Dubes Suriah Jadi Sarjana UIN Jakarta

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Auditorium Prof Dr Harun Nasution, BERITA UIN Online Duta Besar (Dubes) Suriah, Dr Bassam al-Khattib menjadi alumni UIN Jakarta. Ayah dua anak itu menjadi keluarga besar UIN Jakarta setelah lulus Program Doktoral (S3)  pada Sekolah Pascasarjana (SPs) UIN Jakarta pada pertengahan Januari 2013.

Selama kuliah di SPs, laki-laki yang menamatkan S2-nya dalam kajian Orientalsime di sebuah universitas Rusia ini, menunjukkan keseriusannya dalam belajar. Karena itu pula, Indeks Prestasi Kumulatif (IPK)-nya pun sangat tinggi, yaitu 3.73, dengan yudisium Cumlaude.

Ia menulis disertasi tentang perkembangan politik perguruan tinggi-perguruan tinggi di Arab dan pengaruhnya pada Perang Teluk II dan III. Disertasi ini dipromotori Prof Dr Amany Lubis (Guru Besar Sejarah Politik Islam) dan Prof Dr Din Syamsuddin (Gu Besar Politik Islam).

Menurut Bassam, Indonesia merupakan khazanah ilmu pengetahuan yang sangat luas. Budaya dan bahasanya beraneka ragam. Demikian pula ilmu pengetahuannya.  “Menurutku, Indonesia adalah ufuk (kaki langit) beragam pengetahuan dan bahasa. Harus diakui, Indonesia adalah negara sumber ilmu pengetahuan, tsaqafah al-Tsaqafat, ” tegasnya.

Lantaran alasan ini pula, Bassam tak mau menyia-nyiakan kesempatannya tinggal di Indonesia untuk belajar.Inilah salah satu alasan, kenapa ketaika bertugas di Indonesia, aku memilih kuliah di Sekolah Pascasarjana UIN Jakarta,” aku laki-laki kelahiran Damaskus ini.

Meski sebagai dubes, ketika mengikuti prosesi acara wisuda yang digelar pada Sabtu (2/3/2013), Bassam tampil dengan bersahaja. Ia datang ke UIN Jakarta tanpa pengawalan khsusus dari Kedubes Suriah maupun dari pihak keamanan Indonesia. Bahkan, ia juga ikut acara gladi resik pada Kamis sebelumnya. (Dewi Antariksa/Saifudin)