Diabetes, Penyakit dengan Komplikasi Terbanyak

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone


Reporter: Hamzah Farihin

 

Auditorium Utama, UINJKT Online – Diabetes merupakan penyakit yang memiliki komplikasi (menyebabkan terjadinya penyakit lain) yang paling banyak. Hal ini berkaitan dengan kadar gula darah yang tinggi terus menerus, sehingga berakibat rusaknya pembuluh darah, saraf dan struktur internal lainnya.

 

”Penderita diabetes bisa mengalami berbagai komplikasi jangka panjang jika diabetesnya tidak dikelola dengan baik. Komplikasi yang lebih sering terjadi dan mematikan adalah serangan jantung dan stroke,” ucap dokter RS Pertamina dr Asep Saepul Rohmat SpPD dalam seminar dengan tema Clinic Treatment In Patients With Diabetes And its Complications yang digelar Prodi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) di Auditorium Utama, Sabtu (13/6).

 

Komplikasi akibat diabetes misalnya, lanjut dia, kerusakan pada pembuluh darah mata bisa menyebabkan gangguan penglihatan akibat kerusakan pada retina mata. Kelainan fungsi ginjal bisa menyebabkan gagal ginjal sehingga penderita harus menjalani cuci darah.

 

Contoh selanjutnya, tambah dia, gangguan pada saraf dapat bermanifestasi dalam beberapa bentuk. Jika satu saraf mengalami kelainan fungsi mononeuropati, maka sebuah lengan atau tungkai biasa secara tiba-tiba menjadi lemah.Jika saraf yang menuju ke tangan, tungkai dan kaki mengalami kerusakan polineuropati diabetikum, maka pada lengan dan tungkai bisa dirasakan kesemutan atau nyeri seperti terbakar dan kelemahan.

 

Kerusakan pada saraf menyebabkan kulit lebih sering mengalami cedera karena penderita tidak dapat meradakan perubahan tekanan maupun suhu. Berkurangnya aliran darah ke kulit juga bisa menyebabkan ulkus atau borok dan semua penyembuhan luka berjalan lambat. Dan ulkus di kaki bisa sangat dalam dan mengalami infeksi serta masa penyembuhannya lama sehingga sebagian tungkai harus diamputasi.

 

Adapun Gejala awal penyakit diabetes lanjut dia, yaitu diakibatkan perasaan ingin selalu makan, haus dan sering berkemih. Ketiga hal itu yang sangat berperan, awal menderitanya penyakit diabetes. Banyak fakta terjadi di lapangan akibat dari ketidaktahuan membaca isyarat tubuh tersebut, hampir sebagian besar penderita diabetes mellitus atau kencing manis berobat ke dokter sudah dalam keadaan parah.

 

Hal yang harus dilakukan untuk mencegah terjadinya diabetes tambah dia, ada tiga yaitu pencegahan primer, sekunder dan tersier. Pencegahan primer adalah dengan melakukan pengaturan gaya hidup sehat dengan mempertahankan pola makan sehat dan seimbang, meningkatkan konsumsi sayuran dan buah, membatasi maksimal tinggi lemak dan karbohidrat, mempertahankan berat badan ideal sesuai umur dan tinggi.melakukan kegiatan jasmani yang cukup serta menghindari obat diabetagonik atau pemunculan diabetes secara spontan.

 

Sedangkan pencegahan sekunder yaitu dengan melakukan mendeteksi sedini mungkin dengan melakukan pengendalian Gestational Diabetes (GD) senormal mungkin yaitu perlakuannya dengan perencanaan makanan, kegiatan jasmani dan pengobatan teratur.

 

Dan terakhir pencegahan tersier yaitu gunanya mencegah kecacatan lebih lanjut. Hal yang perlu dilakukan dengan pemeriksaan berkala terhadap organ tubuh misal pada mata yang perlu dilakukan pemeriksaan setiap enam sampai 12 bulan, paru-paru setiap satu sampai dua tahun sekali, jantung dilakukan setiap tahun, ginjal dan urine setiap tiga bulan dan terakhir kaki periksa secara berkala. []

Diabetes, Penyakit dengan Komplikasi Terbanyak

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone


Reporter: Hamzah Farihin

 

Auditorium Utama, UINJKT Online – Diabetes merupakan penyakit yang memiliki komplikasi (menyebabkan terjadinya penyakit lain) yang paling banyak. Hal ini berkaitan dengan kadar gula darah yang tinggi terus menerus, sehingga berakibat rusaknya pembuluh darah, saraf dan struktur internal lainnya.

