Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Psikologi UIN Jakarta menggelar Pengajian Mahasiswa. Kegiatan yang bertajuk Menjaga Keutuhan NKRI dengan Mewujudkan Masyarakat yang Toleran tersebut, dilaksanakan di Teater Prof Dr Zakiah Darajat Fakultas Psikologi UIN Jakarta pada, Jumat (12/05).

Gedung Psikologi, BERITA UIN Online—Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Psikologi UIN Jakarta menggelar Pengajian Mahasiswa. Kegiatan yang bertajuk Menjaga Keutuhan NKRI dengan Mewujudkan Masyarakat yang Toleran tersebut, dilaksanakan di Teater Prof Dr Zakiah Darajat Fakultas Psikologi  UIN Jakarta pada, Jumat (12/05). Acara ini bertujuan memberikan pemahaman mahasiswa dalam menyikapi ketatanegaraan Indonesia yang dikaitkan dengan perspektif islam.

Hadir dalam kegiatan Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan Dr Diana Mutiah, narasumber Dr Faizah Ali Sibromalisi (Ahli Tafsir Hadist/ Dosen Fakultas Ushuludin), dan peserta pengajian yang terdiri dari mahasiswa Psikologi.

Dalam sambutannya, Diana menyampaikan pengantar materi sekaligus mengenalkan kegiatan pengajian yang merupakan program Fakultas Psikologi selama satu tahun ke depan.

“Seperti yang kita ketahui, fenomena yang ada akhir-akhir ini adalah tentang NKRI, pancasila, dan khilafah tengah marak diperbincangkan di negara ini. Pada diskusi pengajian kali ini pemateri akan memaparkan lebih detil khususnya dalam analisis kajian keislaman,” ujar Diana.

Ditambahkanya, pengajian mahasiswa ini dinisiasi oleh Fakultas Psikologi pada tahun ini dan akan diadakan setiap Jumat, mulai pukul 10.00 hingga 11.30 WIB.

“ Oleh karenanya, diharapkan seluruh mahasiswa dapat berpartisipasi pada program pengajian ini. Mengingat, banyaknya manfaat yang dapat diambil karena beragamnya tema yang akan diangkat setiap bulannya,” tandas Diana mengakhiri sambutannya.

Di tempat sama, Faizah menjelaskan mengenai pentingnya dakwah Islam dilakangan anak muda, karena pada hakikatnya tugas menyampaikan dan mengingatkan untuk mematuhi perintah Allah dan menjauhi larangan Allah adalah kewajiban setiap muslim.

“Dakwah tidak hanya untuk sebagian orang saja, namun kepada siapa saja yang mengaku muslim maka wajib bagi dirinya menyampaikan seruan-seruan Islam, karena pada hakikatnya setiap manusia adalah khalifah di dunia,” tandas Faizah.

Ditambahkan Faizah, menyikapi kemajuan teknologi indormasi dewasa ini, di sana terdapat peluang bagaimana kita bisa berdakwah secara efektif dan efisien. Akan tetapi, penyampaian dakwah di media sosial harus tetap mengikuti kaidah norma dan sosial, harus memperhatikan tutur kata yang baik, kesopanan dalam menyampaikan, dan merespon setiap tantangan dakwah di media sosial dengan cerdas.

“Sehingga, tindakan tersebut dapat mencerminkan toleransi umat Islam dalam berdakwah di kehidupan berbangsa dan bernegara,” pukasnya lugas. (lrf/rdr)

Share This