Auditorium Utama, BERITA UIN Online – Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Jakarta diisi dengan dialog dan bedah buku “Islam Itu Ramah, Bukan Marah’. Dialog dan bedah buku jadi salah satu acara Dewan Eksekutif Mahasiswa FITK menyambut para mahasiswa baru fakultas tersebut.

Dialog dan bedah buku berlangsung di Auditorium Utama, Kamis (24/8/2017). Hadir sebagai pembicara sekaligus penulisnya, Irfan Amalee, pegiat pendidikan dan perdamaian yang pernah masuk dalam daftar 500 orang Muslim paling berpengaruh di dunia versi Royal Institute for Islamic Studies Amman Yordania sepanjang dua tahun berturut-turut, 2010 dan 2011.

Dalam paparannya, Irfan mengajak mahasiswa untuk memaknai kembali visi Islam sebagai agama rahmatan lil ‘alamin. Visi demikian, jelas peraih penghargaan International Young Creative Entrepreneur dari British Council 2009 ini, meniscayakan generasi umat Islam Indonesia untuk tampil dan menampilkan diri sebagai umat terbaik.

Menurut Irfan, Nabi Muhammad SAW sendiri telah mencontohkan bagaimana umat agama yang bervisi rahmatan lil ‘alamin hidup di periode paling awal Islam. Penghormatan dan perlindungan terhadap keragaman menjadi model masyarakat Islam yang ramah dan toleran.

Sebagai umat terbaik, jelasnya, Islam mendorong umatnya untuk menggapai prestasi sosial dan ilmu pengetahuan sehingga menghasilkan peradaban kemanusiaan yang cemerlang. “Tak heran, di tangan Nabi SAW dan para sahabatnya, Islam berkembang ke seantero dunia, hidup dan bertumbuh memengaruhi peradaban dunia sehingga bekasnya dapat dirasakan sampai sekarang,” katanya.

Model Islam bervisi rahmatan lil ‘alamin juga terlihat dari bagaimana Islam berkembang di Nusantara. “Di tangan Wali Songo dan para ulama penerus syiarnya, Islam pun tertancap kukuh di bumi Nusantara,” tambahnya lagi.

Editor buku sekaligus Editing Manager Divisi Agama Mizan Media Utama, Ahmad Najib yang hadir sebagai pembanding, mengatakan jika buku “Islam Itu Ramah, Bukan Marah’ yang ditulis ringan namun reflektif tepat dibaca generasi muda saat ini. Buku ini menjadi oase di tengah maraknya kebencian di media sosial.

Sementara itu, Ketua DEMA FITK Adi Raharjo dan Ketua Pelaksana PBAK Alfa Rezky Ramadhan kepada BERITA UIN Online mengungkapkan, dialog dan bedah buku diberikan untuk mengenalkan iklim akademik kampus kepada para mahasiswa baru. Kegiatan sendiri diselingi berbagai pertanyaan dari para mahasiswa baru (fnh/yuni nurkamaliah/zm)

Share This