Fathurrahman: Lembaga Zakat Harus Lebih Profesional

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Jaenuddin Ishaq

Jakarta, UIN Online - Guru Besar UIN Jakarta Prof Dr Fathurrahman Djamil mengatakan, zakat tidak hanya berhubungan dengan sesama manusia tapi juga dengan Allah SWT, dibutuhkan pengelolaan yang profesional oleh pelaku lembaga zakat. Karena itu, prinsip-prinsip Islam dalam menangani pengelolaan zakat perlu diperhatikan.

“Islam tidak melarang umatnya untuk menjadi kaya, tapi kepedulian kita kepada yang kurang mampu harus menjadi kepekaan seorang muslim,” kata Fathurrahman dalam seminar bertema Zakat Dalam Pandangan Agama yang diadakan Center for The Study of Religion and Culture (CSRC) UIN di Menara BRI, Kamis (28/1).

Fathurrahman menyebutkan, ada tiga yang harus diketahui oleh para lembaga zakat yaitu akuntabilitas, transparan, dan profesional.

Menurut dia minimnya kepercayaan muzakki terhadap lembaga zakat disebabkan kurangnya inovasi program yang belum sesuai dengan kebutuhkan mustahik. “Karena itu fungsi seorang amil, yaitu sebagai pengelola harus ditingkatkan,” jelasnya.

Terkait itensitas berzakat di lembaga swasta ataupun pemerintah, Fathurrahman menjelaskan, sampai saat ini lembaga swasta masih dominan. Itu dikuatkan sebagaimana hasil dari survei UIN Jakarta dan Ford Fondation 2004-2005 menggambarkan, 70 persen muzakki merasa nyaman dengan lembaga zakat swasta.

Baginya, kurangnya kepercayaan masyarakat terhadap lembaga zakat yang dibentuk pemerintah cenderung karena problem korupsi. []

Fathurrahman: Lembaga Zakat Harus Lebih Profesional

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Jaenuddin Ishaq

Jakarta, UIN Online - Guru Besar UIN Jakarta Prof Dr Fathurrahman Djamil mengatakan, zakat tidak hanya berhubungan dengan sesama manusia tapi juga dengan Allah SWT, dibutuhkan pengelolaan yang profesional oleh pelaku lembaga zakat. Karena itu, prinsip-prinsip Islam dalam menangani pengelolaan zakat perlu diperhatikan.

“Islam tidak melarang umatnya untuk menjadi kaya, tapi kepedulian kita kepada yang kurang mampu harus menjadi kepekaan seorang muslim,” kata Fathurrahman dalam seminar bertema Zakat Dalam Pandangan Agama yang diadakan Center for The Study of Religion and Culture (CSRC) UIN di Menara BRI, Kamis (28/1).

Fathurrahman menyebutkan, ada tiga yang harus diketahui oleh para lembaga zakat yaitu akuntabilitas, transparan, dan profesional.

Menurut dia minimnya kepercayaan muzakki terhadap lembaga zakat disebabkan kurangnya inovasi program yang belum sesuai dengan kebutuhkan mustahik. “Karena itu fungsi seorang amil, yaitu sebagai pengelola harus ditingkatkan,” jelasnya.

Terkait itensitas berzakat di lembaga swasta ataupun pemerintah, Fathurrahman menjelaskan, sampai saat ini lembaga swasta masih dominan. Itu dikuatkan sebagaimana hasil dari survei UIN Jakarta dan Ford Fondation 2004-2005 menggambarkan, 70 persen muzakki merasa nyaman dengan lembaga zakat swasta.

Baginya, kurangnya kepercayaan masyarakat terhadap lembaga zakat yang dibentuk pemerintah cenderung karena problem korupsi. []