Dua Joki Tertangkap Basah Saat Ujian Mandiri

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Kampus UIN, UINJKT Online – Dua oknum pelajar sebuah sekolah swasta di Ciputat Timur tertangkap basah saat menjadi joki pada ujian tulis masuk UIN Jakarta yang digelar hari kedua, Rabu (15/7). Kedua pelaku lalu digelandang ke sekertariat panitia ujian untuk dimintai keterangan.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun UINJKT Online, kedua oknum, yang belakangan diketahui berinisial AB (17) dan WK (17), terpaksa menjadi joki karena diminta rekannya yang berasal dari sekolah yang sama. AB menjadi joki Alpiaris, peserta ujian yang hari itu tak hadir karena alasan pekerjaan. Sedangkan WK menggantikan Maryono yang dikabarkan sedang sakit.

“Saya semula menolak, tapi karena didesak terus, akhirnya terpaksa saya lakukan,” kata AB saat berada di Ruang Sekretariat Panitia. Ia mengaku menjalankan tugas sebagai joki tersebut bukan karena motif uang.

Seperti biasa, pada jam pertama materi uian yang digelar Rabu pagi, petugas pengawas melakukan inspeksi ke seluruh peserta yang berlokasi di Gedung Auditoium Utama. Inspeksi dilakukan guna memeriksa kartu peserta ujian dan mencocokkan baik nama maupun foto dengan data yang dimiliki panitia. Tiba-tiba ada seorang peserta yang tak memperlihatkan kartu peserta ujian dimaksud. Sementara seorang lagi memperlihatkan namun datanya tidak cocok. Karena curiga, petugas pun lantas membawa kedua joki tersebut keluar ruangan untuk diperiksa lebih lanjut.

Setelah dimintai keterangan sebelum kemudian dibebaskan, kedua pelaku diminta membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatan tidak terpuji itu lagi. Sementara kedua peserta ujian yang digantikan kedua joki terancam untuk tidak diluluskan.

“Kedua peserta jelas tidak akan kami luluskan karena sudah melanggar etika akademik,” kata Kepala Biro Administrasi Akademik Drs H Abd Shomad MA, yang juga Ketua Panitia Ujian Mandiri. Alpiaris adalah peserta dan calon mahasiswa Jurusan Teknik Informatika Fakultas Sains dan Teknologi (pilihan I) dan Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (pilihan II). Sedangkan Maryono calon mahasiswa Jurusan Pemikiran Politik Islam Fakultas Ilmu Sodial dan Ilmu Politik (pilihan I) dan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (pilihan II). (ns)

 

Dua Joki Tertangkap Basah Saat Ujian Mandiri

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Kampus UIN, UINJKT Online – Dua oknum pelajar sebuah sekolah swasta di Ciputat Timur tertangkap basah saat menjadi joki pada ujian tulis masuk UIN Jakarta yang digelar hari kedua, Rabu (15/7). Kedua pelaku lalu digelandang ke sekertariat panitia ujian untuk dimintai keterangan.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun UINJKT Online, kedua oknum, yang belakangan diketahui berinisial AB (17) dan WK (17), terpaksa menjadi joki karena diminta rekannya yang berasal dari sekolah yang sama. AB menjadi joki Alpiaris, peserta ujian yang hari itu tak hadir karena alasan pekerjaan. Sedangkan WK menggantikan Maryono yang dikabarkan sedang sakit.

“Saya semula menolak, tapi karena didesak terus, akhirnya terpaksa saya lakukan,” kata AB saat berada di Ruang Sekretariat Panitia. Ia mengaku menjalankan tugas sebagai joki tersebut bukan karena motif uang.

Seperti biasa, pada jam pertama materi uian yang digelar Rabu pagi, petugas pengawas melakukan inspeksi ke seluruh peserta yang berlokasi di Gedung Auditoium Utama. Inspeksi dilakukan guna memeriksa kartu peserta ujian dan mencocokkan baik nama maupun foto dengan data yang dimiliki panitia. Tiba-tiba ada seorang peserta yang tak memperlihatkan kartu peserta ujian dimaksud. Sementara seorang lagi memperlihatkan namun datanya tidak cocok. Karena curiga, petugas pun lantas membawa kedua joki tersebut keluar ruangan untuk diperiksa lebih lanjut.

Setelah dimintai keterangan sebelum kemudian dibebaskan, kedua pelaku diminta membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatan tidak terpuji itu lagi. Sementara kedua peserta ujian yang digantikan kedua joki terancam untuk tidak diluluskan.

“Kedua peserta jelas tidak akan kami luluskan karena sudah melanggar etika akademik,” kata Kepala Biro Administrasi Akademik Drs H Abd Shomad MA, yang juga Ketua Panitia Ujian Mandiri. Alpiaris adalah peserta dan calon mahasiswa Jurusan Teknik Informatika Fakultas Sains dan Teknologi (pilihan I) dan Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (pilihan II). Sedangkan Maryono calon mahasiswa Jurusan Pemikiran Politik Islam Fakultas Ilmu Sodial dan Ilmu Politik (pilihan I) dan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (pilihan II). (ns)