Daur Ulang Kertas, Ubah Sampah Jadi Peluang Usaha

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Apristia Krisna Dewi

Aula Madya, UIN Online – Dulu sampah kertas seringkali menyebabkan kerusakan lingkungan. Apalagi tak semua sampah mampu diurai dengan baik. Tapi, kini di tengah kian menipisnya bahan baku kertas dan sulitnya ekonomi, sampah kertas bisa berubah menjadi peluang usaha. Salah satunya caranya yaitu dengan mendaur ulang kertas menjadi barang-barang yang memiliki nilai guna dan ekonomi tinggi. Selain mendapat keuntungan, cara ini juga sekaligus dapat menyelamatkan lingkungan.

Itulah peluang yang berhasil dikembangkan dua orang pengusaha kertas daur ulang Dianto Nugraha dan Mutawakil SE. Mereka berbagi pengalaman kepada mahasiswa saat seminar kewirausahaan green enterpreneurship bertema Potensi Industri Kreatif Berbasis Lingkungan yang diselenggarakan Kopersi Mahasiswa (Kopma) UIN Jakarta, di Aula Madya, Rabu (9/6).

Seminar yang diselenggarakan dalam rangka memperingati hari lingkungan hidup sedunia itu bertujuan mendorong aksi kampanye hijau (go green) melalui kewirausahaan. Dari seminar ini diharapkan lahir para mencetak jiwa enterpreneurship yang peduli lingkungan hijau.

Mutawakil mengatakan, banyak orang yang takut berwirausaha karena resikonya yang besar. Padahal, membuka usaha sendiri adalah suatu pilihan yang akan sangat memberikan sesuatu yang berharga  baik secara finansial mapun kualitas mental seseorang.

“Hal pokok yang harus diketahui orang ketika ingin membuka usaha adalah mengenal dan mengetahui seluk beluk bidang usaha yang akan dibuka sehingga dapat meminimalisasikan resiko dan memotivasi untuk terus berkreasi,” ungkap Mutawakil.

Salah satu cara berwirausaha, lanjut Mutawakil, yaitu mendaur ulang limbah atau sampah dari kertas menjadi suatu barang yang memiliki peluang besar serta dapat mendatangkan manfaat dan keuntungan.

“Mendaur ulang sampah kertas merupakan bentuk partisipasi green enterpereneurship dalam upaya menghemat kertas dan melestarikan hutan yang sudah kritis,” katanya.

Sementara itu, Dianto Nugraha mengatakan, kertas yang telah didaur ulang memiliki potensi jual yang sangat menjanjikan. Hanya dengan modal yang minim dan bahan baku yang murah dapat menghasilkan barang dengan harga relatif tinggi. Cara pembuatan kertas daur ulang pun tidak sulit.

Dianto menuturkan, mendaur ulang kertas dimulai dengan menyobek-nyobek kertas sebesar perangko. Setelah itu kertas direndam atau direbus dengan air, kemudian diblender hingga menjadi bubur kertas. Selanjutnya, bubur kertas disaring dengan kain dan setelah itu dapat dicetak langsung maupun dilakukan pencampuran warna dan serat. Setelah itu dikeringkan selama lima jam.

“Setelah dikeringkan, produk kertas daur ulang dapat diolah menjadi barang yang bergunda dan siap pakai seperti kotak penyimpanan serbaguna, block note, hiasan atau pajangan, bingkai foto, dan sebagainya,” jelas Nugraha.

Nugraha juga berharap kegiatan wirausaha daur ulang kertas dapat menjadi sesuatu yang bermanfat. Dengan begitu dapat mengurangi sampah kertas dan turut mendukung kampanye go green sebagai upaya pelestarian bumi agar tetap hijau dan asri.

