Dr Jamhari Makruf : Mahasiswa Harus Lulus 7 Tahun

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Spanduk bernada pesan peringatan di tiap fakultas kini mulai marak dipasang. Pesan itu berisi tentang percepatan kuliah bagi mahasiswa, khususnya angkatan 2002 – 2003. Pesan yang paling jelas, mahasiswa di kedua angkatan tersebut diminta menyelesaikan studi selama tujuh tahun atau setara dengan 14 semester dan diberi tenggat hingga 31 Agustus 2010. Jika tidak, mahasiswa bersangkutan terancam drop out alias DO.

Untuk mengetahui bagaimana duduk perkara peringatan tersebut, berikut wawancara Nuraini Lyna Wulandari dari UIN Online dengan Pembantu Rektor Bidang Akademik Dr Jamhari Makruf. Ia ditemui saat rehat di ruang kerjanya, Selasa (22/6).

Di sejumlah fakultas terdapat sejumlah imbauan bagi mahasiswa, terutama angkatan 2002 – 2003. Tampaknya ada yang serius dengan mereka?
Iya, imbauan itu sebenarnya kebijakan dari universitas yang kami teruskan kepada seluruh fakultas-fakultas. Kebijakan ini sebetulnya sudah ada sejak IAIN berubah nama menjadi UIN. Ketentuannya sudah diatur oleh kementerian agama yang mengharuskan mahasiswa menyelesaikan kuliah maksimal tujuh tahun atau setara dengan 14 semester. Kenapa demikian, karena UIN Jakarta ingin mahasiswa agar berprestasi sebanyak-banyaknya, seperti kuliah selesai tepat waktu, misalnya tiga setengah tahun atau empat tahun serta memiliki prestasi nilai akademik yang menonjol.

Kapan resminya kebijakan percepatan kuliah dikeluarkan?
Kebijakan ini resmi dikeluarkan sejak IAIN berubah menjadi UIN. Namun peraturan ini sendiri dikeluarkan oleh kementerian agama dengan maksud menentukan masa kuliah bagi program S1, S2, S3. Peraturan ini bertujuan agar memperingati mahasiswa bahwa memang benar adanya batas waktu perkuliahan sampai dengan semester 14 atau tujuh tahun.

Apa alasan mahasiswa angkatan 2002-2003 diminta segera menyelesaikan kuliah?
Kebijakan ini dibuat karena pada hakikatnya tugas mahasiswa adalah menyelesaikan kuliahnya. Kami sudah berikan peringatan dari beberapa bulan sebelumnya kepada para mahaiswa yang terancam DO. Seperti mengabari melalui telepon, surat, ataupun melalui rekan mereka agar mahasiswa yang terancam DO bisa menyelesaikan kuliahnya, namun ada beberapa faktor yang menyebabkan mereka tidak menyelesaikan kuliah tersebut. Dengan adanya kasus mahasiswa yang belum menyelesaikan kuliah sangat mengganggu pelaksanaan perkuliahan. Dengan tempat yang  terbatas, sedangkan mahasiswa yang ingin kuliah di UIN juga semakin banyak sehingga mengganggu  proses pendaftaran mahasiswa yang ingin masuk ke kampus UIN.

Bagaimana dengan mahasiswa yang memiliki kesibukan bekerja atau berumah tangga?
Untuk para mahasiswa yang sibuk bekerja atau sudah berumah tangga, pihak universitas sudah sangat toleran dengan mereka. Karena itu mereka yang seharusnya 14 semester sudah lulus kami beri dispensasi waktu tambahan antara satu hingga dua bulan untuk menyelesaikan kuliah mereka. Kebijakan ini juga berlaku untuk semua strata, baik S1, S2 maupun S3. Khusus program S2 dan S3 sebelumnya kami temukan beberapa kasus di Sekolah Pascasarjana, di antaranya ada yang belum menyelesaikan kuliah sampai 15 atau 20 tahun dengan alasan sibuk bekerja dan sebagainya. Hal inilah yang dapat menghambat proses perkuliahan.

Apakah dalam beberapa tahun terakhir banyak mahasiswa yang terancam DO? Berapa persen dan di fakultas mana saja?
Memang semenjak beberapa tahun terakhir ini selalu ada laporan dari beberapa fakultas yang menginformasikan bahwa di fakultas mereka ada beberapa mahasiswa yang terancam DO. Untuk jumlahnya sekitar lima hingga sepuluh persen per tahunnya seluruh fakultas. Untuk fakultas-fakultas yang mahasiswanya banyak terancam DO  adalah Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Fakultas Adab dan Humaniora dan Fakultas Sains dan Teknologi. Namun, yang paling terbesar berdasar data yang kami terima adalah Fakultas Sains dan Teknologi.

