Ekonomi Islam Solusi atasi Inflasi

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

FEIS, UINJKT Online Ekonomi Islam dipercaya dapat mengatasi inflasi. Menurut Dosen Keuangan Syariah  Politeknik Negeri Bandung Muhammad Mufliah MA, solusi yang ditawarkan ekonomi Islam untuk mengatasi inflasi yaitu dengan mengubah perilaku masyarakat dan pemimpin negeri ini.

“Mereka harus mengubah preferensi keinginan menjadi kebutuhan. Sikap berlebih-lebihan tidak lain adalah perwujudan dari keinginan yang berlebihan,” ujar Mufliah dalam seminar Inflasi dan Pertumbuhan Ekonimi Indonesia yang diselenggarkan Badan Eksekutif Mahasiwa Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial (FEIS) di Ruang Teater Lanti 2 Kamis (29/5).

Mufliah menambahkan, inflasi juga dapat diatasi dan bahkan dihilangkan jika menggunakan sistem uang yang berbasis pada dinar (emas) dan dirham (perak). Karena emas dan perak sangat stabil, dan tidak dapat diproduksi seenaknya. Karena dinar dan dirham sangat tergantung kepada persediaan emas dan perak.

Inflasi juga dapat diatasi dengan mengembalikan posisi uang kertas seperti semula, yakni sebagai bukti utang atas penyimpanan emas. Jadi, uang kertas yang tersebar merupakan perwakilan dari kehadiran emas yang disimpan pada bank dan pemerintah.

Selanjutnya, inflasi dapat dilakukan juga dengan perbaikan sistem ekonomi itu sendiri. Karena penggunaan mata uang yang baik tidak tidak akan ada artinya jika bunga (riba) dan spekulasi masih diterapkan. Alternatif terhadap riba ini adalah sistem bagi hasil dan bgai rugi atau profit and loss sharing. Ketika bagi hasil diterapkan, akan ada konsekuensi yang harus dapat diterima, yang berbeda hanya konsekuensi penggunaan bunga.

Sedangkan menurut ketua Sekolah Tinggi Ekonomi Islam SEBI Sigit Pramono, cara mengatasi infalsi yaitu harus adanya konsistensi  dari pihak pemerintah untuk mengatasi inflasi dengan visi dan misi perekonomian ke depan untuk membuat aplikasi dan kebijakan, sehingga inflasi tersebut bisa berkurang. [Nif/Ed]

Ekonomi Islam Solusi atasi Inflasi

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

FEIS, UINJKT Online Ekonomi Islam dipercaya dapat mengatasi inflasi. Menurut Dosen Keuangan Syariah  Politeknik Negeri Bandung Muhammad Mufliah MA, solusi yang ditawarkan ekonomi Islam untuk mengatasi inflasi yaitu dengan mengubah perilaku masyarakat dan pemimpin negeri ini.

“Mereka harus mengubah preferensi keinginan menjadi kebutuhan. Sikap berlebih-lebihan tidak lain adalah perwujudan dari keinginan yang berlebihan,” ujar Mufliah dalam seminar Inflasi dan Pertumbuhan Ekonimi Indonesia yang diselenggarkan Badan Eksekutif Mahasiwa Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial (FEIS) di Ruang Teater Lanti 2 Kamis (29/5).

Mufliah menambahkan, inflasi juga dapat diatasi dan bahkan dihilangkan jika menggunakan sistem uang yang berbasis pada dinar (emas) dan dirham (perak). Karena emas dan perak sangat stabil, dan tidak dapat diproduksi seenaknya. Karena dinar dan dirham sangat tergantung kepada persediaan emas dan perak.

Inflasi juga dapat diatasi dengan mengembalikan posisi uang kertas seperti semula, yakni sebagai bukti utang atas penyimpanan emas. Jadi, uang kertas yang tersebar merupakan perwakilan dari kehadiran emas yang disimpan pada bank dan pemerintah.

Selanjutnya, inflasi dapat dilakukan juga dengan perbaikan sistem ekonomi itu sendiri. Karena penggunaan mata uang yang baik tidak tidak akan ada artinya jika bunga (riba) dan spekulasi masih diterapkan. Alternatif terhadap riba ini adalah sistem bagi hasil dan bgai rugi atau profit and loss sharing. Ketika bagi hasil diterapkan, akan ada konsekuensi yang harus dapat diterima, yang berbeda hanya konsekuensi penggunaan bunga.

Sedangkan menurut ketua Sekolah Tinggi Ekonomi Islam SEBI Sigit Pramono, cara mengatasi infalsi yaitu harus adanya konsistensi  dari pihak pemerintah untuk mengatasi inflasi dengan visi dan misi perekonomian ke depan untuk membuat aplikasi dan kebijakan, sehingga inflasi tersebut bisa berkurang. [Nif/Ed]