FDI UIN Jakarta mengirim empat mahasiswa peserta Program Sandwich UIN Jakarta 2017 ke Universitas Zaitunah, Tunisia. Tampak keempat mahasiswa peserta program berpose bersama pimpinan dekanat FDI.

FDI UIN Jakarta mengirim empat mahasiswa peserta Program Sandwich UIN Jakarta 2017 ke Universitas Zaitunah, Tunisia. Tampak keempat mahasiswa peserta program berpose bersama pimpinan dekanat FDI.

Gedung FDI, BERITA UIN Online— Fakultas Dirasat Islamiyah (FDI) UIN Jakarta mengirim empat mahasiswanya mengikuti program sandwich ke Universitas Zaitunah (Jami’ah al-Zaitunah/ Université Zitouna), Tunisia. Keempatnya yaitu Mohammad Faqihus Syar’i (Semester IV), Ach. Faisol (Semester VI), Afni Miftah Khoirunnisa (Semester IV), dan Indra Choirul Umam (Semester VI).

Agendanya, keempat mahasiswa peserta program akan berangkat awal September mendatang. Di universitas tertua di dunia Arab tersebut, keempatnya bakal mengikuti perkuliahan sejumlah mata kuliah pilihan selama satu semester.

Pengiriman keempat mahasiswa sendiri dilakukan melalui seremonial usai rapat perkuliahan tahun akademik 2017/2018 di Gedung FDI, Senin (28/08/2017). Selain dihadiri keempat mahasiswa peserta, seremonial yang dipimpin Dekan FDI Dr. Hamka Hasan, Lc, MA ini turut dihadiri Wakil Dekan Bidang Akademik Dr Ahmadi Usman MA, Wakil Dekan Bidang Administrasi Umum Dr Asmawi MA, dan Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaa Dr Cahya Buana MA.

Dalam sambutannya, dekan mengungkapkan, pengiriman empat mahasiswa FDI ke universitas yang berlokasi di kota Tunis —ibu kota Tunisia— merupakan bagian dari bridging universitas agar mereka bisa menikmati iklim akademik universitas dunia. Dengan begitu, para mahasiswa bisa lebih termotivasi dalam menempuh studi.

Selain itu, Dekan juga berharap, para mahasiswa peserta bisa menjaga diri dan mengikuti seluruh proses pembelajaran secara optimal selama mengikuti program. Menurutnya, belajar di negara sendiri dan luar negeri sangat jauh berbeda. Selain karena sistem, perbedaan juga dilatarbelakangi kultur setempat.

“Untuk itu pintar-pintarlah membawa diri dan hadapilah setiap kesulitan dan tantangan dengan tegar,” pesannya.

Dalam kesempatan sama, wakil dekan kemahasiswaan Dr Cahya Buana MA mengungkapkan, pengiriman keempat mahasiswa sudah dirancang sejak bulan Maret 2017. Semula, mahasiswa diutus hanya dua orang sesuai permintaan Pusat Layanan Kerjasama Internasional (PLKI) UIN Jakarta dengan pilihan tiga universitas tujuan yaitu Universitas al-Azhar Mesir, Universitas Zaitunah Tunisia, dan Universitas Kuwait.

Namun dari tiga universitas, Universitas Zaitunah yang paling cepat merespon pengiriman mahasiswa FDI sehingga seluruh mahasiswa difokuskan ke universitas tersebut. “Selain itu, dari semula yang diminta dua orang, namun karena pertimbangan tertentu akhirnya FDI bisa mengirimkan empat orang mahasiswa,” paparnya.

Dalam pelepasannya, para mahasiswa peserta program menyampaikan terima kasih kepada fakultas dan universitas atas kesempatan yang mereka dapatkan. “Terima kasih atas kesempatan yang diberikan fakultas dan universitas untuk menjadi peserta program sandwich perdana ke Timur Tengah,” katanya.

Faishol, peserta lainnya, mengungkapkan jika kepesertaannya dalam program turut mewujudkan mimpinya belajar di Timur Tengah. Sebab berulangkali mengikuti ujian masuk kuliah di Timur Tengah, hasilnya tidak terlalu menggembirakannya.

“Bagi saya, program ini mewujudkan impian masa kecil untuk menimba ilmu di Timur Tengah,” katanya.

Indra yang saat ini aktif sebagai Wakil Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa FDI dan terpilih menjadi salah seorang peserta sandwich menilai bahwa program ini bukan program main-main. “Karena itu, saya berharap bisa mendapatkan banyak pengalaman dan sukses dalam mengikuti program,” katanya.

Afni, satu-satunya mahasiswa yang lolos seleksi mengaku kelulusannya sebagai peserta program sandwich di luar perkiraannya. “Ini merupakan anugerah dari Allah SWT. Karena itu, mohon doa kepada semuanya agar saya bisa menjalankannya dengan baik dan lancar,” harapnya.

Dalam catatan BERITA UIN Online, pengiriman mahasiswa UIN Jakarta ke berbagai universitas luar negeri merupakan bagian dari penguatan UIN Jakarta sebagai world class university. Selain universitas Timur Tengah, UIN Jakarta mengirim para mahasiswa belajar ke Australia, Korea Selatan, dan Jepang.

Sementara itu, Universitas Zaitunah sendiri merupakan salah satu universitas tertua di Timur Tengah. Ia dirintis sejak tahun 737 M (120 H) dalam bentuk kelompok belajar di Masjid Jami Zaitunah yang terus berkembang pesat menjadi universitas. Beberapa ilmuwan dunia Islam seperti Ilmuwan Ibnu Khaldun, Ensiklopediawan Ahmad bin Yusuf bin Ahmad bin Abu Bakar Tifasyi, Penulis Tahar Haddad, Politikus dan Penulis Abdul Aziz ats-Tsa’alabi, Penyair Abdul Qasim asy-Syabbi, dan Ulama Tafsir & Maqosid Syariah Muhammad Thohir Bin Asyur merupakan pernah belajar di universitas ini. (farah nh/yuni nurkamaliah/zm)

Share This