Apa solusi UIN Jakarta guna membantu mahasiswa untuk cepat lulus kuliah, terutama yang terancam DO tadi?
Untuk solusi tentunya kami berikan tenggat waktu dan kesempatan kedua sampai akhir semester 14 ditambah dua bulan masa menyelesaikan perkuliahan. Solusi kedua, kami selalu menyediakan bermacam-macam beasiswa untuk mahasiswa yang duduk di semester dua sampai sepuluh, baik dari lembaga swasta maupun pemerintah. Begitu banyak kesempatan beasiswa untuk mahasiswa yang kurang mampu. Namun tidak semua mahasiswa memanfaatkan peluang tersebut. Padahal dengan beasiswa tersebut justru akan mempermudah biaya perkuliahan.

Bagaimana dengan fungsi dan peran dosen pembimbing atu penasehat akademik selama ini?

Peran dosen pembimbing tentunya memberikan support bagi mahasiswa yang sedang dalam bimbingan skripsinya. Membantu apabila mahasiswa kesulitan dalam menyelesaikan skripsi.  Hal itu sudah kita buat dalam buku pedoman mengenai tugas-tugas dosen pembimbing kepada mahasiswanya. Apabila mahasiswa mengalami kesulitan menemui dosen pembimbing sebaiknya cepat mengajukan surat pergantian dosen pembimbing yang ditujukan ke fakultas agar mempermudah skripsi, tesis atau disertasi mereka.

Bagaimana upaya-upaya untuk lebih meningkatkan kualitas mahasiswa atau lulusan UIN Jakarta?

Upaya yang kami lakukan untuk meningkatkan kulitas mahasiswa yaitu dengan meningkatkan jumlah rasio dosen dan mahasiswa, menyediakan SDM yang handal dan berkualitas, khususnya untuk dosen pengajar agar capable dalam bidang studi masing-masing, serta penyediaan sarana dan prasana memadai. Semua yang menunjang perkuliahan selalu kita perhatikan untuk kelancaran proses perkuliahan.

Ada indikasi, sikap disiplin ilmiah atau keilmuwan mahasiswa belakangan ini menurun. Benarkah?

Jika memang ada statement seperti yang diperkirakan demikian, mesti dilakukan pembuktian terlebih dahulu dengan fakta yang benar dan akurat. Untuk membuktikan kebenaran sesuatu diperlukannya  data yang valid. Karena yang saya lihat selama IAIN berubah nama menjadi UIN tidak ada penurunan disiplin ilmiah dari mahasiswa. Justru yang saya lihat semakin naik ditinjau dari segi prestasi atau keilmuannya, dan kita optimis tingkat kenaikan prestasi akademik mereka akan semakin baik. Setidaknya dari tahun ke tahun UIN Jakarta selalu membuktikan menjadi universitas yang berkembang dari segi intelektual maupun nilai akademiknya.

Dr Jamhari Makruf : Mahasiswa Harus Lulus 7 Tahun

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Spanduk bernada pesan peringatan di tiap fakultas kini mulai marak dipasang. Pesan itu berisi tentang percepatan kuliah bagi mahasiswa, khususnya angkatan 2002 – 2003. Pesan yang paling jelas, mahasiswa di kedua angkatan tersebut diminta menyelesaikan studi selama tujuh tahun atau setara dengan 14 semester dan diberi tenggat hingga 31 Agustus 2010. Jika tidak, mahasiswa bersangkutan terancam drop out alias DO.

Untuk mengetahui bagaimana duduk perkara peringatan tersebut, berikut wawancara Nuraini Lyna Wulandari dari UIN Online dengan Pembantu Rektor Bidang Akademik Dr Jamhari Makruf. Ia ditemui saat rehat di ruang kerjanya, Selasa (22/6).

Di sejumlah fakultas terdapat sejumlah imbauan bagi mahasiswa, terutama angkatan 2002 – 2003. Tampaknya ada yang serius dengan mereka?
Iya, imbauan itu sebenarnya kebijakan dari universitas yang kami teruskan kepada seluruh fakultas-fakultas. Kebijakan ini sebetulnya sudah ada sejak IAIN berubah nama menjadi UIN. Ketentuannya sudah diatur oleh kementerian agama yang mengharuskan mahasiswa menyelesaikan kuliah maksimal tujuh tahun atau setara dengan 14 semester. Kenapa demikian, karena UIN Jakarta ingin mahasiswa agar berprestasi sebanyak-banyaknya, seperti kuliah selesai tepat waktu, misalnya tiga setengah tahun atau empat tahun serta memiliki prestasi nilai akademik yang menonjol.

Kapan resminya kebijakan percepatan kuliah dikeluarkan?
Kebijakan ini resmi dikeluarkan sejak IAIN berubah menjadi UIN. Namun peraturan ini sendiri dikeluarkan oleh kementerian agama dengan maksud menentukan masa kuliah bagi program S1, S2, S3. Peraturan ini bertujuan agar memperingati mahasiswa bahwa memang benar adanya batas waktu perkuliahan sampai dengan semester 14 atau tujuh tahun.

