informasi, acara yang dimulai sejak pukul 2.30 dengan diawali Qiyamul Lail bersama, Shalat Subuh berjamaah, dan dilanjutkan ceramah sampai pukul 7.00 tersebut, merupakan program bulanan yang sudah biasa dilaksanakan sejak tahun 2006, dan dilaksanakan secara bergiliran dari masjid ke masjid.

Lepas acara tersebut, FDI UIN Jakarta dan Masjid Al-Ikhlas melakukan penandatanganan MoU terkait kegiatan-kegiatan sosial dan pemakmuran masjid. Penandatanganan tersebut disaksikan oleh Rektor, Gubernur NBT, para tokoh masyarakat, dan Muspida (pihak Polres, Dandim, dan Pihak Kanwil Kemenag) Tangsel. (lrf/as)

Share This