Dunia Internasional Akui Kualitas UIN

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Duta Besar Somalia untuk Indonesia Mohamud Olow Barrow dan Rektor UIN Prof  Dr Komaruddin Hidayat melakukan serah terima 27 pelajar dari Somalia. Serah terima dilakukan di Ruang Diorama, Rabu (21/10). Pengiriman mahasiswa asal Somalia ke UIN  merupakan kerja sama perdana antara UIN dan Pemerintah Somalia. Saat ini sedikitnya terdapat 200 mahasiswa asing yang kuliah di UIN dan menyebar di berbagai fakultas baik agama maupun umum. Berikut kutipan wawancara Jamilah dari UIN Online dengan Mohamud Olow Barrow.

Mengapa Anda memilih UIN sebagai universitas tempat mahasiswa asal Somalia belajar?

Kami telah melakukan kerjasama dengan berbagai perguruan tinggi Islam di dunia. Beberapa di antaranya adalah Bangladesh Islam University di Bangladesh dan Universitas Islam Malaysia. Sedangkan di Indonesia, insya Allah UIN paling diterima oleh orang Somalia. Selain UIN merupakan Universitas Islam, UIN juga termasuk lima besar kulitas teratas Indonesia. Jadi kita engga salah kalau anak Somalia bisa mulai belajar di sini.

Dari mana Anda mengetahui tentang UIN?

Sekarang dunia ini sudah jadi satu kampung kecil, di mana-mana bisa tahu dunia lewat internet. Selain itu, kami juga dapat rekomendasi dari Menteri Pendidikan, Menteri, Agama dan Departemen Luar Negeri RI. Sedangkan alasan kenapa kami mempercayakan anak-anak Somalia untuk belajar di sini karena selain antar kedua negara memiliki persamaan sebagai negara berpenduduk mayoritas Islam, budaya yang tidak jauh berbeda, dasar keislaman di UIN juga ada. Seperti yang telah kita saksikan tadi, ada beberapa mahasiswa Somalia yang hafiz Quran. Oleh karena itu, kita ingin tempat yang benar yang mampu mendidik mereka menjadi manusia yang berguna.

Di jurusan apa saja mahasiswa tersebut kuliah di UIN?

Mereka sebagian sudah terdaftar di kelas internasional, dan sebagian lainnya masuk fakultas regional. Dasar Islam, insya Allah mereka sudah punya karena di Somalia, sebelum mereka masuk sekolah, mereka diuji harus hafal  Quran satu juz. Di sini mereka akan belajar di berbagai program studi di antaranya jurusan agro bisnis, mikro ekonomi, hubungan internasional dan ada juga yang belajar di jurusan agama.

Bentuk kerja sama ini ke depan bagaimana?

Insya Allah kerja sama ini akan berlanjut. Setiap tahun kami akan mengirimkan anak-anak kami ke sini. Sekarangkan mahasiswa asing terbanyak dari Thailan, insya Allah nanti ke depan yang paling banyak dari Somalia. Selain itu, jika keamanan di Somalia sudah stabil dan seratus persen bagus, kita juga berencana melakukan pertukaran pelajar.

Tadi Anda katakan UIN memiliki kualitas yang bagus, bagaimana Anda dapat menilai UIN seperti itu?

Terkait masalah kualitas, saya melihat alumni UIN bagus-bagus dan banyak yang sukses.  Dari segi akhlaknya juga mulia dan ilmunya tinggi. Insya Allah semoga anak-anak kami bisa seperti itu.

Dari segi keilmuan bagaimana?

Sebenarnya secara umum, Indonesia memiliki kulitas yang bagus. Kalau kita lihat, 10 tahun lalu negara-negara Asia banyak yang belajar di Indonesia. Ini menunjukan bahwa Indonesia memang memilki kualitas internasional. Sebagai contoh saja, Malaysia 10 tahun lalu belajar di Indonesia. Sedangkan untuk UIN sendiri sekarang sudah masuk 500 universitas besar dunia. Jadi UIN sudah diakui internasional.

Secara umum bagaimana Anda menilai sarana dan prasaana UIN?

UIN sudah berstandar internasional, alhamdulillah setelah saya pelajari curriculum vitenya, kami melihat UIN lebih baik dari yang kita tahu dulu. Lebih bagus dibandingkan universitas yang dilakukan di Bangladesh dan Malaysia.

Menurut Anda, apa yang membedakan UIN dengan kampus lain?

Yang paling terlihat jelas, UIN memiliki pesantren (boarding) sedangkan yang lain sama sekali tidak punya, dan itu yang membuat kami tertarik.

Lantas bagaimana Anda menilai keislaman di UIN?

Islam akhlakul karimah, fakultas-fakultas Islam di sini sudah standar internasional. Jadi, menurut saya UIN lebih bagus.

Menurut Anda bagaimana penilaian internasional terhadap UIN?

Saat ini UIN memiliki 200 mahasiswa asing dari berbagai negara. Itu berarti UIN sudah diakui dan diterima internasional.

 

Saran dan harapan Anda untuk UIN?

Saya ucapkan terima kasih kepada Rektor UIN (Prof Dr Komaruddin Hidayat) yang sangat welcome. Saya berharap pencapaian kualitas ini dijaga terus dan mengarah pada yang lebih baik.

 

Harapan Anda untuk mahasiswa Somalia yang belajar di UIN?

Kita harapkan mereka dapat berguna untuk dirinya, itu nomor satu, keluarga nomor dua dan negara nomor tiga. Kalau mereka hanya berguna untuk dirinya sendiri maka mereka tidak akan bisa berbuat apa-apa untuk orang lain. Tahap pertama adalah mereka harus benahi diri mereka sendiri.

