FAH-FITK Gelar Seminar Pendidikan

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

 

Reporter:Muhammad Yusuf

Auditorium Utama, UIN OnlineHasil pengumuman ujian nasional (UN), khususnya tingkat SMA, yang sangat mengecewakan tahun ini menjadi tolak ukur kinerja guru selama proses belajar mengajar. Untuk itu, Pusat Penerjemah Bahasa Fakultas Adab dan Humaniora (PPB FAH) bekerja sama dengan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) mengadakan seminar internasional di Auditorium Utama, Minggu (9/5).

Seminar bertema “Develop Teachers Profesionalism in Achieving the Ideality of School Vision” ini dihadiri sekitar 100 peserta dari wilayah Jabodetabek plus Tangsel. Mereka rata-rata berprofesi sebagai dosen dan guru.

Hadir sebagai narasumber Pembantu Dekan Bidang Administrai Umum FITK Drs Abdul Rojak MSi, praktisi pendidikan dari Amerika Donna Edwards dan anggota Badan Standar Nasional Pendidikan (BNSP) Dr Teuku Ramli Zakaria.

Menurut Abdul Rojak, UN harus tetap dilanjutkan tetapi jangan jadikan sebagai tolak ukur penentu kelulusan seorang siswa. “UN tetap dilanjutkan tetapi tidak dijadikan sebagai satu-satunya syarat kelulusan. UN hanya untuk mengukur kemajuan pendidikan negara,” ujarnya.

Sementara itu, Teuku Ramli menegaskan bahwa seorang guru tidak hanya memiliki ilmu dan kepribadian yang baik tetapi juga harus memiliki dedikasi dan semangat pengabdian yang tinggi dalam profesinya.

“Guru yang profesional tidak hanya memiliki ilmu pengetahuan dan kepribadian yang baik, tetapi juga harus memiliki dedikasi dan semangat pengabdian tinggi dalam profesinya,” tegasnya.

 

 

 

 

 

 

FAH-FITK Gelar Seminar Pendidikan

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

 

Reporter:Muhammad Yusuf

Auditorium Utama, UIN OnlineHasil pengumuman ujian nasional (UN), khususnya tingkat SMA, yang sangat mengecewakan tahun ini menjadi tolak ukur kinerja guru selama proses belajar mengajar. Untuk itu, Pusat Penerjemah Bahasa Fakultas Adab dan Humaniora (PPB FAH) bekerja sama dengan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) mengadakan seminar internasional di Auditorium Utama, Minggu (9/5).

Seminar bertema “Develop Teachers Profesionalism in Achieving the Ideality of School Vision” ini dihadiri sekitar 100 peserta dari wilayah Jabodetabek plus Tangsel. Mereka rata-rata berprofesi sebagai dosen dan guru.

Hadir sebagai narasumber Pembantu Dekan Bidang Administrai Umum FITK Drs Abdul Rojak MSi, praktisi pendidikan dari Amerika Donna Edwards dan anggota Badan Standar Nasional Pendidikan (BNSP) Dr Teuku Ramli Zakaria.

Menurut Abdul Rojak, UN harus tetap dilanjutkan tetapi jangan jadikan sebagai tolak ukur penentu kelulusan seorang siswa. “UN tetap dilanjutkan tetapi tidak dijadikan sebagai satu-satunya syarat kelulusan. UN hanya untuk mengukur kemajuan pendidikan negara,” ujarnya.

Sementara itu, Teuku Ramli menegaskan bahwa seorang guru tidak hanya memiliki ilmu dan kepribadian yang baik tetapi juga harus memiliki dedikasi dan semangat pengabdian yang tinggi dalam profesinya.

“Guru yang profesional tidak hanya memiliki ilmu pengetahuan dan kepribadian yang baik, tetapi juga harus memiliki dedikasi dan semangat pengabdian tinggi dalam profesinya,” tegasnya.