Ciputat, BERITA UIN Online— Direktur Pendidikan Tinggi Islam (Diktis), Ditjen Pendis, Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Arskal Salim GP MA mengapresiasi pertambahan jurnal ilmiah terakreditasi di lingkungan UIN Jakarta. Ia berharap kualitas jurnal ilmiah terus dirawat dan ditingkatkan sehingga menjadi jurnal internasional terindeks Scopus.

Demikian disampaikan Arskal yang juga Ketua LP2M UIN Jakarta kepada BERITA UIN Online, Kamis (4/1/2017). Menurutnya, bertambahnya jumlah jurnal UIN Jakarta yang terakreditasi nasional memberi kepercayaan diri yang kuat atas kompetensi publikasi segenap sivitas akademika UIN Jakarta.

“Pertambahan jurnal terakreditasi juga semakin mengokohkan atmosfer akademik dan tradisi keilmuan multi disiplin di lingkungan UIN Jakarta seperti dibuktikan dengan keanekaragaman fokus jurnal-jurnal yang terakreditasi,” ujarnya.

Dari sisi kelembagaan, Arskal menambahkan, pertambahan turut meneguhkan posisi UIN Jakarta pada peringkat teratas publikasi ilmiah di lingkungan PTKIN. Untuk itu, Arskal berharap seluruh sivitas berkomitmen menjaga dan meningkatkan kualitas jurnal di lingkungan UIN Jakarta.

“Seluruh jurnal yang telah terakreditasi agar terus menjaga kualitas penerbitannya dari berbagai segi. Bahkan, berupaya keras meningkatkan mutunya menjadi lebih baik sehingga pada waktunya dapat diproses menjadi jurnal internasional yang terindeks Scopus,” sarannya.

Diketahui, jumlah jurnal ilmiah berakreditasi di lingkungan fakultas dan lembaga UIN Jakarta terus bertambah sepanjang tahun 2017 dibanding jumlah yang dicapai pada tahun 2016. Pertambahan jurnal berakreditasi diharapkan terus memacu peningkatan jumlah publikasi ilmiah dosen-peneliti di lingkungan UIN Jakarta.

Telusuran BERITA UIN Online, Rabu (3/1/2018), sepanjang tahun 2017 jumlah jurnal berakreditasi nasional bertambah enam jurnal dari sebelumnya hanya empat jurnal. Dengan begitu total jurnal ilmiah berakreditasi di lingkungan UIN Jakarta mencapai 10 jurnal.

Surat Direktur Pengelolaan Kekayaan Intelektual, Direktorat Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan, Kemenristek Dikti, Nomor 3572/E5.2/SE/2017 mencatat keenam jurnal UIN Jakarta yang berhasil diakreditasi adalah Jurnal Kimia Valensi, Jurnal Tarbiya, Jurnal Arabiyat, Jurnal Edusains, Jurnal Etikonomi, dan Jurnal al-Iqtishad (reakreditasi). Seluruhnya terakreditasi B.

Dalam pengantarnya, Direktur Pengelolaan Kekayaan Intelektual, Dr. Sadjuga, M.Sc, mengungkapkan jika keenam jurnal tersebut merupakan bagian dari proses akreditasi berkala ilmiah elektronik jilid II. Selain mendapat sertifikat akreditasi, para pengelola jurnal juga wajib data jurnalnya di laman https://goo.gl/forms/BbhInpsdlDiGoaf12.

“Dan diwajibkan mencantumkan masa berlaku akreditasi dengan menuliskan tanggal penetapan dan tanggal akhir masa berlaku tersebut di laman dan atau halaman muka terbitan berkala ilmiah,” katanya.

Berdasar klaster bidang ilmunya, Etikonomi dan al-Iqtishad masuk dalam klaster bidang ilmu ekonomi. Sedang Tarbiya, Arabiyat, dan Edusains masuk dalam klaster bidang ilmu pendiding. Adapun Kimia Valensi masuk dalam klaster bidang ilmu MIPA.

Tahun sebelumnya, jurnal ilmiah UIN Jakarta yang terakreditasi adalah Jurnal Studia Islamika Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat, Jurnal Ilmu Ushuluddin Pusat Himpunan Peminat Ilmu-Ilmu Ushuluddin, Jurnal Signifikan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, dan Jurnal Ahkam Fakultas Syariah dan Hukum. Namun berbeda dengan jurnal-jurnal lainnya, Studia Islamika merupakan salah satu dari sedikit jurnal ilmiah Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri yang telah terindeks SCOPUS.

Dalam catatan Direktorat Diktis, total jurnal ilmiah terakreditasi di lingkungan 56 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri mencapai 65 jurnal. Dari jumlah itu, 10 jurnal diantaranya disumbangkan oleh UIN Jakarta. (farah nh/yuni nk/zm)

Share This