Dinar Merupakan Aset Menguntungkan

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Hamzah Farihin

Aula Madya, UINJKT Online – Pemilik Wakala Adinna Ir Zaim Saidi menjelaskan penggunaan dinar atau dirham sebagai aset komoditi sangat menguntungkan. Menurutnya, manfaat penggunaan dinar antara lain, selain universal dan sesuai syariat Islam, dinar juga tidak menimbulkan inflasi dan bebas sistem finansial.

”Bila pemerintah Indonesia ingin memperbaiki kesejahteraan rakyat, kita butuh perubahan alat tukar secara tegas dan cepat. Sebagaimana yang dilakukan Rasulullah dalam menegakkan Islam di Jazirah Arab. Beliau butuh waktu 10 tahun untuk mempunyai sistem yang kuat,” ungkap Zaim Saidi dalam kajian ekonomi Islam bulanan dengan tema Dinar-Dirham Dalam Perekonomian Global Merentas Sistem Keuangan Antikrisis yang di gelar BEMJ Konsentrasi Perbankan Syariah Fakultas Syariah dan Hukum di Aula Madya, Kamis (14/5).

Menurutnya, kita bisa berlakukan dirham-dinar sama dengan US dollar. Alasan mengapa US dollar berkembang dan dipakai di seluruh dunia dewasa ini, selain kemenangan politis, mereka juga melakukan penjagaan yang ekstra ketat. Di seluruh negara mereka mempunyai konsulat jendral, agar US dollar tetap normal. Mereka sangat memonopoli karena tidak peduli dengan nasib bangsa lain.

Dia menilai penyebab runtuhnya sistem finansial suatu negara yaitu karena adanya sistem riba. Sistem riba ini antara lain seperti saham, obligasi dan valuta, yang telah disahkan pemerintah. Seperti yang terjadi di Indonesia sekarang ini, adalah sebuah ilusi atas nama nilai. Namun pada hakikatnya adalah melawan fitrah alam, karena diusung oleh sistem tirani yang menindas.

”Krisis global yang terjadi saat ini, akibat kerakusan dan keserakahan para kapitalis yang berwatak hewan, sangat egois dan tak memiliki belas kasihan terhadap orang lain,” papar penulis buku dinar dan dirham ini.*

Dinar Merupakan Aset Menguntungkan

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Hamzah Farihin

Aula Madya, UINJKT Online – Pemilik Wakala Adinna Ir Zaim Saidi menjelaskan penggunaan dinar atau dirham sebagai aset komoditi sangat menguntungkan. Menurutnya, manfaat penggunaan dinar antara lain, selain universal dan sesuai syariat Islam, dinar juga tidak menimbulkan inflasi dan bebas sistem finansial.

”Bila pemerintah Indonesia ingin memperbaiki kesejahteraan rakyat, kita butuh perubahan alat tukar secara tegas dan cepat. Sebagaimana yang dilakukan Rasulullah dalam menegakkan Islam di Jazirah Arab. Beliau butuh waktu 10 tahun untuk mempunyai sistem yang kuat,” ungkap Zaim Saidi dalam kajian ekonomi Islam bulanan dengan tema Dinar-Dirham Dalam Perekonomian Global Merentas Sistem Keuangan Antikrisis yang di gelar BEMJ Konsentrasi Perbankan Syariah Fakultas Syariah dan Hukum di Aula Madya, Kamis (14/5).

Menurutnya, kita bisa berlakukan dirham-dinar sama dengan US dollar. Alasan mengapa US dollar berkembang dan dipakai di seluruh dunia dewasa ini, selain kemenangan politis, mereka juga melakukan penjagaan yang ekstra ketat. Di seluruh negara mereka mempunyai konsulat jendral, agar US dollar tetap normal. Mereka sangat memonopoli karena tidak peduli dengan nasib bangsa lain.

Dia menilai penyebab runtuhnya sistem finansial suatu negara yaitu karena adanya sistem riba. Sistem riba ini antara lain seperti saham, obligasi dan valuta, yang telah disahkan pemerintah. Seperti yang terjadi di Indonesia sekarang ini, adalah sebuah ilusi atas nama nilai. Namun pada hakikatnya adalah melawan fitrah alam, karena diusung oleh sistem tirani yang menindas.

”Krisis global yang terjadi saat ini, akibat kerakusan dan keserakahan para kapitalis yang berwatak hewan, sangat egois dan tak memiliki belas kasihan terhadap orang lain,” papar penulis buku dinar dan dirham ini.*