BERITA UIN Online – Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Adab dan Humaniora (DEMA FAH) Bidang Keislaman mengadakan kajian tasawuf untuk yang pertama kalinya pada Kamis, (16/3/2017) dengan menghadirkan Wakil Dekan tiga bidang kemahasiswaan, Zubair Ahmad sebagai pemateri. Kajian  ini digelar setiap dua minggu sekali. Kali ini pengajian pertama di kepengurusan DEMA FAH periode 2017.

Kajian Tasawuf dlaksanakan di Lobby Fakultas pukul 19:00-20:00 WIB. Acara kajian tersebut banyak dihadiri mahasiswa di antaranya perwakilan dari mahasiswa Jurusan Sejarah Peradaban Islam, Bahasa dan Sastra Arab, Tarjamah, Ilmu Perpustakaan, dan juga Bahasa dan Sastra Inggris. “Mengaji di lobi memang sedikit berisik, tapi tidak masalah, karena ini bagian dari syiar, agar setiap orang yang melewati lobi atau melihat lobi bisa kepo dan siapa tahu mau gabung,” ujar Muhammad Kamal selaku ketua departemen Keislaman DEMA FAH kepada reporter Berita UIN Online, kemarin.

Metode kajian ini berupa halaqah seperti tradisi pengajaran di pesantren pada umunya, para peserta duduk melingkar. Menurut Usamah Balfaqih, selaku wakil ketua  DEMA FAH tujuan diadakanya kajian ini  untuk meneruskan tradisi mengaji dari yang sudah ada sebelumnya dan juga meningkatkan pengetahuan mahasiswa tentunya dalam bidang  keislamanan.

Motto kajian tasawuf ini “olah rasa, olah hati” dengan demikian para peserta akan lebih pandai mengolah rasa terhadap keadaan juga mengolah hati, atau  bisa dikatakan bisa mengontrol ego, menurut Zubair Ahmad selaku pemateri. Hijab paling terakhir antara manusia dan Tuhanya adalah ego. Tapi ego bisa dilunturkan dengan adab, tuturnya.

Selain kajian tasawuf, sebelumnya rutinitas mingguan setiap kamis malam, pembacaan Surat Yasin dan tahlil bersama. hal ini dilakukan dengan tujuan  menjaga tradisi dikamis malam, tradisi mengaji, karena mereka menyakini bahwa dikamis malam terdapat kemulian tersendiri. Kamis malam harus diisi dengan hal-hal yang lebih bermanfaat, khususnya dalam hal keagamaan. (Edy A Effendi, Ami Anisa)

Share This