Deptan Ajak Mahasiswa UIN Jakarta Dampingi Usaha Petani

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Hamzah Farihin

Gedung FST, UINJKT Online- Dalam rangka membangun pertanian Indonesia yang lebih maju, Departemen Pertanian (Deptan) melalui staf ahlinya, mengajak mahasiswa UIN Jakarta untuk mendampingi petani dalam usaha berbasis komoditi pertanian.

“Saya tantang mahasiswa UIN Jakarta untuk membuat proposal pada Deptan untuk pendampingan petani, agar mampu berbisnis komoditi pertanian di daerahnya masing-masing yang cakupannya seluruh Indonesia. Hal ini dalam rangka Pengembangan Usaha Agri Pedesaan (PUAP),” ujar Staf Ahli menteri pertanian Dr Ir Andi Nuhung dalam seminar nasional dengan tema Agriculture Save Our Nature For The Best Future Agritivity 2009 yang digelar BEMJ Agribisnis Fakultas Sains dan Teknologi (FST) di Ruang Teater, Senin (1/6).

Menurutnya, dalam pengembangan PUAP ini, Deptan sudah menyiapkan bagi setiap desa akan diberikan modal sebesar 100 juta, untuk mengembangkan usaha dalam suatu desa tertentu yang berpotensi untuk dijadikan lahan usahanya. Sehingga daerah tersebut perekonomian masyarakatnya menjadi maju.

Bagi mahasiswa UIN Jakarta yang ingin membangun desanya di kampung masing-masing, cukup mengajukan proposal pada Deptan, yang selanjutnya utusan dari Deptan akan meninjau kembali proposal tersebut, seandainya memenuhi syarat, maka pihak Deptan akan memberikan modal pada desa tersebut.

“Sampai saat ini, program PUAP dari Deptan ini sudah berjalan sekitar tujuh tahun dan telah memberdayakan desa yang sudah dikembangkan di seluruh Indonesia sekitar 21 ribu desa,” katanya.

Di samping pedesaan, Deptan juga mengembangkan PUAP di pesantren-pesantren yang mempunyai santri cukup banyak. Hal ini dilakukan karena pesantren di lingkungan masyarakat pedesaan sangat disegani dan mempunyai pengaruh cukup besar, sehingga kalau mengembangkan usaha berbasis komoditi pertanian di desa sangat cocok dan pastinya akan diikuti petani.

Hadir dalam kesempatan ini Pegawai Departemen Perindustrian Drs Atang Sudiono MSc. Ia mengharapkan di samping pengembangan pertanian, alangkah baiknya pengembangan pertanian dikombinasikan dengan basis indutrialisasi, sehingga petani dapat mengolahnya hasil pertaniannya untuk mendapatkan profit yang lebih besar. Karena ke depan teknologi industrialisasi sangat berperan, seandainya pengembangan pertanian tak memakai yang berbau teknologi, maka akan kalah dengan negara-negara yang sudah maju. ()

Deptan Ajak Mahasiswa UIN Jakarta Dampingi Usaha Petani

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Hamzah Farihin

Gedung FST, UINJKT Online- Dalam rangka membangun pertanian Indonesia yang lebih maju, Departemen Pertanian (Deptan) melalui staf ahlinya, mengajak mahasiswa UIN Jakarta untuk mendampingi petani dalam usaha berbasis komoditi pertanian.

“Saya tantang mahasiswa UIN Jakarta untuk membuat proposal pada Deptan untuk pendampingan petani, agar mampu berbisnis komoditi pertanian di daerahnya masing-masing yang cakupannya seluruh Indonesia. Hal ini dalam rangka Pengembangan Usaha Agri Pedesaan (PUAP),” ujar Staf Ahli menteri pertanian Dr Ir Andi Nuhung dalam seminar nasional dengan tema Agriculture Save Our Nature For The Best Future Agritivity 2009 yang digelar BEMJ Agribisnis Fakultas Sains dan Teknologi (FST) di Ruang Teater, Senin (1/6).

Menurutnya, dalam pengembangan PUAP ini, Deptan sudah menyiapkan bagi setiap desa akan diberikan modal sebesar 100 juta, untuk mengembangkan usaha dalam suatu desa tertentu yang berpotensi untuk dijadikan lahan usahanya. Sehingga daerah tersebut perekonomian masyarakatnya menjadi maju.

Bagi mahasiswa UIN Jakarta yang ingin membangun desanya di kampung masing-masing, cukup mengajukan proposal pada Deptan, yang selanjutnya utusan dari Deptan akan meninjau kembali proposal tersebut, seandainya memenuhi syarat, maka pihak Deptan akan memberikan modal pada desa tersebut.

“Sampai saat ini, program PUAP dari Deptan ini sudah berjalan sekitar tujuh tahun dan telah memberdayakan desa yang sudah dikembangkan di seluruh Indonesia sekitar 21 ribu desa,” katanya.

Di samping pedesaan, Deptan juga mengembangkan PUAP di pesantren-pesantren yang mempunyai santri cukup banyak. Hal ini dilakukan karena pesantren di lingkungan masyarakat pedesaan sangat disegani dan mempunyai pengaruh cukup besar, sehingga kalau mengembangkan usaha berbasis komoditi pertanian di desa sangat cocok dan pastinya akan diikuti petani.

Hadir dalam kesempatan ini Pegawai Departemen Perindustrian Drs Atang Sudiono MSc. Ia mengharapkan di samping pengembangan pertanian, alangkah baiknya pengembangan pertanian dikombinasikan dengan basis indutrialisasi, sehingga petani dapat mengolahnya hasil pertaniannya untuk mendapatkan profit yang lebih besar. Karena ke depan teknologi industrialisasi sangat berperan, seandainya pengembangan pertanian tak memakai yang berbau teknologi, maka akan kalah dengan negara-negara yang sudah maju. ()