Dana BLU Dapat Digunakan Remunirasi

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Ruang Diorama, BERITA UIN Online–Usaha remunirasi di UIN Jakarta harus didukung oleh sumber dana yang cukup. Hal itu penting agar proses remunirasi dapat berjalan dengan baik dan berjalan lancar.

“Dengan  adanya Badan Layanan Umum (BLU), maka UIN Jakarta punya fleksibilitas mengelola keuangannya, termasuk untuk remunirasi,” ujar Direktur PK BLU Kementerian Agama (Kemenag) RI Jamhari MEc,  Kamis (14/2/2013) pada acara “Pengelolaan Keuangan BLU” di Ruang Diorama Auditorium Prof Dr Harun Nasution.

Menurutnya, dalam membuat tarif remunirasi tidak boleh melebihi batas-batas kewajaran. “Tarip harus disesuaikan. Tidak boleh di bawah standar umum maupun melebihi. Jadi tarif harus dibuat dengan benar. Tidak boleh terlalu mahal maupun murah,” saran dia.

Dijelaskannya, penetapan tarif ini diperlukan untuk melihat kelaikan dan kesanggupan dana BLU instansi yang bersangkutan. “Kalau belum ada tarifnya, maka sulit remunirasi dapat diimplementasikan,” katanya.

Terkait dengan hal tersebut, Jamhari meminta agar BLU UIN Jakarta segera mengirimkan draft dan dokumen-dokumen terbaru untuk dikirimkan kepada Kementeraian Keuangan (Kekemenkeu). “Ijin remunirasi itu nanti diberikan Kemenkeu. Tapi usulan itu harus disampaikan dulu ke Kemenag, karena secara kelembagaan BLU UIN Jakarta di bawah koordinasi Kemenag,” tambahnya.

Selain dihadiri para wakil rektor, acara tersebut juga dihadiri para dekan, pembantu dekan, kepala pusat dan lembaga, serta kepala bagian rektorat dan fakultas. (Saifudin)