Dekan FSH UIN Jakarta  Tanda Tangani MoU dengan Komisi Yudisial Program Klinik Etik dan Hukum

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

IMG_0415

Depok, Berita UIN Online – Dekan Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Dr. Asep Saepudin Jahar MA,  menghadiri Lokakarya Program Kemitraan Klinik Etik dan Hukum 2016 yang diselenggarakan oleh Komisi Yudisial bertempat di Fakultas Hukum Universitas Indonesia (24-28/2).

Kerjasama ini merupakan program peningkatan kapasitas mahasiswa dan menumbuhkan minat untuk menjadi seorang penegak hukum khususnya Hakim yang menurut Komisi Yudisial saat ini minat menjadi Hakim menurun. Program ini juga nantinya merupakan tambahan ilmu dan menjadi Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI) di FSH UIN Jakarta, papar Asep.

Selain Dekan, FSH Juga Mengutus 3 Mentor yang nantinya membantu berjalannya Program Klinik Etik dan Hukum untuk mahasiswa di FSH, mereka adalah Hidayatullah MH, Muhammad Ishar Helmi SH SSy, dan Indra Rahmatullah MH. Pada kegiatan ini juga didalamnya berlangsung penanda tanganan MoU oleh 13 Dekan Fakultas Hukum yang menjadi mitra baru Komisi Yudisial Program Kemitraan Klinik Etik dan Hukum (24/2).

Dalam rangka mengembangkan program kemitraan ini, Komisi Yudisial telah sebelumnya melakukan penjajakan ke beberapa Perguruan Tinggi di Indonesia. Dari penjajakan yang telah dilakukan, dan umpan balik yang sudah diterima, Komisi Yudisial menentukan 13 (tiga belas) perguruan tinggi tambahan untuk menjadi mitra Klinik Etik dan Hukum pada Tahun Anggaran 2016 termasuk diantaranya Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (24/2). Sebelumnya Komisi Yudisial Menggandeng  6 Perguruan Tinggi di tahun 2015 pada program Klinik Etik dan Hukum ini.

Dengan berjalannya program Klinik Etik dan Hukum dan adanya penambahan mitra, maka Komisi Yudisial merasa perlu untuk menyelenggarakan kegiatan guna menyamakan pandangan, pemahaman dan pembekalan terkait teknis maupun substansi bagi para mentor dalam rangka mengelola program Klinik Etik dan Hukum pada tahun 2016. (IH)