Depag Butuh Hasil Penelitian yang Bersinergi

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Jamilah

Gedung Rektorat, UINJKT Online –Saat ini dibutuhkan hasil-hasil penelitian yang bersinergi dengan masalah di lapangan. Sehingga ketika terdapat masalah, hasil riset tersebut bisa menjadi referensi dalam penyelesaian masalah.

Hal itu disampaikan Direktur Perguruan Tinggi Islam Departemen Agama, Dr Hasbi Indra, dalam seminar dan lokakarya “Membangun Sinergi Antara Institusi Kelitbangan dengan Unit Pelaksana di Lingkungan Departemen Agama” di Ruang Sidang Utama, Gedung Rektorat, Selasa (7/4). Seminar berlangsung hingga hari ini.

”Oleh karena itu, penelitian ke depan jangan hanya dilakukan oleh rektor atau dekan tapi juga semua sivitas akademika,” ujar Hasbi. Selain itu, lanjut dia, metodologi penelitian juga jangan hanya dikuasai oleh dosen mata kuliah metodologi penelitian, tetapi juga harus dikuasai oleh setiap dosen bidang ilmu lainnya.

Dr E Badri dari Pusat Jaringan Penelitian (Pusjarlit) mengatakan, di Pusjarlit saat ini sudah berkembang penelitian lektur keagamaan. Namun, walaupun lembaga ini khusus meneliti mengenai naskah klasik, tapi dalam naskah itu sering ditemukan solusi untuk meyelesaikan masalah tertentu.

Untuk mempublikasikan dan mengoptimalkan hasil penelitian itu, Pusjarlit membuat situs electronic research, menerjemahkan dan menerbitkan jurnal bulanan, khusus untuk penelitian terbaik.

Saat ini di Perpustakaan Nasional terdapat sedikitnya 1.000 naskah keagamaan klasik, 400 naskah di Dayah Tanoh Abee Selemeun Aceh, 5.000 naskah di Universitas Bibliotheek Leiden Belanda, dan 700 naskah di Muzium Islam Kuala Lumpur, Malaysia.

Dalam seminar itu sejumlah peserta mengharapkan agar pusat-pusat penelitian keagamaan banyak melakukan riset hal-hal yang dibutuhkan di lapangan. “Selama ini kita masih sulit mancari referensi dari hasil riset untuk menyelesaikan masalah di lapangan,” ujar Khadijah Munir, salah satu peserta.

Depag Butuh Hasil Penelitian yang Bersinergi

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Jamilah

Gedung Rektorat, UINJKT Online –Saat ini dibutuhkan hasil-hasil penelitian yang bersinergi dengan masalah di lapangan. Sehingga ketika terdapat masalah, hasil riset tersebut bisa menjadi referensi dalam penyelesaian masalah.

Hal itu disampaikan Direktur Perguruan Tinggi Islam Departemen Agama, Dr Hasbi Indra, dalam seminar dan lokakarya “Membangun Sinergi Antara Institusi Kelitbangan dengan Unit Pelaksana di Lingkungan Departemen Agama” di Ruang Sidang Utama, Gedung Rektorat, Selasa (7/4). Seminar berlangsung hingga hari ini.

”Oleh karena itu, penelitian ke depan jangan hanya dilakukan oleh rektor atau dekan tapi juga semua sivitas akademika,” ujar Hasbi. Selain itu, lanjut dia, metodologi penelitian juga jangan hanya dikuasai oleh dosen mata kuliah metodologi penelitian, tetapi juga harus dikuasai oleh setiap dosen bidang ilmu lainnya.

Dr E Badri dari Pusat Jaringan Penelitian (Pusjarlit) mengatakan, di Pusjarlit saat ini sudah berkembang penelitian lektur keagamaan. Namun, walaupun lembaga ini khusus meneliti mengenai naskah klasik, tapi dalam naskah itu sering ditemukan solusi untuk meyelesaikan masalah tertentu.

Untuk mempublikasikan dan mengoptimalkan hasil penelitian itu, Pusjarlit membuat situs electronic research, menerjemahkan dan menerbitkan jurnal bulanan, khusus untuk penelitian terbaik.

Saat ini di Perpustakaan Nasional terdapat sedikitnya 1.000 naskah keagamaan klasik, 400 naskah di Dayah Tanoh Abee Selemeun Aceh, 5.000 naskah di Universitas Bibliotheek Leiden Belanda, dan 700 naskah di Muzium Islam Kuala Lumpur, Malaysia.

Dalam seminar itu sejumlah peserta mengharapkan agar pusat-pusat penelitian keagamaan banyak melakukan riset hal-hal yang dibutuhkan di lapangan. “Selama ini kita masih sulit mancari referensi dari hasil riset untuk menyelesaikan masalah di lapangan,” ujar Khadijah Munir, salah satu peserta.