Dr Ahmad Mukri Adji: Lailatul Qadar Bisa Datang Awal Ramadhan

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Umat Islam diwajibkan menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan. Selain itu juga disunnahkan memperbanyak doa dan zikir maupun ibadah lain. Umat Islam selayaknya melakukan semua ibadah tersebut untuk meningkatkan ketakwaan dan lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT. Bahkan pada bulan Ramadhan terdapat lailatul qadar yang pahalanya melebihi seribu bulan. Lantas, apa makna dan rahasia yang yang tersembunyi di balik bulan suci Ramadhan dan lailatul qadar, berikut petikan wawancara Hamzah Farihin dari UINJKT Online dengan Pembantu Dekan Bidang Akademik Fakultas Syariah dan Hukum Dr H Ahmad Mukri Aji beberapa waktu lalu.

Apa makna bulan Ramadhan bagi umat Islam?

Bulan Ramadhan merupakan bulan suci yang sangat Agung, sebagaimana Allah SWT telah menyosialisasikan dalam al-Qur’an dan Hadis Rasulullah SAW sehingga sebagai umat Islam selayaknya menyambut bulan suci ini dengan niat yang baik serta melakukan berbagai ibadah seraya mengharapkan ridha Allah SWT. Di bulan suci ini juga ada nilai-nilai historis serta rahasia Tuhan lainnya.

Ada makna lain?

Makna lain bulan Ramadhan adalah penghancuran terhadap aktivitas-aktvitas yang tidak terpuji, seperti korupsi dan berdusta. Bahkan kita diminta untuk menjaga kesucian bulan Ramadhan dengan tidak menghina atau melukai orang lain agar orang yang berpuasa mendapatkan pahala ibadah puasa. Sebab puasa ini tak hanya menahan lapar dan haus tetapi juga hati dan emosi harus dijaga dengan baik.

Ramadhan juga disebut sahrul adzim, maksudnya?

Maksud sahrul adzim yaitu tamu agung sehingga umat Islam diharapkan memanfaatkan semaksimal mungkin pada bulan suci ini untuk berlomba-lomba mencari kebajikan. Soalnya mungkin saja bulan Ramadhan ini merupakan bulan yang terakhir dalam hidup kita. Bulan Ramadhan merupakan salah satu dari dua belas bulan dalam setahun, karena itu bulan tersebut sangat diagungkan Allah SWT. Pada bulan itu juga Allah SWT memberikan oleh-oleh berupa berbagai keberkahan hidup, bahkan pahala ibadah pada bulan ini juga dilipatgandakan oleh Allah SWT. Pintu taubat dibuka selebar-lebarnya sehingga diharapkan kesempatan ini dimanfaatkan oleh umat Islam untuk bertaubat. Pada bulan suci ini pula ada salah satu malam yag disebut “lailatul qadar” atau malam seribu bulan yang setara dengan 83 tahun.

Bagaimana caranya umat Islam mendapatkan lailatul qadar?

Ya untuk mendapatkan lailatul qadar kita bisa melakukan dengan berbagai mediasi seperti yang diperintahkan Allah SWT, misalnya shalat lima waktu tepat pada waktunya, memperbanyak shalat sunat, berzikir, berdoa dan memperbanyak membaca al-Qur’an.

Mengapa lailatul qadar berada pada tanggal-tanggal ganjil diakhir Ramadhan?

Menurut Imam al-Ghazali, dalam kitab Ihya ‘Ulumuddin menyatakan bahwa lailatul qadar itu memang ada pada tanggal-tanggal ganjil. Hanya saja tanggal ganjilnya itu bukan diakhir saja, sejak awal Ramadhan pun sudah termasuk, sehingga kita yang mengharapkan lailatul qadar tidak hanya mencarinya pada malam-malam ganjil terakhir tersebut. Sebab bisa saja Allah SWT memberikannya pada awal-awal Ramadhan. Pada intinya, kita senantiasa terus menerus beribadah kepada Allah SWT dengan berbagai mediasi tanpa melewatkan sedikit pun di bulan suci ini dengan penuh keimanan dan mengharapkan Ridha Allah SWT tanpa harus terpaku pada tanggal ganjil. Karena orang yang telah mendapatkam malam lailatul qadar akan lain rasanya. Ada yang bilang hatinya akan tenang, bahagia dan merasa dekat dengan Allah SWT.

