Kontingen UIN Jakarta dengan Ethno Carnival berlambang burung Elang Bondol pada kegiatan Perkemahan Wirakarya Nasional ke-13 Perguruan Tinggi Keagamaan di kampus IAIN Kendari, Sulawesi Tenggara. Penghargaan tersebut diberikan Direktur Pendidikan Tinggi Islam Kementerian Agama Prof Dr Amsal Bakhtiar pada upacara penutupan di lapangan kampus IAIN Kendari, Minggu (22/5).

Kontingen UIN Jakarta dengan Ethno Carnival berlambang burung Elang Bondol pada kegiatan Perkemahan Wirakarya Nasional ke-13 Perguruan Tinggi Keagamaan di kampus IAIN Kendari, Sulawesi Tenggara. Penghargaan tersebut diberikan Direktur Pendidikan Tinggi Islam Kementerian Agama Prof Dr Amsal Bakhtiar pada upacara penutupan di lapangan kampus IAIN Kendari, Minggu (22/5).

Kendari, BERITA UIN Online – Ethno Carnival kontingen pramuka UIN Jakarta meraih penghargaan terbaik pertama pada Kegiatan Perkemahan Wirakarya Nasional (PWN) ke-13 Perguruan Tinggi Keagamaan (PTK) yang berlangsung di kampus IAIN Kendari, Sulawesi Tenggara. Penghargaan tersebut diberikan Direktur Pendidikan Tinggi Islam Kementerian Agama Prof Dr Amsal Bakhtiar pada upacara penutupan di lapangan kampus IAIN Kendari, Minggu (22/5).

Kostum ethno carnival dikenakan kontingen UIN Jakarta dalam parade acara pembukaan PWN ke-13 PTK yang dibuka Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin di Tugu Religi kota Kendari, Senin (16/5). Ethno Carnival tersebut berbentuk burung Elang Bondol, burung langka yang menjadi maskot kota Jakarta bersama Salak Condet. Kostum yang berwarna dominan putih itu dikenakan oleh model Rahmalia Agustina Putri, mahasiswi Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan.

“Saya senang dan bangga atas penghargaan tersebut. Bahkan bukan hanya saya yang bangga tetapi juga kontingen UIN Jakarta,” kata Rahmalia. Adapun penghargaan kedua dan ketiga masing-masing diberikan kepada kontingen STAIN Pekalongan, Jawa Tengah, dan IAIN Jambi.

Ethno carnival diadakan guna memeriahkan pembukaan PWN ke-13 PTK dengan tuan rumah IAIN Kendari. Sejumlah kontingen masing-masing menunjukkan kebolehannya dengan menampilkan beragam kostum menarik dan unik. Selain menonjolkan unsur etnik dan budaya lokal, tak sedikit pula yang menonjolkan simbol-simbol kepramukaan dengan beragam ornamen dan warna.

“Kita memilih kostum burung Elang Bondol selain bentuknya sederhana, juga bertujuan sebagai kampanye pelestarian satwa langka yang dilindungi tersebut,” ujar Nanang Syaikhu, pembina pramuka UIN Jakarta yang menjadi pembina pendamping pada perhelatan akbar dua tahunan tersebut.

Habitat utama burung Elang Bondol (Haliastur indus) adalah daerah pesisir pantai, hutan mangrove, rawa-rawa, dan danau di daerah dataran rendah hingga ketinggian 3000 meter dpl. Di Jakarta sendiri, habitat Elang Bondol berada di kawasan hutan mangrove di Kepulauan Seribu, terutama di Pulau Kotok dan Pulau Pramuka. (NS)

Share This