Apa alasan mahasiswa angkatan 2002-2003 diminta segera menyelesaikan kuliah?
Kebijakan ini dibuat karena pada hakikatnya tugas mahasiswa adalah menyelesaikan kuliahnya. Kami sudah berikan peringatan dari beberapa bulan sebelumnya kepada para mahaiswa yang terancam DO. Seperti mengabari melalui telepon, surat, ataupun melalui rekan mereka agar mahasiswa yang terancam DO bisa menyelesaikan kuliahnya, namun ada beberapa faktor yang menyebabkan mereka tidak menyelesaikan kuliah tersebut. Dengan adanya kasus mahasiswa yang belum menyelesaikan kuliah sangat mengganggu pelaksanaan perkuliahan. Dengan tempat yang  terbatas, sedangkan mahasiswa yang ingin kuliah di UIN juga semakin banyak sehingga mengganggu  proses pendaftaran mahasiswa yang ingin masuk ke kampus UIN.

Bagaimana dengan mahasiswa yang memiliki kesibukan bekerja atau berumah tangga?
Untuk para mahasiswa yang sibuk bekerja atau sudah berumah tangga, pihak universitas sudah sangat toleran dengan mereka. Karena itu mereka yang seharusnya 14 semester sudah lulus kami beri dispensasi waktu tambahan antara satu hingga dua bulan untuk menyelesaikan kuliah mereka. Kebijakan ini juga berlaku untuk semua strata, baik S1, S2 maupun S3. Khusus program S2 dan S3 sebelumnya kami temukan beberapa kasus di Sekolah Pascasarjana, di antaranya ada yang belum menyelesaikan kuliah sampai 15 atau 20 tahun dengan alasan sibuk bekerja dan sebagainya. Hal inilah yang dapat menghambat proses perkuliahan.

Apakah dalam beberapa tahun terakhir banyak mahasiswa yang terancam DO? Berapa persen dan di fakultas mana saja?
Memang semenjak beberapa tahun terakhir ini selalu ada laporan dari beberapa fakultas yang menginformasikan bahwa di fakultas mereka ada beberapa mahasiswa yang terancam DO. Untuk jumlahnya sekitar lima hingga sepuluh persen per tahunnya seluruh fakultas. Untuk fakultas-fakultas yang mahasiswanya banyak terancam DO  adalah Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Fakultas Adab dan Humaniora dan Fakultas Sains dan Teknologi. Namun, yang paling terbesar berdasar data yang kami terima adalah Fakultas Sains dan Teknologi.

Apa solusi UIN Jakarta guna membantu mahasiswa untuk cepat lulus kuliah, terutama yang terancam DO tadi?
Untuk solusi tentunya kami berikan tenggat waktu dan kesempatan kedua sampai akhir semester 14 ditambah dua bulan masa menyelesaikan perkuliahan. Solusi kedua, kami selalu menyediakan bermacam-macam beasiswa untuk mahasiswa yang duduk di semester dua sampai sepuluh, baik dari lembaga swasta maupun pemerintah. Begitu banyak kesempatan beasiswa untuk mahasiswa yang kurang mampu. Namun tidak semua mahasiswa memanfaatkan peluang tersebut. Padahal dengan beasiswa tersebut justru akan mempermudah biaya perkuliahan.

Bagaimana dengan fungsi dan peran dosen pembimbing atu penasehat akademik selama ini?

Peran dosen pembimbing tentunya memberikan support bagi mahasiswa yang sedang dalam bimbingan skripsinya. Membantu apabila mahasiswa kesulitan dalam menyelesaikan skripsi.  Hal itu sudah kita buat dalam buku pedoman mengenai tugas-tugas dosen pembimbing kepada mahasiswanya. Apabila mahasiswa mengalami kesulitan menemui dosen pembimbing sebaiknya cepat mengajukan surat pergantian dosen pembimbing yang ditujukan ke fakultas agar mempermudah skripsi, tesis atau disertasi mereka.

Bagaimana upaya-upaya untuk lebih meningkatkan kualitas mahasiswa atau lulusan UIN Jakarta?

Upaya yang kami lakukan untuk meningkatkan kulitas mahasiswa yaitu dengan meningkatkan jumlah rasio dosen dan mahasiswa, menyediakan SDM yang handal dan berkualitas, khususnya untuk dosen pengajar agar capable dalam bidang studi masing-masing, serta penyediaan sarana dan prasana memadai. Semua yang menunjang perkuliahan selalu kita perhatikan untuk kelancaran proses perkuliahan.

Ada indikasi, sikap disiplin ilmiah atau keilmuwan mahasiswa belakangan ini menurun. Benarkah?

Jika memang ada statement seperti yang diperkirakan demikian, mesti dilakukan pembuktian terlebih dahulu dengan fakta yang benar dan akurat. Untuk membuktikan kebenaran sesuatu diperlukannya  data yang valid. Karena yang saya lihat selama IAIN berubah nama menjadi UIN tidak ada penurunan disiplin ilmiah dari mahasiswa. Justru yang saya lihat semakin naik ditinjau dari segi prestasi atau keilmuannya, dan kita optimis tingkat kenaikan prestasi akademik mereka akan semakin baik. Setidaknya dari tahun ke tahun UIN Jakarta selalu membuktikan menjadi universitas yang berkembang dari segi intelektual maupun nilai akademiknya.