 

”Penderita diabetes bisa mengalami berbagai komplikasi jangka panjang jika diabetesnya tidak dikelola dengan baik. Komplikasi yang lebih sering terjadi dan mematikan adalah serangan jantung dan stroke,” ucap dokter RS Pertamina dr Asep Saepul Rohmat SpPD dalam seminar dengan tema Clinic Treatment In Patients With Diabetes And its Complications yang digelar Prodi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) di Auditorium Utama, Sabtu (13/6).

 

Komplikasi akibat diabetes misalnya, lanjut dia, kerusakan pada pembuluh darah mata bisa menyebabkan gangguan penglihatan akibat kerusakan pada retina mata. Kelainan fungsi ginjal bisa menyebabkan gagal ginjal sehingga penderita harus menjalani cuci darah.

 

Contoh selanjutnya, tambah dia, gangguan pada saraf dapat bermanifestasi dalam beberapa bentuk. Jika satu saraf mengalami kelainan fungsi mononeuropati, maka sebuah lengan atau tungkai biasa secara tiba-tiba menjadi lemah.Jika saraf yang menuju ke tangan, tungkai dan kaki mengalami kerusakan polineuropati diabetikum, maka pada lengan dan tungkai bisa dirasakan kesemutan atau nyeri seperti terbakar dan kelemahan.

 

Kerusakan pada saraf menyebabkan kulit lebih sering mengalami cedera karena penderita tidak dapat meradakan perubahan tekanan maupun suhu. Berkurangnya aliran darah ke kulit juga bisa menyebabkan ulkus atau borok dan semua penyembuhan luka berjalan lambat. Dan ulkus di kaki bisa sangat dalam dan mengalami infeksi serta masa penyembuhannya lama sehingga sebagian tungkai harus diamputasi.

 

Adapun Gejala awal penyakit diabetes lanjut dia, yaitu diakibatkan perasaan ingin selalu makan, haus dan sering berkemih. Ketiga hal itu yang sangat berperan, awal menderitanya penyakit diabetes. Banyak fakta terjadi di lapangan akibat dari ketidaktahuan membaca isyarat tubuh tersebut, hampir sebagian besar penderita diabetes mellitus atau kencing manis berobat ke dokter sudah dalam keadaan parah.

 

Hal yang harus dilakukan untuk mencegah terjadinya diabetes tambah dia, ada tiga yaitu pencegahan primer, sekunder dan tersier. Pencegahan primer adalah dengan melakukan pengaturan gaya hidup sehat dengan mempertahankan pola makan sehat dan seimbang, meningkatkan konsumsi sayuran dan buah, membatasi maksimal tinggi lemak dan karbohidrat, mempertahankan berat badan ideal sesuai umur dan tinggi.melakukan kegiatan jasmani yang cukup serta menghindari obat diabetagonik atau pemunculan diabetes secara spontan.

 

Sedangkan pencegahan sekunder yaitu dengan melakukan mendeteksi sedini mungkin dengan melakukan pengendalian Gestational Diabetes (GD) senormal mungkin yaitu perlakuannya dengan perencanaan makanan, kegiatan jasmani dan pengobatan teratur.

 

Dan terakhir pencegahan tersier yaitu gunanya mencegah kecacatan lebih lanjut. Hal yang perlu dilakukan dengan pemeriksaan berkala terhadap organ tubuh misal pada mata yang perlu dilakukan pemeriksaan setiap enam sampai 12 bulan, paru-paru setiap satu sampai dua tahun sekali, jantung dilakukan setiap tahun, ginjal dan urine setiap tiga bulan dan terakhir kaki periksa secara berkala. []