“Mari kita ubah diri dan lingkungan kita dengan prinsip 3M, Mulai dari diri sendiri, Mulai dari hal yang kecil, dan Mulai dari sekarang demi generasi kita kelak,” ajaknya. []


Daur Ulang Kertas, Ubah Sampah Jadi Peluang Usaha

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Apristia Krisna Dewi

Aula Madya, UIN Online – Dulu sampah kertas seringkali menyebabkan kerusakan lingkungan. Apalagi tak semua sampah mampu diurai dengan baik. Tapi, kini di tengah kian menipisnya bahan baku kertas dan sulitnya ekonomi, sampah kertas bisa berubah menjadi peluang usaha. Salah satunya caranya yaitu dengan mendaur ulang kertas menjadi barang-barang yang memiliki nilai guna dan ekonomi tinggi. Selain mendapat keuntungan, cara ini juga sekaligus dapat menyelamatkan lingkungan.

Itulah peluang yang berhasil dikembangkan dua orang pengusaha kertas daur ulang Dianto Nugraha dan Mutawakil SE. Mereka berbagi pengalaman kepada mahasiswa saat seminar kewirausahaan green enterpreneurship bertema Potensi Industri Kreatif Berbasis Lingkungan yang diselenggarakan Kopersi Mahasiswa (Kopma) UIN Jakarta, di Aula Madya, Rabu (9/6).

Seminar yang diselenggarakan dalam rangka memperingati hari lingkungan hidup sedunia itu bertujuan mendorong aksi kampanye hijau (go green) melalui kewirausahaan. Dari seminar ini diharapkan lahir para mencetak jiwa enterpreneurship yang peduli lingkungan hijau.

Mutawakil mengatakan, banyak orang yang takut berwirausaha karena resikonya yang besar. Padahal, membuka usaha sendiri adalah suatu pilihan yang akan sangat memberikan sesuatu yang berharga  baik secara finansial mapun kualitas mental seseorang.

“Hal pokok yang harus diketahui orang ketika ingin membuka usaha adalah mengenal dan mengetahui seluk beluk bidang usaha yang akan dibuka sehingga dapat meminimalisasikan resiko dan memotivasi untuk terus berkreasi,” ungkap Mutawakil.

Salah satu cara berwirausaha, lanjut Mutawakil, yaitu mendaur ulang limbah atau sampah dari kertas menjadi suatu barang yang memiliki peluang besar serta dapat mendatangkan manfaat dan keuntungan.

“Mendaur ulang sampah kertas merupakan bentuk partisipasi green enterpereneurship dalam upaya menghemat kertas dan melestarikan hutan yang sudah kritis,” katanya.

Sementara itu, Dianto Nugraha mengatakan, kertas yang telah didaur ulang memiliki potensi jual yang sangat menjanjikan. Hanya dengan modal yang minim dan bahan baku yang murah dapat menghasilkan barang dengan harga relatif tinggi. Cara pembuatan kertas daur ulang pun tidak sulit.

Dianto menuturkan, mendaur ulang kertas dimulai dengan menyobek-nyobek kertas sebesar perangko. Setelah itu kertas direndam atau direbus dengan air, kemudian diblender hingga menjadi bubur kertas. Selanjutnya, bubur kertas disaring dengan kain dan setelah itu dapat dicetak langsung maupun dilakukan pencampuran warna dan serat. Setelah itu dikeringkan selama lima jam.

“Setelah dikeringkan, produk kertas daur ulang dapat diolah menjadi barang yang bergunda dan siap pakai seperti kotak penyimpanan serbaguna, block note, hiasan atau pajangan, bingkai foto, dan sebagainya,” jelas Nugraha.

Nugraha juga berharap kegiatan wirausaha daur ulang kertas dapat menjadi sesuatu yang bermanfat. Dengan begitu dapat mengurangi sampah kertas dan turut mendukung kampanye go green sebagai upaya pelestarian bumi agar tetap hijau dan asri.

“Mari kita ubah diri dan lingkungan kita dengan prinsip 3M, Mulai dari diri sendiri, Mulai dari hal yang kecil, dan Mulai dari sekarang demi generasi kita kelak,” ajaknya. []