Bulan Ramadhan biasanya diakhiri dengan zakat fitrah dan Idul Fitri. Bisa Anda jelaskan kedua ibadah tersebut?

Setelah berpuasa penuh sebulan akan diakhiri dengan zakat fitrah, yaitu memberikan sebagian rizki kita untuk menyempurnakan ibadah saat bulan Ramadhan agar diterima Allah SWT tanpa cacat sedikit pun. Selain itu juga untuk menyempurnakan seseorang menjadi bersih tanpa noda atau dosa yang melekat pada diri seseorang yang berpuasa. Sedangkan Idul Fitri yaitu kita kembali kepada fitrah, seperti bayi yang baru lahir. Dosa-dosa kita pun demikian kembali bersih, tanpa mempunyai dosa sedikit pun karena sudah dilebur saat bulan puasa dengan berbagai ibadah dan permohonan taubat.

Setelah Ramadhan tak sedikit orang yang kembali kepada kemaksiatan lagi. Apa hasil dari bulan Ramadhan yang dilakukannya tersebut tidak bermakna bagi diri seseorang yang berpuasa?

Seharusnya selepas Ramadhan selesai, orang yang berpuasa jasmani dan rohaninya harus bersih karena itulah filosofi manusia setelah melakukan puasa selama sebulan serta ibadah-ibadah lainnya. Orang yang berpuasa sudah dicuci dengan berbagai ibadah dan mengharapkan keridhaan Allah SWT sehingga kita bersih tanpa noda dosa sedikit pun. Namun, bagi orang yang tidak mendapatkan keberkahan di balik bulan Ramadhan tersebut, mereka hanya melakukan ritual saja, sedangkan feedback dari pencucian di bulan  Ramadhan ini tidak membekas pada dirinya. Akhirnya kemaksiatan, kebohongan, korupsi, atau perbuatan maksiat lain selalu kembali dilakukan. Ini masalah yang banyak dilakukan umat Islam. (ns)

Dr Ahmad Mukri Adji: Lailatul Qadar Bisa Datang Awal Ramadhan

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Umat Islam diwajibkan menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan. Selain itu juga disunnahkan memperbanyak doa dan zikir maupun ibadah lain. Umat Islam selayaknya melakukan semua ibadah tersebut untuk meningkatkan ketakwaan dan lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT. Bahkan pada bulan Ramadhan terdapat lailatul qadar yang pahalanya melebihi seribu bulan. Lantas, apa makna dan rahasia yang yang tersembunyi di balik bulan suci Ramadhan dan lailatul qadar, berikut petikan wawancara Hamzah Farihin dari UINJKT Online dengan Pembantu Dekan Bidang Akademik Fakultas Syariah dan Hukum Dr H Ahmad Mukri Aji beberapa waktu lalu.

Apa makna bulan Ramadhan bagi umat Islam?

Bulan Ramadhan merupakan bulan suci yang sangat Agung, sebagaimana Allah SWT telah menyosialisasikan dalam al-Qur’an dan Hadis Rasulullah SAW sehingga sebagai umat Islam selayaknya menyambut bulan suci ini dengan niat yang baik serta melakukan berbagai ibadah seraya mengharapkan ridha Allah SWT. Di bulan suci ini juga ada nilai-nilai historis serta rahasia Tuhan lainnya.

Ada makna lain?

Makna lain bulan Ramadhan adalah penghancuran terhadap aktivitas-aktvitas yang tidak terpuji, seperti korupsi dan berdusta. Bahkan kita diminta untuk menjaga kesucian bulan Ramadhan dengan tidak menghina atau melukai orang lain agar orang yang berpuasa mendapatkan pahala ibadah puasa. Sebab puasa ini tak hanya menahan lapar dan haus tetapi juga hati dan emosi harus dijaga dengan baik.

Ramadhan juga disebut sahrul adzim, maksudnya?

