Daud Efendi Sosialisasikan KKN pada Mahasiswa FST

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Hamzah Farihin

 

FST, UINJKT Online - Ketua Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) Dr Daud Efendi AM, menyampaikan sosialisasi tentang Kuliah Kerja Nyata (KKN) kepada mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi (FST). Sosialisasi ini disampaikan agar mahasiswa FST memahami lebih awal mengenai KKN menjelang terjun  ke masyarakat beberapa bulan ke depan.

 

“KKN merupakan salah satu tugas akhir yang sifatnya wajib bagi mahasiswa yang dilakukan sebelum semester akhir dan KKN ini memiliki bobot nilai dua sampai empat Sistem Kredit Semester (SKS),” ujarnya saat pemberian sosialisasinya pada mahasiswa FST di Ruang Teater lantai dua, Selasa (3/3).

 

Kegiatan yang diselenggarakan atas kerjasama LPM dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FST ini, dimaksudkan untuk memberikan pemahaman tentang KKN kepda mahasiswa yang akan mengakhiri kuliahnya. “Jangan sampai pada awal semester enam ini mahasiswa tidak tahu apa yang harus dilakukannya menjelang pengabdian di masyarakat nanti,” kata Daud.

 

Sejak setahun terakhir terjadi perubahan sistem pelaksanaan KKN. Sistem yang kini digunakan mewajibkan semua mahasiswa terjun langsung ke masyarakat. KKN kali ini merupakan KKN lintas sektoral. Ini lebih baik dibanding sistem sebelumnya yang kelompoknya  hanya terdiri dari mahasiswa yang berasal dari program studi yang sama.

 

Terkait lokasi KKN, LPM menyarankan agar mahasiswa melaksanakannya di wilayah Jabotabek. Namun, jika mereka memiliki tujuan di luar lokasi yang ditentukan, LPM mempersilahkan. Hanya, LPM menyerahkan kepada mahasiswa yang bersangkutan terkait kalkulasi anggarannya.

 

Daud berharap selama mengikuti KKN mahasiswa dapat menjaga nama baik almamater dan kelompoknya. Sehingga KKN dapat berjalan sukses. Pelaksanaan KKN dikatakan sukses jika dilaksanakan sesuai dengan pedoman yang sudah ditentukan LPM. Selain itu, kedua belah pihak baik mahasiswa maupun masyarakat merasa diuntungkan.

 

“Bahkan  dari pengalaman tahun lalu, KKN bisa dikatakan sukses apabila pada saat penutupan/perpisahan dengan masyarakat, mereka yang ditinggalkan menangis karena haru,” tuturnya. [Nif/Ed]

Daud Efendi Sosialisasikan KKN pada Mahasiswa FST

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Hamzah Farihin

 

FST, UINJKT Online - Ketua Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) Dr Daud Efendi AM, menyampaikan sosialisasi tentang Kuliah Kerja Nyata (KKN) kepada mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi (FST). Sosialisasi ini disampaikan agar mahasiswa FST memahami lebih awal mengenai KKN menjelang terjun  ke masyarakat beberapa bulan ke depan.

 

“KKN merupakan salah satu tugas akhir yang sifatnya wajib bagi mahasiswa yang dilakukan sebelum semester akhir dan KKN ini memiliki bobot nilai dua sampai empat Sistem Kredit Semester (SKS),” ujarnya saat pemberian sosialisasinya pada mahasiswa FST di Ruang Teater lantai dua, Selasa (3/3).

 

Kegiatan yang diselenggarakan atas kerjasama LPM dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FST ini, dimaksudkan untuk memberikan pemahaman tentang KKN kepda mahasiswa yang akan mengakhiri kuliahnya. “Jangan sampai pada awal semester enam ini mahasiswa tidak tahu apa yang harus dilakukannya menjelang pengabdian di masyarakat nanti,” kata Daud.

 

Sejak setahun terakhir terjadi perubahan sistem pelaksanaan KKN. Sistem yang kini digunakan mewajibkan semua mahasiswa terjun langsung ke masyarakat. KKN kali ini merupakan KKN lintas sektoral. Ini lebih baik dibanding sistem sebelumnya yang kelompoknya  hanya terdiri dari mahasiswa yang berasal dari program studi yang sama.

 

Terkait lokasi KKN, LPM menyarankan agar mahasiswa melaksanakannya di wilayah Jabotabek. Namun, jika mereka memiliki tujuan di luar lokasi yang ditentukan, LPM mempersilahkan. Hanya, LPM menyerahkan kepada mahasiswa yang bersangkutan terkait kalkulasi anggarannya.

 

Daud berharap selama mengikuti KKN mahasiswa dapat menjaga nama baik almamater dan kelompoknya. Sehingga KKN dapat berjalan sukses. Pelaksanaan KKN dikatakan sukses jika dilaksanakan sesuai dengan pedoman yang sudah ditentukan LPM. Selain itu, kedua belah pihak baik mahasiswa maupun masyarakat merasa diuntungkan.

 

“Bahkan  dari pengalaman tahun lalu, KKN bisa dikatakan sukses apabila pada saat penutupan/perpisahan dengan masyarakat, mereka yang ditinggalkan menangis karena haru,” tuturnya. [Nif/Ed]