Dubes Gibson: Selandia Baru Miliki Hubungat Kuat dengan Indonesia

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Ruang Diorama, UINJKT Online — Indonesia dan Selandia Baru (New Zealand) memiliki komitmen dan hubungat yang kuat dalam upaya membangun demokrasi. Selain masyarakat kedua negara yang heterogen juga sangat menghargai pluralisme.

Hal itu dikatakan Duta Besar Selandia Baru untuk Indonesia, Phillip Gibson, saat menghadiri “New Zealand Day” di kampus UIN Jakarta, Rabu (11/3).

“Selandia Baru saat ini memiliki penduduk yang heterogen. Di antara penduduk itu banyak pendatang dari Asia dan Afrika,” jelas Gibson. Meski demikian, lanjutnya, Selandia Baru termasuk negara yang damai.

Terkait dengan acara itu, Gibson menyatakan bahwa Selandia Baru ingin mempromosikan kekayaan budaya serta pariwisata negaranya ke Indonesia, khususnya ke masyarakat kampus UIN Jakarta. Dengan promosi itu diharapkan baik Indonesia maupun Selandia Baru sama-sama menjadi Negara tujuan wisata, baik domestik maupun mancanegara.

Namun, kata Gibson, Selandia Baru ingin lebih memperat hubungan baik dengan Indonesia, baik dalam pertukaran budaya maupun bidang lainnya. Apalagi antara Selandia Baru dan Indonesia berpenduduk sangat heterogen.

Rektor Prof Dr Komaruddin Hidayat menyambut baik digelarnya acara tersebut di UIN Jakarta. Bahkan, ia menegaskan bahwa kampus tidak hanya berfungsi sebagai tempat transfer ilmu, tapi juga pusat aktivitas budaya (center of culture activity).

”Salah satu fungsi kampus bukan hanya tempat belajar tapi juga tempat mengawetkan kebudayaan. Mestinya kampus itu punya gedung kebudayaan. Bukan hanya sebagai miniatur Indonesia tapi juga miniatur dunia,” papar rektor.

Sebagai miniatur dunia, tambah rektor, kampus merupakan pertemuan berbagai budaya, suku dan kepercayaan. Di UIN Jakarta misalnya, mahasiswa yang kuliah banyak berdatangan dari berbagai provinsi di Indonesia, termasuk luar negeri seperti Korea, Afrika Selatan, dan negara-negara di kawasan ASEAN lain.

Acara “New Zealand Day” diisi dengan beragam kegiatan. Antara lain pemutaran diskusi dan film, pameran foto, dan art performance berupa tarian Maori yang ditampilkanoleh sejumlah pemuda Selandia Baru.

 

Dubes Gibson: Selandia Baru Miliki Hubungat Kuat dengan Indonesia

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Ruang Diorama, UINJKT Online — Indonesia dan Selandia Baru (New Zealand) memiliki komitmen dan hubungat yang kuat dalam upaya membangun demokrasi. Selain masyarakat kedua negara yang heterogen juga sangat menghargai pluralisme.

Hal itu dikatakan Duta Besar Selandia Baru untuk Indonesia, Phillip Gibson, saat menghadiri “New Zealand Day” di kampus UIN Jakarta, Rabu (11/3).

“Selandia Baru saat ini memiliki penduduk yang heterogen. Di antara penduduk itu banyak pendatang dari Asia dan Afrika,” jelas Gibson. Meski demikian, lanjutnya, Selandia Baru termasuk negara yang damai.

Terkait dengan acara itu, Gibson menyatakan bahwa Selandia Baru ingin mempromosikan kekayaan budaya serta pariwisata negaranya ke Indonesia, khususnya ke masyarakat kampus UIN Jakarta. Dengan promosi itu diharapkan baik Indonesia maupun Selandia Baru sama-sama menjadi Negara tujuan wisata, baik domestik maupun mancanegara.

Namun, kata Gibson, Selandia Baru ingin lebih memperat hubungan baik dengan Indonesia, baik dalam pertukaran budaya maupun bidang lainnya. Apalagi antara Selandia Baru dan Indonesia berpenduduk sangat heterogen.

Rektor Prof Dr Komaruddin Hidayat menyambut baik digelarnya acara tersebut di UIN Jakarta. Bahkan, ia menegaskan bahwa kampus tidak hanya berfungsi sebagai tempat transfer ilmu, tapi juga pusat aktivitas budaya (center of culture activity).

”Salah satu fungsi kampus bukan hanya tempat belajar tapi juga tempat mengawetkan kebudayaan. Mestinya kampus itu punya gedung kebudayaan. Bukan hanya sebagai miniatur Indonesia tapi juga miniatur dunia,” papar rektor.

Sebagai miniatur dunia, tambah rektor, kampus merupakan pertemuan berbagai budaya, suku dan kepercayaan. Di UIN Jakarta misalnya, mahasiswa yang kuliah banyak berdatangan dari berbagai provinsi di Indonesia, termasuk luar negeri seperti Korea, Afrika Selatan, dan negara-negara di kawasan ASEAN lain.

Acara “New Zealand Day” diisi dengan beragam kegiatan. Antara lain pemutaran diskusi dan film, pameran foto, dan art performance berupa tarian Maori yang ditampilkanoleh sejumlah pemuda Selandia Baru.