Maksud sahrul adzim yaitu tamu agung sehingga umat Islam diharapkan memanfaatkan semaksimal mungkin pada bulan suci ini untuk berlomba-lomba mencari kebajikan. Soalnya mungkin saja bulan Ramadhan ini merupakan bulan yang terakhir dalam hidup kita. Bulan Ramadhan merupakan salah satu dari dua belas bulan dalam setahun, karena itu bulan tersebut sangat diagungkan Allah SWT. Pada bulan itu juga Allah SWT memberikan oleh-oleh berupa berbagai keberkahan hidup, bahkan pahala ibadah pada bulan ini juga dilipatgandakan oleh Allah SWT. Pintu taubat dibuka selebar-lebarnya sehingga diharapkan kesempatan ini dimanfaatkan oleh umat Islam untuk bertaubat. Pada bulan suci ini pula ada salah satu malam yag disebut “lailatul qadar” atau malam seribu bulan yang setara dengan 83 tahun.

Bagaimana caranya umat Islam mendapatkan lailatul qadar?

Ya untuk mendapatkan lailatul qadar kita bisa melakukan dengan berbagai mediasi seperti yang diperintahkan Allah SWT, misalnya shalat lima waktu tepat pada waktunya, memperbanyak shalat sunat, berzikir, berdoa dan memperbanyak membaca al-Qur’an.

Mengapa lailatul qadar berada pada tanggal-tanggal ganjil diakhir Ramadhan?

Menurut Imam al-Ghazali, dalam kitab Ihya ‘Ulumuddin menyatakan bahwa lailatul qadar itu memang ada pada tanggal-tanggal ganjil. Hanya saja tanggal ganjilnya itu bukan diakhir saja, sejak awal Ramadhan pun sudah termasuk, sehingga kita yang mengharapkan lailatul qadar tidak hanya mencarinya pada malam-malam ganjil terakhir tersebut. Sebab bisa saja Allah SWT memberikannya pada awal-awal Ramadhan. Pada intinya, kita senantiasa terus menerus beribadah kepada Allah SWT dengan berbagai mediasi tanpa melewatkan sedikit pun di bulan suci ini dengan penuh keimanan dan mengharapkan Ridha Allah SWT tanpa harus terpaku pada tanggal ganjil. Karena orang yang telah mendapatkam malam lailatul qadar akan lain rasanya. Ada yang bilang hatinya akan tenang, bahagia dan merasa dekat dengan Allah SWT.

Bulan Ramadhan biasanya diakhiri dengan zakat fitrah dan Idul Fitri. Bisa Anda jelaskan kedua ibadah tersebut?

Setelah berpuasa penuh sebulan akan diakhiri dengan zakat fitrah, yaitu memberikan sebagian rizki kita untuk menyempurnakan ibadah saat bulan Ramadhan agar diterima Allah SWT tanpa cacat sedikit pun. Selain itu juga untuk menyempurnakan seseorang menjadi bersih tanpa noda atau dosa yang melekat pada diri seseorang yang berpuasa. Sedangkan Idul Fitri yaitu kita kembali kepada fitrah, seperti bayi yang baru lahir. Dosa-dosa kita pun demikian kembali bersih, tanpa mempunyai dosa sedikit pun karena sudah dilebur saat bulan puasa dengan berbagai ibadah dan permohonan taubat.

Setelah Ramadhan tak sedikit orang yang kembali kepada kemaksiatan lagi. Apa hasil dari bulan Ramadhan yang dilakukannya tersebut tidak bermakna bagi diri seseorang yang berpuasa?

Seharusnya selepas Ramadhan selesai, orang yang berpuasa jasmani dan rohaninya harus bersih karena itulah filosofi manusia setelah melakukan puasa selama sebulan serta ibadah-ibadah lainnya. Orang yang berpuasa sudah dicuci dengan berbagai ibadah dan mengharapkan keridhaan Allah SWT sehingga kita bersih tanpa noda dosa sedikit pun. Namun, bagi orang yang tidak mendapatkan keberkahan di balik bulan Ramadhan tersebut, mereka hanya melakukan ritual saja, sedangkan feedback dari pencucian di bulan  Ramadhan ini tidak membekas pada dirinya. Akhirnya kemaksiatan, kebohongan, korupsi, atau perbuatan maksiat lain selalu kembali dilakukan. Ini masalah yang banyak dilakukan umat Islam. (ns)