Cisarua, Berita UIN Online– Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) yang diamanahkan Kementerian Agama melalui Direktorat PAI Dirjen Pendis kepada Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Jakarta diharapkan dapat melahirkan pendidik yang profesional, bermartabat dan bersejahtera.

Demikian disampaikan Dekan FITK Prof Dr Ahmad Thib Raya pada pembukaan PLPG dalam Jabatan Guru PAI tahap akhir di Hotel Grand Prioritas, Cisarua Bogor, Senin (4/12/2017). Hadir dalam kesempatan tersebut untuk memberikan arahan, Kepala Subdirektorat PAI pada Perguruan Tinggi Umum Direktorat PAI Dirjen Pendis, Drs Nurul Huda MAg.

“Saya yakin dan percaya peserta yang hadir di sini sudah siap semua untuk mengikuti rangkaian pendidikan dan latihan sampai 10 hari kedepan,” ujar Thib Raya di hadapan 187 peserta tahap akhir ini.

Untuk sampai di tempat ini, tegas Thib Raya, penuh dengan perjuangan yang berat. Pasalnya, dari penuturan peserta tahap sebelumnya, mereka harus mendapatkan uang yang jumlahnya tidak sedikit untuk membeli tiket pesawat pulang pergi dan biaya lain di luar tanggungan pemerintah, seperti obat-obatan, transportasi darat dan tentunya oleh-oleh untuk keluarga yang ditinggalkan.

“Semua itu akan terbayarkan kelak, manakala 10 hari ini betul-betul dimaksimalkan untuk pendidikan dan pelatihan, sehingga mendapatkan kelulusan dan mendapatkan tunjangan profesi guru di 2018 untuk menggantikan apa yang sudah dikeluarkan,” imbuh Guru Besar Bidang Bahasa Arab FITK UIN Jakarta ini.

Ditegaskannya, usai PLPG ini diharapkan para guru dapat melaksanakan pendidikan dan pengajaran lebih baik dari sebelumnya di tempat tugas masing-masing.

“Ini yang disebut dengan guru profesional, kemudian barulah menjadi guru bermartabat,” tandasnya.

Guru bermartabat, sambung suami dari Prof Dr Musdah Mulia ini, terangkat derajatnya karena kemampuannya menjadi lebih baik dan ilmu yang diajarkan kepada anak didik akan menjadi amal jariyah yang pahalanya multilevel.

“Kalau murid yang diajarkan menjadi murid yang hebat, terus mengajarkan kepada muridnya lagi, begitu selanjutnya, berapa banyak pahala yang didapatkan. Inilah martabat guru yang paling baik,” terangnya.

Terakhir, sambungnya, para peserta akan menjadi guru yang bersejahtera usai mendapatkan sertifikasi profesional.

“Jadilah guru yang profesional, bermartabat, bersejahtera, sehingga dapat berbahagia dan senang dengan keluarga,” pungkasnya mengakhiri sambutan.

Dari pantauan tim Berita UIN Online di lapangan, rangkaian kegiatan yang diikuti peserta guru PAI ini berupa presentasi hasil pembekalan daring, pendalaman materi PAI pada SD, SMP dan SMA/SMK, materi Pendekatan Scientifik dan Strategi Implementasinya dalam Pembelajaran, materi Penilaian Autentik dalam Pembelajaran, Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Pengembangan Perangkat Pembelajaran PAI (SD/SMP/SMA) dan Langkah-langkah Penyusunannya (Analisis SKL, KI, KD Mapel dan Penyusunan RPP), Ujian Tulis Lokal (UTL) dan terakhir Ujian Tulis Nasional (UTN) berbasis IT di UIN Jakarta.

Sementara itu, berdasarkan informasi Direktorat PAI, setelah 2017 ini, program PLPG diganti dengan program Pendidikan Profesi Guru (PPG) selama satu tahun dengan skema biaya 50% pemerintah selebihnya ditanggung peserta. (mf)

Share This