Ekonomi Syariah untuk Mengatasi Krisis Global

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone





Student Center, UINJKT Online – Seperti tahun sebelumnya, pengurus Masjid Fathullah UIN Jakarta menggelar salat Idul Adha 1429 H berjamaah di lapangan parkir Student Center, Senin (8/12). Pelaksanaan salat Id dimulai tepat pukul 07.00 yang dipimpin ustadz Khairul Fahmi S Sos I selaku imam salat. Usai melaksanakan salat, ribuan jamaah yang kebanyakan adalah keluarga besar UIN Jakarta mendengarkan khutbah yang disampaikan Prof. Dr. H.M. Tahir Azhary SH.

 

Pada kesempatan tersebut Tahir Azhary berkhutbah tentang Ekonomi Syariah sebagai Solusi Krisis Ekonomi Global: Kembali kepada Ajaran Islam. Menurut dia, krisis global yang sudah melanda hampir seluruh bagian dunia sejak September lalu disebabkan oleh kegagalan sistem ekonomi kapitalis dalam mewujudkan kesejahteraan. Ekonomi kapitalis didasarkan pada semata-mata pemikiran manusia yang mengandung kebenaran nisbi dan telah meninggalkan ajaran agama yang mengandung kebenaran mutlak.

 

”Prinsip ekonomi kapitalis yang mengatakan bagaimana memperoleh keuntungan sebesar-besarnya dengan modal sekecil-kecilnya merupakan prinsip yang mencerminkan suatu karakter yang sangat individualistik dan melanggar hak-hak sosial,” katanya. Dalam sistem ekonomi kapitalis, lanjut dia, tidak dikenal prinsip tolong menolong (ta’awun) sebagaimana yang diperintahkan al-Quran dalam surat al-Maidah ayat 2.

 

Peristiwa krisis global seperti sekarang ini, menurut dia, bisa dipandang sebagai peringatan keras dari Allah SWT kepada umat manusia terutama Amerika Serikat, Inggris dan sekutunya  yang sering dan banyak berbuat salah dan dosa. Mereka telah melakukan invasi dan agresi membunuh umat Islam yang tidak berdosa di Afganistan dan Irak. ”Mereka telah berlaku dzalim terhadap umat Islam,” tegasnya.

 

Ia mengatakan, fenomena krisis global ekonomi merupakan tantangan sekaligus peluang emas bagi umat Islam untuk bangkit dan memberikan solusi pada dunia internasional dengan cara menerapkan ekonomi syariah. ”Kehancuran imperium kapitalisme dan imperialisme dapat dipandang sebagai peluang dan giliran umat Islam untuk menggantikan posisi barat dalam hal keunggulan sistem ekonomi Islam,” katanya.

 

Guru Besar tidak tetap Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) ini menjelaskan, tujuan ekonomi syariah adalah untuk mewujudkan keadilan sosial dan ekonomi bagi setiap orang. Ekonomi syariah menolak liberalisme dan individualisme yang lebih cenderung mementingkan kepentingkan pribadi dan mengabaikan kepentingan umum. ”Satu-satunya solusi terhadap krisis global yang sedang dihadapi adalah kembali kepada ajaran Islam yaitu ekonomi syariah,” terangnya.

 

Ia mengimbau kepada jamaah yang mampu secara ekonomi untuk melaksanakan ibadah kurban. Sebab, ibadah kurban adalah ibadah yang bertujuan untuk meningkatkan takwa dan sekaligus mewujudkan keadilan sosial. [Nif/Ed/Ahwani]

 

Ekonomi Syariah untuk Mengatasi Krisis Global

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone





Student Center, UINJKT Online – Seperti tahun sebelumnya, pengurus Masjid Fathullah UIN Jakarta menggelar salat Idul Adha 1429 H berjamaah di lapangan parkir Student Center, Senin (8/12). Pelaksanaan salat Id dimulai tepat pukul 07.00 yang dipimpin ustadz Khairul Fahmi S Sos I selaku imam salat. Usai melaksanakan salat, ribuan jamaah yang kebanyakan adalah keluarga besar UIN Jakarta mendengarkan khutbah yang disampaikan Prof. Dr. H.M. Tahir Azhary SH.

 

Pada kesempatan tersebut Tahir Azhary berkhutbah tentang Ekonomi Syariah sebagai Solusi Krisis Ekonomi Global: Kembali kepada Ajaran Islam. Menurut dia, krisis global yang sudah melanda hampir seluruh bagian dunia sejak September lalu disebabkan oleh kegagalan sistem ekonomi kapitalis dalam mewujudkan kesejahteraan. Ekonomi kapitalis didasarkan pada semata-mata pemikiran manusia yang mengandung kebenaran nisbi dan telah meninggalkan ajaran agama yang mengandung kebenaran mutlak.

 

”Prinsip ekonomi kapitalis yang mengatakan bagaimana memperoleh keuntungan sebesar-besarnya dengan modal sekecil-kecilnya merupakan prinsip yang mencerminkan suatu karakter yang sangat individualistik dan melanggar hak-hak sosial,” katanya. Dalam sistem ekonomi kapitalis, lanjut dia, tidak dikenal prinsip tolong menolong (ta’awun) sebagaimana yang diperintahkan al-Quran dalam surat al-Maidah ayat 2.

 

Peristiwa krisis global seperti sekarang ini, menurut dia, bisa dipandang sebagai peringatan keras dari Allah SWT kepada umat manusia terutama Amerika Serikat, Inggris dan sekutunya  yang sering dan banyak berbuat salah dan dosa. Mereka telah melakukan invasi dan agresi membunuh umat Islam yang tidak berdosa di Afganistan dan Irak. ”Mereka telah berlaku dzalim terhadap umat Islam,” tegasnya.

 

Ia mengatakan, fenomena krisis global ekonomi merupakan tantangan sekaligus peluang emas bagi umat Islam untuk bangkit dan memberikan solusi pada dunia internasional dengan cara menerapkan ekonomi syariah. ”Kehancuran imperium kapitalisme dan imperialisme dapat dipandang sebagai peluang dan giliran umat Islam untuk menggantikan posisi barat dalam hal keunggulan sistem ekonomi Islam,” katanya.

 

Guru Besar tidak tetap Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) ini menjelaskan, tujuan ekonomi syariah adalah untuk mewujudkan keadilan sosial dan ekonomi bagi setiap orang. Ekonomi syariah menolak liberalisme dan individualisme yang lebih cenderung mementingkan kepentingkan pribadi dan mengabaikan kepentingan umum. ”Satu-satunya solusi terhadap krisis global yang sedang dihadapi adalah kembali kepada ajaran Islam yaitu ekonomi syariah,” terangnya.

 

Ia mengimbau kepada jamaah yang mampu secara ekonomi untuk melaksanakan ibadah kurban. Sebab, ibadah kurban adalah ibadah yang bertujuan untuk meningkatkan takwa dan sekaligus mewujudkan keadilan sosial. [Nif/Ed/Ahwani]