 

Dunia Internasional Akui Kualitas UIN

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Duta Besar Somalia untuk Indonesia Mohamud Olow Barrow dan Rektor UIN Prof  Dr Komaruddin Hidayat melakukan serah terima 27 pelajar dari Somalia. Serah terima dilakukan di Ruang Diorama, Rabu (21/10). Pengiriman mahasiswa asal Somalia ke UIN  merupakan kerja sama perdana antara UIN dan Pemerintah Somalia. Saat ini sedikitnya terdapat 200 mahasiswa asing yang kuliah di UIN dan menyebar di berbagai fakultas baik agama maupun umum. Berikut kutipan wawancara Jamilah dari UIN Online dengan Mohamud Olow Barrow.

Mengapa Anda memilih UIN sebagai universitas tempat mahasiswa asal Somalia belajar?

Kami telah melakukan kerjasama dengan berbagai perguruan tinggi Islam di dunia. Beberapa di antaranya adalah Bangladesh Islam University di Bangladesh dan Universitas Islam Malaysia. Sedangkan di Indonesia, insya Allah UIN paling diterima oleh orang Somalia. Selain UIN merupakan Universitas Islam, UIN juga termasuk lima besar kulitas teratas Indonesia. Jadi kita engga salah kalau anak Somalia bisa mulai belajar di sini.

Dari mana Anda mengetahui tentang UIN?

Sekarang dunia ini sudah jadi satu kampung kecil, di mana-mana bisa tahu dunia lewat internet. Selain itu, kami juga dapat rekomendasi dari Menteri Pendidikan, Menteri, Agama dan Departemen Luar Negeri RI. Sedangkan alasan kenapa kami mempercayakan anak-anak Somalia untuk belajar di sini karena selain antar kedua negara memiliki persamaan sebagai negara berpenduduk mayoritas Islam, budaya yang tidak jauh berbeda, dasar keislaman di UIN juga ada. Seperti yang telah kita saksikan tadi, ada beberapa mahasiswa Somalia yang hafiz Quran. Oleh karena itu, kita ingin tempat yang benar yang mampu mendidik mereka menjadi manusia yang berguna.

Di jurusan apa saja mahasiswa tersebut kuliah di UIN?

Mereka sebagian sudah terdaftar di kelas internasional, dan sebagian lainnya masuk fakultas regional. Dasar Islam, insya Allah mereka sudah punya karena di Somalia, sebelum mereka masuk sekolah, mereka diuji harus hafal  Quran satu juz. Di sini mereka akan belajar di berbagai program studi di antaranya jurusan agro bisnis, mikro ekonomi, hubungan internasional dan ada juga yang belajar di jurusan agama.

Bentuk kerja sama ini ke depan bagaimana?

Insya Allah kerja sama ini akan berlanjut. Setiap tahun kami akan mengirimkan anak-anak kami ke sini. Sekarangkan mahasiswa asing terbanyak dari Thailan, insya Allah nanti ke depan yang paling banyak dari Somalia. Selain itu, jika keamanan di Somalia sudah stabil dan seratus persen bagus, kita juga berencana melakukan pertukaran pelajar.

Tadi Anda katakan UIN memiliki kualitas yang bagus, bagaimana Anda dapat menilai UIN seperti itu?

Terkait masalah kualitas, saya melihat alumni UIN bagus-bagus dan banyak yang sukses.  Dari segi akhlaknya juga mulia dan ilmunya tinggi. Insya Allah semoga anak-anak kami bisa seperti itu.

Dari segi keilmuan bagaimana?

Sebenarnya secara umum, Indonesia memiliki kulitas yang bagus. Kalau kita lihat, 10 tahun lalu negara-negara Asia banyak yang belajar di Indonesia. Ini menunjukan bahwa Indonesia memang memilki kualitas internasional. Sebagai contoh saja, Malaysia 10 tahun lalu belajar di Indonesia. Sedangkan untuk UIN sendiri sekarang sudah masuk 500 universitas besar dunia. Jadi UIN sudah diakui internasional.

Secara umum bagaimana Anda menilai sarana dan prasaana UIN?

UIN sudah berstandar internasional, alhamdulillah setelah saya pelajari curriculum vitenya, kami melihat UIN lebih baik dari yang kita tahu dulu. Lebih bagus dibandingkan universitas yang dilakukan di Bangladesh dan Malaysia.

Menurut Anda, apa yang membedakan UIN dengan kampus lain?

Yang paling terlihat jelas, UIN memiliki pesantren (boarding) sedangkan yang lain sama sekali tidak punya, dan itu yang membuat kami tertarik.

Lantas bagaimana Anda menilai keislaman di UIN?

Islam akhlakul karimah, fakultas-fakultas Islam di sini sudah standar internasional. Jadi, menurut saya UIN lebih bagus.

Menurut Anda bagaimana penilaian internasional terhadap UIN?

Saat ini UIN memiliki 200 mahasiswa asing dari berbagai negara. Itu berarti UIN sudah diakui dan diterima internasional.

 

Saran dan harapan Anda untuk UIN?

Saya ucapkan terima kasih kepada Rektor UIN (Prof Dr Komaruddin Hidayat) yang sangat welcome. Saya berharap pencapaian kualitas ini dijaga terus dan mengarah pada yang lebih baik.

 

Harapan Anda untuk mahasiswa Somalia yang belajar di UIN?

Kita harapkan mereka dapat berguna untuk dirinya, itu nomor satu, keluarga nomor dua dan negara nomor tiga. Kalau mereka hanya berguna untuk dirinya sendiri maka mereka tidak akan bisa berbuat apa-apa untuk orang lain. Tahap pertama adalah mereka harus benahi diri mereka sendiri.