Dekan FITK: Prodi PAI Perlu Paradigma Baru

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

 

Universitas Terbuka, BERITA UIN Online–Fakultas-fakultas Tarbiyah yang berada di Perguruan Tinggi Agama Islam (PTAI) perlu nerumuskan kembali paradirma baru bagi program studi (prodi)  Pendidikan Agama Islam (PAI). Hal tersebut penting, mengingat saat ini terjadi perubahan mindset di masyarakat tentang gutru dan pendidikan agama Islam.

“Perlu paradigma dan model baru PAI. Paradigma baru bagi PAI diperlukan, karena bagi masyarakat agama Islam adalah masalah yang urgen bagi kehidupan,”‘ujar Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) Prof Dr Rif’at Syauqi Nawawi MA pada pembukaan Semiloka Nasional bertajuk “Pengembangan Prodi PAI dalam Konteks PPG Pra Jabatan untuk Menyiapkan Guru PAI Profesional” di Kampus Universitas Terbuka (UT) Pondok Cabe, Tangerang Selatan (Tangsel), Selasa sore (11/12/12).

Menurutnya, di antara langkah untuk memperbarui dan memperbaiki paradigma PAI adalah dengan cara mengubah kurikulum. “Dengan begitu kita harapkan lahir sarjana-sarjana PAI yang profesional, baik dalam bidang pedagogiknya maupun materi ajarnya,”katanya.

Dalam kesempatan itu Guru Besar bidang Tafsir itu mengungkapkan, Fakultas Tarbiyah perlu mencetak guru-guru PAI yang ahli agama. Alasannya, mereka saat ini tidak saja berkiprah di madrasah-madrasah, tetapi juga di sekolah-sekolah.

Guru-guru agama yang ahli dibutuhkan, tegas dia, karena saat ini banyak unsur-unsur asing yang merusak sendi-sendi agama. “seperti pernah diingatkan oleh mantan Menteri Agama KH Wahid Hasyim, bahwa agamalah yang dapat membentengi anasir-anasiu asing yang masuk ke Indonesia,”tandasnya.

Semiloka Nasional ini dihadiri Ketua Prodi PAI dari berbagai PTAI, antara lain UIN Yogyakarta, UIN Suska Riau, UIN Malang, IAIN Antasari Banjarmasin, STAIN Jember, STAIN, Butusangkar, Institut Pembina Rohani Jakarta (IPRIJA), Universitas  Islam Djakarta (UID), dan lain-lain. (d a/ Saifudin)