DEMA FEB Gelar Seminar Nasional Kelautan

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone
Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UIN Jakarta menggelar Seminar Nasional dan Job Fair. Acara yang mengangkat tema  Peningkatan Sumber Daya Kelautan Nasional Sebagai Pilar Pembangunan Ekonomi Indonesia. Jumat (18/11)

Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UIN Jakarta menggelar Seminar Nasional dan Job Fair. Acara yang mengangkat tema Peningkatan Sumber Daya Kelautan Nasional Sebagai Pilar Pembangunan Ekonomi Indonesia. Jumat (18/11)

Auditorium Utama, BERITA UIN Online— Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UIN Jakarta menggelar Seminar Nasional dan Job Fair. Acara yang mengangkat tema  Peningkatan Sumber Daya Kelautan Nasional Sebagai Pilar Pembangunan Ekonomi Indonesia ini, bertujuan mensinergikan antara stakeholder sektor kelautan dengan pemerintah dan akademisi dalam upaya percepatan pengembangan sektor kelautan dan perikanan Indonesia.

Dikutip dari press release yang diterima BERITA UIN Online, Jumat (18/11) bertempat di Auditorium Harun Nasution UIN Jakarta tercatat, bahwa acara dimulai pukul 09.00 s.d 15.00 WIB, dan diikuti sedikitnya 700 peserta yang terdiri dari mahasiswa UIN Jakarta, Dekan dan Wakil Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, serta para praktisi dan tamu undangan.

Seminar yang dimoderatori oleh Drs Faisal Badroen MBA ini menghadirkan beberapa narasumber dinataranya, Reza Syah Pahlevi Msc P.hD (Kepala Pusat Pendidikan Kelautan dan Perikanan) sekaligus mewakili Menteri Kelautan dan Perikanan RI Susi Pudjiastuti), Ir untung Suryanto Msc (President Director PT Indomarine Technology), dan Agus Katon (Direksi Bank Syariah).

Selain narasumber di atas, hadir pula Perwakilan nelayan Dewa Juwana Bendar, Bambang Widjanarko, Staff Ahli Wakil Presiden Bidang Keamanan dan Kewilayahan & Founder LPKN Dr Wawan Hari Purwanto SH MH, kemudian Titaah Soebajoe (Ketua Koperasi Wahana Masyarakat Tani dan Nelayan), dan terakhir adalah Shin Hwangho (Captain USF Marine Consulting).

Secara umum, dalam penyampaiannya, para narasumber membahas mengenai kondisi umum sektor kelautan dan perikanan, potensi maritim, serta arah kebijakan dan strategi pengembangan kemaritiman nasional.

“Saat ini, pemerintah tengah concern terhadap peningkatan dan pengembangan produktivitas bidang perikanan dan kemaritiman. Selain itu, pemerintah melakukan tindakan tegas terhadap pelanggaran yang terjadi pada sektor kemaritiman, baik internal maupun dari eksternal,” ujar Pahlevi dalam penyampaiannya. (lrf/hmn)