Gedung Rektorat, BERITA UIN Online– Dalam rangka mendorong upaya perdamaian dan rekonsiliasi di Afghanistan, atas undangan Presiden RI, Ketua Dewan Perdamaian Tinggi Afghanistan (High Peace Council/HPC) Afghanistan, Mohammad Karim Khalili beserta 35 Anggota delegasi akan berkunjung ke Indonesia pada 20-25 November 2017.

Tujuan kunjungan disebutkan dalam Surat Direktorat Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negri adalah untuk mempelajari pengalaman Indonesia dalam keragaman, toleransi, harmoni, dan resolusi konflik, serta melihat langsung realitas kehidupan beragama di Indonesia.

Program kunjungan direncanakan mencakup kunjungan kehormatan kepada Presiden dan Wakil Presiden, pertemuan dengan para ulama Indonesia, Gubernur Aceh dan tokoh nasional lainnya, serta kunjungan lapangan ke Masjid Istiqlal, Gereja Katedral, UIN Jakarta dan Pondok Pesantren Darun Najah.

Untuk kunjungan ke UIN Jakarta, dalam surat bernomor 03799/BK/11/2017/30/04 tanggal 14 November 2017 yang ditandatangani Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika menjelaskan bahwa kunjungan ke UIN Jakarta akan memberikan kesempatan bagi delegasi HPC Afghanistan untuk melihat secara langsung bagaimana keragaman, toleransi, dan moderasi terbina melalui kegiatan belajar mengajar di Indonesia.

Ditegaskan, secara khusus, delegasi HPC Afghanistan juga ingin mendengar pandangan pihak UIN Jakarta terkait kurikulum pendidikan. Rencananya kunjungan akan dilakukan pada 23 November 2017.

Dilansir dari https://en.wikipedia.org, HPC Afghanistan adalah badan Program Perdamaian dan Reintegrasi Afghanistan yang dibentuk oleh Hamid Karzai untuk berunding dengan unsur-unsur Taliban. HPC didirikan pada 5 September 2010. Ketua dewan saat ini adalah Mohammad Karim Khalili yang ditunjuk untuk jabatan tersebut pada April 2017. (mf)

Share This