FAH Luncurkan PUSNIRA

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Jamilah

Gedung FAH, UINJKT Online - Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) secara resmi mendirikan lembaga baru  Pusat Kajian Naskah Islam Nusantara atau PUSNIRA. PUSNIRA diresmikan oleh Dekan FAH Dr H Abd Chaer di Ruang Teater FAH,  Kamis (27/11) pagi.

"Melalui lembaga ini, kami ingin turut menjaga dan melestarikan khasanah keislaman nusantara", ujar Chaer dalam sambutannya.

Peresmian ini dihadiri pimpinan FAH seperti para pembantu dekan, ketua Jurusan Sejarah Peradaban Islam, guru besar, Kabag, Kasubag, dosen, serta para staf dan mahasiswa FAH.

Pendirian lembaga ini penting, sebab hingga kini belum ada UIN atau IAIN yang menunjukan geliatnya dalam mengkaji secara khusus khasanah Islam nusantara. Di samping itu, potensi khasanah keislaman di nusantara juga sangat besar. Sampai saat ini sudah ditemukan sedikitnya ada 200 naskah keagamaan Islam.

Peluncuran PUSNIRA bertepatan dengan digelarnya bedah buku Tarekat Syattariyah di Minangkabau karya dosen FAH, Dr Oman Fathurahman. [Nif/Ed]

FAH Luncurkan PUSNIRA

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Jamilah

Gedung FAH, UINJKT Online - Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) secara resmi mendirikan lembaga baru  Pusat Kajian Naskah Islam Nusantara atau PUSNIRA. PUSNIRA diresmikan oleh Dekan FAH Dr H Abd Chaer di Ruang Teater FAH,  Kamis (27/11) pagi.

"Melalui lembaga ini, kami ingin turut menjaga dan melestarikan khasanah keislaman nusantara", ujar Chaer dalam sambutannya.

Peresmian ini dihadiri pimpinan FAH seperti para pembantu dekan, ketua Jurusan Sejarah Peradaban Islam, guru besar, Kabag, Kasubag, dosen, serta para staf dan mahasiswa FAH.

Pendirian lembaga ini penting, sebab hingga kini belum ada UIN atau IAIN yang menunjukan geliatnya dalam mengkaji secara khusus khasanah Islam nusantara. Di samping itu, potensi khasanah keislaman di nusantara juga sangat besar. Sampai saat ini sudah ditemukan sedikitnya ada 200 naskah keagamaan Islam.

Peluncuran PUSNIRA bertepatan dengan digelarnya bedah buku Tarekat Syattariyah di Minangkabau karya dosen FAH, Dr Oman Fathurahman. [Nif/Ed]